4 Alasan Milenial Mudah Resign dari Pekerjaan, Kamu Salah Satunya?

18 September 2018, at 08:32
1
0
4 Alasan Milenial Mudah Resign dari Pekerjaan, Kamu Salah Satunya?

Milenial menjadi generasi yang mudah sekali resign dari pekerjaan. Nggak jarang, seseorang hanya mampu bekerja di satu tempat dalam hitungan bulan saja, lalu memutuskan berhenti dan mencari pekerjaan di perusahaan lain. Untuk bisa bertahan sampai setahun saja, terkadang jadi achievement besar seorang milenial yang jarang terjadi.

Padahal, generasi baby boomers, merupakan tipe karyawan yang mampu sangat setia dengan pekerjaannya dan bertahan hingga bertahun-tahun. Kamu pasti sering menemukan atasanmu yang sudah bekerja di perusahaan tempatmu bekerja sejak ia masih muda sampai berada di posisinya saat ini. Lalu, apa sebenarnya hal-hal yang menyebabkan milenial mudah resign dari pekerjaannya?

Baca Juga: 5 Kesalahan di Surat Lamaran Kerja yang Membuatmu Masih Nganggur Hingga Sekarang

1. Cepat bosan

Cepat bosan dengan pekerjaannya
theodysseyonline.com
Hidup yang dinamis dengan berbagai macam pilihan kafe untuk nongkrong, traveling ke banyak tempat, dan melihat banyak hal dengan mudah di sosial media, membuat milenial nggak terbiasa hanya berdiam diri di satu tempat atau memandang sesuatu yang itu-itu saja. Habit seperti ini, tentu nggak cocok dengan kehidupan kantor yang statis dengan rutinitas harian yang jarang berubah. Nah, hal inilah yang bikin milenial ngerasa jenuh melakukan pekerjaan yang datar dan kurang menantang.
Bosan mengerjakan rutinitas
hrgrapevine.com
Padahal, rasa bosan ini bukan berarti kita sudah berhenti menyukai satu bidang dan kehilangan passion di situ. Namun, hanya perasaan sementara karena kita belum merasa nyaman dengan yang kita kerjakan. Karena toh, ketika kita menyerah dan berpindah ke pekerjaan yang baru, kita tetap akan melakukan rutinitas yang sama setiap harinya juga. Suatu saat kita akan kembali merasa bosan dengan pekerjaan baru tersebut. 

2. Mudah baper dengan kritikan atasan

Tak tahan kritikan atasan
vulcanpost.com

Generasi milenial juga sering dikenal dengan generasi baper. Masih berhubungan dengan hidup yang serba mudah, maka hal kecil nggak berjalan sesuai keinginannya saja, mood langsung berubah. Misalnya, wifi yang lemot, makan siang yang nggak datang tepat waktu, dan lain-lain. Apalagi, hal-hal yang agak besar seperti kritikan dari atasan.

Mudah baper dengan kritikan atasan
workingmother.com

Milenial, dengan sifat baper yang kadang berlebihan, akan mudah merasa tidak nyaman dengan atmosfer kerja setelah selesai dikritik oleh atasannya. Apalagi, kalau kritikan tersebut disampaikan di depan teman-teman kerjanya yang lain. Rasa malu dan tidak dihargai terus dipikirkannya, sehingga membuatnya nggak nyaman dengan suasana kantor untuk terus bekerja. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk resign dari pekerjaan.

Baca Juga: 5 Cara Menulis Amplop Lamaran Kerja Agar HRD Tertarik dan Gak Berakhir di Tempat Sampah

3. Belum menemukan passion yang konsisten

Millenial masih mencari passion
digitalistmag.com
Masa muda merupakan masa-masa pencarian jati diri yang membingungkan. Begitu juga yang terjadi pada milenial. Banyaknya lowongan pekerjaan yang nggak mengharuskan pelamar berasal dari jurusan yang spesifik, membuat milenial merasa bebas melamar di posisi apa saja. Oleh karena itu seringkali alasan milenial melamar pekerjaan hanya sekadar coba-coba atau "siapa tahu cocok" saja. Nah, karena alasan awalnya cuma coba-coba, maka ketika nggak cocok sedikit saja, mereka juga akan mudah dan nggak merasa bersalah untuk berhenti dari pekerjaan tersebut.
Susah menekuni satu hal
alphagamma.eu
Sebenarnya, mencari banyak hal baru bukan sesuatu yang buruk. Asalkan, passion kita yang konsisten cepat ditemukan tanpa harus berkali-kali keluar masuk perusahaan baru. Kalau kita terus-menerus dikuasai rasa ingin tahu dengan pekerjaan lain, maka kita nggak pernah bisa fokus dengan yang kita kerjakan sekarang. Karena terkadang, passion itu bukan hanya sesuatu yang harus kita cari, tapi bisa kita ciptakan sendiri.

4. Kemudahan mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain

Mendapatkan informasi pekerjaan baru
independent.co.uk
Menutup daftar-daftar di atas, ini dia alasan yang makin bikin milenial semakin jumawa dan merasa tidak masalah untuk resign dari satu perusahaan, yakni kemudahan mendapatkan informasi tentang pekerjaan lain. Aplikasi-aplikasi semacam jobstreet, linkedin, dan semacamnya, memudahkan seseorang untuk melamar berbagai pekerjaan sekaligus dalam satu waktu. Dengan sekali klik, maka resume-mu bisa tersebar ke banyak perusahaan.
Selalu mencari pekerjaan baru
cnbc.com
Berbeda dengan jaman dulu, di mana kamu harus bolak-balik kantor pos, atau bahkan harus keliling dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Maka nggak heran, orang dulu lebih menghargai pekerjaannya karena didapat dengan susah payah. Sebaliknya, dengan kemudahan jaman sekarang, maka rasa menghargai perjuangan setelah mendapatkan satu pekerjaan menjadi sangat kecil. Karena toh, meninggalkan pekerjaan yang sekarang pun nggak menjadi masalah. Masih ada berpuluh-puluh perusahaan di luar sana yang sedang membuka lowongan kerja.
Banyaknya peluang harusnya tidak membuat kita menjadi rakus dan mengabaikan apa yang sudah kita miliki. Karena, peluang-peluang yang lain pun belum tentu cocok dengan kita nantinya. Lagipula mau sebagus apapun perusahaannya, untuk meraih karir yang cemerlang, semuanya kembali pada usaha kita masing-masing. Jadi, fokus pada apa yang kita kerjakan sekarang ya, Qupas Lovers!
0 Comment