25 Ribu Warga di Korea Selatan Berpura-pura Mati dan Masuk Peti, Kenapa Ya?

08 November 2019, at 12:00
0
0
25 Ribu Warga di Korea Selatan Berpura-pura Mati dan Masuk Peti, Kenapa Ya?

Seperti yang kita ketahui, ada banyak orang yang merasa takut akan kematian hingga nggak mau membicarakan hal tersebut.

Nah, beda halnya dengan fenomena yang ada di Negeri Ginseng, Korea Selatan. Ternyata tercatat sudah ada sekitar 25 ribu orang yang melakukan “latihan mati" di Hyowon Healing Centre, Seoul.

Pusat pengobatan mental itu diketahui membuka sebuah layanan “pemakaman hidup”. Program ini mendorong para pesertanya agar lebih menghargai hidup dan nggak memilih untuk mati secara sia-sia.

masyarakat korea selatan melatih dirinya
reuters.com

Layanan yang juga dikenal dengan program “Dying Well” ini ternyata sudah dibuka sejak tahun 2012 lalu.

Nggak pandang umur, program ini cukup digemari oleh masyarakat Korea Selatan mulai dari yang muda hingga yang sudah berusia senja.

Saat menjalani program Dying Well, para peserta merasakan seakan-akan menjadi mayat yang sesungguhnya. Mereka juga melakukan serangkaian aturan yang berkaitan dengan kematian.

program dying well
reuters.com

Seperti menulis wasiat, menyiapkan foto jenazah, mengenakan pakaian orang mati, sampai tidur di dalam peti mati selama seharian.

Menjadi mayat bohongan ini dipercaya bisa membuat seseorang lebih menghargai hidup.

Baca juga: 5 Langkah Mengatasi Kesedihan dan Kehilangan Akibat Kematian Orang Tercinta

Harapannya, orang-orang yang menjalani program Dying Well ini bisa menghargai kehidupan dan mau bertindak lebih untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Karena kehidupan sangatlah mahal harganya.

melatih diri pada kematian
reutersmedia.net

Dalam Indeks Kehidupan Lebih Baik oleh OECD atau Organisasi Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi, Korea Selatan menempati peringkat 33 dari 40 negara.

Bahkan pada tahun 2016 yang lalu, tingkat bunuh diri di Korea Selatan menyentuh angka 20,2 per 100 ribu orang penduduk. Angka ini hampir dua kali lipat dari rata-rata global yang sebesar 10,53.

Sudah jelas perlu adanya pencegahan untuk menekan angka peningkatan bunuh diri di Negeri Ginseng tersebut.

layanan kematian
reuters.com

Dari progam Dying Well ini, diharapkan nantinya banyak masyarakat yang semakin menghargai mahalnya sebuah kehidupan dan bisa berpikir lebih jernih lagi.

Nggak hanya itu saja, program ini juga bisa mengembalikan dan menaikkan semangat seseorang agar mendapatkan hidup yang lebih baik.

Seperti yang dituturkan oleh mahasiswa bernama Choi Jin-kyu, setelah mengikuti program tersebut, dirinya bertekad untuk memulai sebuah usaha jika sudah lulus dari bangku kuliah nanti.

wanita korea bekerja
newidea.com.au

Hal itu, ia lakukan untuk menghindari adanya saling sikut ketika bersaing ketat mencari kerja.

Program Dying Well memang bertujuan untuk menanamkan pada diri peserta akan berharganya diri mereka di lingkungan sekitar. Dan setiap kehadiran pasti akan membawa sebuah kebahagiaan bagi orang lain.

0 Comment