4 Cara Menghindari Baby Blues Syndrome, Agar Ibu Nggak Depresi

01 May 2019, at 01:00
1
1
4 Cara Menghindari Baby Blues Syndrome, Agar Ibu Nggak Depresi

Beberapa hari yang lalu, masyarakat digemparkan dengan penemuan mayat perempuan berusia 30 tahun yang diduga bunuh diri bersama anaknya karena mengalami baby blue syndrome.

Keluarga menyebutkan bahwa perempuan tersebut memang menunjukkan tanda-tanda sindrom pasca melahirkan tersebut, yaitu selalu sedih dan mudah marah.

Nggak mengherankan karena sebanyak 70 sampai 80 persen perempuan mengalami penurunan drastis kadar hormon estrogen dan progesteron setelah melahirkan.

Baca Juga: Ibu Hamil Sering Menangis, Apa yang Terjadi Pada Janin?

Hal tersebut menyebabkan ibu mudah merasa kelelahan, depresi, dan penurunan mood yang sering disebut sebagai baby blues syndrome.

Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, sebaiknya lakukan beberapa hal ini untuk menghindari baby blues syndrome.

1. Komunikasikan Kekhawatiranmu pada Dokter dan Orang Terdekat

komunikasikan kekhawatiran
besthealthmag.ca

Menyampaikan kekhawatiran pada dokter atau orang-orang terdekat, seperti suami atau ibu bisa membuat beban pikiranmu berkurang.

Dokter merupakan orang yang ahli dan mengerti tentang masalah kesehatan atau gejala-gejala depresi yang kamu alami. Sehingga bisa membantu mencegah hal tersebut agar nggak terus berkembang setelah melahirkan.

curhat pada orang terdekat
time.com 

Berbicara dari hati ke hati dengan suami atau ibumu tentang kecemasan tersebut juga akan membantu karena mendapatkan dukungan moril selama masa kehamilan dan melahirkan.

Perasaan dicintai dan nggak sendiri dalam menghadapi hal ini akan mengurangi depresi dan membuatmu lebih siap untuk menyambut kelahiran bayimu. 

2. Luangkan Waktu untuk Beristirahat 

istirahat
thestar.com

Walaupun kamu harus mengawasi bayimu setiap saat, bukan berarti kamu jadi lupa untuk beristirahat.

Justru, dengan meluangkan waktu untuk bersantai, pikiranmu bisa jadi lebih tenang saat merawat si kecil. Untuk melepas penat, kamu cukup merebahkan diri tanpa memikirkan apa-apa selama beberapa menit setiap harinya.

tetap bersosialisasi
shutterstock.com

Jangan lupa juga sama kesejahteraan dan kesehatan dirimu sendiri, ya. Untuk membuat mood-mu kembali baik, sempatkanlah waktu untuk melakukan terapi menenangkan diri seperti meditasi, yoga, atau creambath di salon.

Tetaplah bersosialisasi dan ngobrol dengan teman-temanmu agar pikiran menjadi fresh. Selain mengurangi rasa cemasmu, tentu saja aura kebahagiaanmu akan menular juga pada sang bayi saat merawatnya sehingga si kecil selalu sehat dan ceria.

3. Jangan Terobsesi Menjadi ibu yang Sempurna

menjadi ibu yang sempurna
northshorechildguidance.org

Mulailah untuk berpikir realistis dan menghargai diri sendiri. Kamu mungkin sudah punya standar dan bayangan di pikiranmu tentang bagaimana menjadi orang tua yang ideal untuknya.

Pemikiran ini justru akan menyiksa dan menekan batin. Kamu akan merasa kecewa saat ternyata realita merawat bayi nggak berjalan sesuai yang kamu rencanakan. Padahal, dalam menjalani sesuatu yang baru, nggak bisa langsung sempurna tanpa kesalahan apa-apa.

jangan terobsesi menjadi ibu yang sempurna
providentialcounseling.com

Kamu mungkin sering melihat postingan orang lain yang tampak ceria bersama bayinya, lalu menganggap ia ibu yang baik, tidak seperti dirimu. Padahal, kita nggak pernah tahu apa yang terjadi di balik sosial media seseorang.

Mungkin saja ia juga sedang menghadapi masalah yang sama sepertimu. Untuk itu, fokuslah pada dirimu saja. Melakukan kesalahan sekali dua kali merupakan hal yang wajar dan bukan berarti kamu adalah orang tua yang gagal.

Baca Juga: Jangan Dilanggar, Ini Aktivitar Pantangan Ibu Hamil Agar Nggak Keguguran

4. Perbanyak Asupan Omega 3

omega 3
zwitsal.co.id

Bantuan asupan yang benar juga efektif membantu mengatasi baby blues syndrome, yakni konsumsi lemak omega-3 (EPA dan DHA). Omega-3 merupakan asam lemak esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh, sehingga harus didapat dari makanan.

Jika asupan omega 3 dan suplemen minyak ikan selama kehamilan cukup, ibu hamil biasanya cenderung lebih bisa menghindari baby blues syndrome

asupan omega 3
littlesunshine.com
​​​​​​​

Selain itu, asupan omega 3 bisa mengurangi risiko bayi prematur, lho. Sebaliknya, jika ibu hamil kurang mengkonsumsi omega 3, maka akan besar risiko bayi terkena diabetes tipe 1 dan mengalami keterlambatan dalam perkembangan verbal.

Omega 3 bisa kamu dapatkan dari makanan-makanan seperti ikan laut, kenari, dan sayuran.

Baca Juga: Deretan Mitos Tentang Ibu Hamil yang Nggak Harus Kamu Percaya

Mengalami perubahan yang drastis di kehidupanmu dengan kehadiran si kecil mungkin akan membuatmu kaget dan nggak siap. Kamu  juga akan selalu merasa kurang kompeten sebagai ibu.   

Namun, hal tersebut wajar adanya dan kamu memang masih perlu banyak belajar sehingga nggak masalah jika melakukan sedikit kesalahan. Semangat Sobat Qupas!

1 Comment
Rivan Willyanto
27/09 - 01:58
semangat ya bunda-bunda semuanya