4 Tanda Si Kecil Siap Diajarkan Potty Training atau Menggunakan Toilet Sendiri

21 September 2018, at 06:30
0
0
4 Tanda Si Kecil Siap Diajarkan Potty Training atau Menggunakan Toilet Sendiri

Potty training, atau yang juga dikenal dengan toilet training bagi anak yang memasuki usia balita, merupakan momen yang dinanti oleh banyak orang tua. Karena, dengan bisa menggunakan toilet secara mandiri, kita sudah nggak perlu repot lagi untuk membuang dan mengganti popoknya setiap saat.

Meskipun toilet training merupakan hal yang baik, tapi bukan berarti kita jadi memaksakan si kecil untuk melakukannya. Memasuki usia yang seharusnya cocok untuk toilet training pun, tidak berarti anak sudah siap. Namun, terlalu lambat mengajarkan anak pun bukan hal yang bijak. Lalu, tanda-tanda apa saja yang menunjukkan kesiapan si kecil?

Baca Juga: 6 Penyebab Pilek Pada Bayi yang Wajib Diperhatikan Oleh Orang Tua

1. Konsisten buang air di waktu-waktu tertentu saja

Sambil awasi si kecil
babybjorn.com

Jika waktu si kecil buang air bisa diprediksi di waktu-waktu tertentu, ini artinya ia sudah bisa mengatur otot-otot kandung kemihnya untuk tidak buang air terus-menerus. Misalnya saat baru bangun tidur, selesai makan, dan malam menjelang akan tidur. Tanda sederhana yang lain adalah jika ia bisa menahan untuk tidak pipis selama 1 hingga 2 jam atau tidak mengompol ketika sedang tidur dalam jangka waktu yang sebentar.

Kenali tanda si kecil siap potty training
momtricks.com

Nah, dengan adanya tanda ini, ibu juga jadi lebih mudah untuk mengantisipasi kapan ia akan buang air. Sehingga, para ibu bisa memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk melatih anak menggunakan toiletnya sendiri.

2. Meminta popoknya diganti secara rutin

Warna pot yang cantik untuknya
shopp.my

Anak yang sudah memiliki kesiapan untuk toilet training, juga akan merasa risih dan gelisah saat popoknya tidak diganti. Biasanya, ini karena ia merasa jijik dengan popok yang kotor dan ingin cepat-cepat melepasnya. Anak menjadi rewel dan terus-menerus meminta popoknya diganti baru secara rutin, bahkan ketika popok belum terlalu penuh.

Bentuk pot yang unik
twitter.com

Rasa risih ini bisa diartikan bahwa ia sudah mulai perhatian terhadap kebersihan tubuhnya dan ingin celana yang dipakainya selalu kering. Nah, kalau si kecil sudah menunjukkan gelagat ini, manfaatkanlah dengan mulai mengajak anak untuk buang air di toilet.

Baca Juga: 5 Barang Sepele ini Kadang Terlewatkan saat Liburan ke Pantai bersama Anak, Apa Saja?

3. Penasaran dan suka meniru saat orang lain menggunakan toilet

Pastikan si kecil senang
prettymessymellon.com

Kalau si kecil tiba-tiba berada di belakang membuntuti orang dewasa saat berjalan menuju toilet, jangan anggap sebagai hal yang biasa, ya. Karena ini bisa jadi merupakan tanda bahwa si kecil penasaran dengan bentuk toilet dan ingin tahu apa yang dilakukan orang saat berada di dalamnya.

Pelajari buku panduannya, ya!
kickstarter.com

Nah, jika ini terjadi, ibu bisa memanfaatkannya dengan langsung mendemonstrasikan langkah-langkah menggunakan toilet di depan anak. Ibu bisa mulai mengajari mulai dari membuka celana, duduk di atas toilet, hingga memencet flush saat ia sudah selesai buang air. Dengan begitu, saat anak ingin buang air, ia bisa langsung mempraktekkan cara-cara tersebut.

4. Merasa malu ketika buang air di depan orang lain

Bisa sambil membaca juga, nih!
babycastanonboard.com

Anak yang siap untuk toilet training, biasanya juga mulai memiliki rasa malu ketika buang air di depan orang lain. Biasanya, ia akan berlari ke tempat yang sepi atau bersembunyi agak tak terlihat. Ia juga memiliki kemampuan untuk mengontrol dan menahan buang air hingga tidak ada lagi yang melihatnya.

Jadi kapan dimulai, moms?
babyinfo.com.au

Tak hanya sekadar bersembunyi, biasanya si kecil juga menunjukkan ekspresi ingin buang air seperti mengejan atau terlihat gelisah dengan menjepit kedua kakinya. NBagi beberapa anak juga sudah dapat mengungkapkan keinginannya secara langsung, seperti mengucapkan kata "pipis" atau "pup". Ini artinya, ia sudah memahami cara kerja tubuhnya dan siap untuk berlatih menggunakan toilet.

Dalam memulai proses toilet training, para orang tua tidak harus menggunakan toilet dewasa secara langsung. Kita bisa memulainya dengan toilet-toilet dengan ukuran kecil, yang dijual toko perlengkapan bayi, dengan warna cerah yang bisa menarik perhatiannya. Selain itu, dibutuhkan kesabaran yang ekstra dalam mengajari anak kecil yang selalu berubah-ubah. Saat ini bisa saja ia mau menuruti semua langkah yang kita tunjukkan, lalu tiba-tiba menolak dan rewel keesokan harinya.

Serta, pastikan ia selalu berada dalam pengawasan orang tua saat berlatih untuk menghindari kecelakaan, terpeleset, atau hal-hal buruk lainnya. Yang pasti, jangan terlalu memaksakan karena itu justru akan membuatnya frustasi dan memperlambat proses kesiapannya secara alami. Bagaimana, apakah buah hati ibu sudah siap dilatih toilet training?

0 Comment