4 Tips Agar Bayi Tidak Terkena Kematian Mendadak Saat Tidur

04 October 2018, pada 04:02
0
0
4 Tips Agar Bayi Tidak Terkena Kematian Mendadak Saat Tidur

Bayi adalah fase rentan dalam pertumbuhan manusia. Dengan kata lain, bayi lebih mudah mengalami trauma, baik fisik maupun mental, dan juga memiliki risiko kematian lebih besar. 

Seram? Memang, tapi lebih baik kita memahaminya dengan tepat dan bijak daripada hal buruk terjadi pada anak kita. Termasuk tentang posisi tidur bayi yang aman dan nyaman. 

Sulit memang mengatakan apakah anak kita yang masih berusia di bawah 5 bulan merasa nyaman dengan posisi tidurnya. Tapi setidaknya, kita tahu posisi seperti apakah yang aman untuk seorang bayi. Nah, berikut ini adalah fakta tentang posisi tidur bayi yang tepat.

1. Berikan Tempat Khusus untuk Bayi

prokal.co

Percaya atau tidak, ternyata kebiasaan menidurkan bayi di ranjang yang sama dengan orang tua itu sangat lah tidak baik. Meski tujuannya mulia, misalnya untuk merekatkan bonding antara bayi dan ibu atau ayah, membiarkan bayi tidur di tengah-tengah ranjang orang tua dapat membahayakan nyawa bayi.

Mengapa hal ini mungkin? Sekarang, coba bayangkan. Dengan menidurkan bayi di ranjang yang sama dengan orang tua berarti meletakkan bayi di media kasur yang sebetulnya kurang cocok untuk bayi. Apalagi kalau si kecil disandarkan pada bantal milik orang tuanya. 

Kondisi seperti ini bisa meningkatkan risiko bayi tercekik akibat posisi dan kelengkapan tidur yang kurang pas untuk struktur tubuh, utamanya kepala bayi. Karena itu, upayakan menempatkan si kecil pada box tidur khusus untuk bayi. Tempat ini relatif lebih aman untuk para bayi.

Baca juga: Awas, Mencium Bayi yang Baru Lahir Bisa Sebabkan Hal Berbahaya ini

2. Singkirkan Boneka dan Mainan 

littlebossworld.com

Posisi tidur bayi yang aman dan nyaman juga ditentukan oleh ada tidaknya gangguan di sekitarnya. Bayi yang masih berukuran begitu kecil dan memiliki struktur tulang yang masih lunak sebaiknya dihindarkan dari benda-benda dengan tekstur kasar dan kepadatan yang kuras, terutama ketika ia sedang tidur.

Ia mungkin tidak seperti kamu, yang apabila menindih sesuatu yang keras ketika tidur akan langsung bereaksi dengan menyingkirkannya. Bayi cenderung akan diam saja, padahal mungkin ia merasa tidak nyaman ketika ia berguling-guling tak sengaja menindih boneka yang ia mainkan. 

3. Kondisikan Suhu Sekitar Bayi

orami.co.id

Orang dewasa saja akan merasa risih atau tidak nyaman ketika ia harus tidur dengan suhu lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin. Sayangnya, bayi yang masih memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi tentu akan sulit menyampaikan ketidaknyamanannya pada saat tidur.

Karena itu, para ibu wajib menyadari faktor lingkungan yang aman dan nyaman bagi si kecil ketika tidur. Kalau kamar baby kamu dilengkapi unit AC, usahakan untuk mengatur suhu yang tidak terlalu dingin. Ingat, tingkat toleransi dingin orang tua berbeda dari bayi.

Begitu pula jika kamu menempatkan pemanas ruangan di kamarnya. Periksa lah apakah bayi kecilmu sudah nyaman dengan suhu yang kamu atur. 

Selain faktor ruangan, jangan lupa memastikan bahwa ia mengenakan pakaian tidur yang paling nyaman untuknya--senyaman ketika ia masih ada dalam kandungan. Lebih baik, hindari menggunakan selimut. Kamu bisa menggantinya dengan penutup lain untuk melindungi bayi dari gigitan nyamuk.

4. Tidur Terlentang Terbaik

merries.co.id

Kalau selama ini kamu merasa baik-baik saja dengan membiarkan junior tidur dengan berbagai posisi, misalnya miring dan bahkan tengkurap, kamu keliru. Faktanya, posisi tubuh tidur yang aman dan nyaman untuk bayi adalah terlentang.

Mengapa terlentang? Karena saat posisi tubuhnya terlentang, risiko dirinya mengalami gangguan pernapasan dan faktor lainnya akan lebih kecil.

Tidur menyamping atau tengkurap bisa memicu bayi mengalami sesak napas. Kalau kamu tidak segera mengubah posisinya, bukan hal tidak mungkin si kecil bisa mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu lah ada istilah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) yang disinyalir dipicu, salah satunya oleh posisi tidur.

Supaya aman dan nyaman, rajin-rajinlah memeriksa posisi tidur juniormu. Ketika ia sudah terlalu lama tidur miring, segera kembalikan dia ke posisi terlentang. Tapi, jangan lupa untuk melengkapi bayi dengan peralatan tidur yang sesuai untuknya.

Sudah puas dengan fakta-fakta di atas? Selain poin-poin tersebut, kamu mungkin bisa menemukan hal lain yang juga penting untuk diperhatikan--terutama untuk memberikan kondisi tidur yang aman dan nyaman untuk si kecil. 

Tapi, yang paling penting dari semua hal itu adalah agar kamu bisa merasakan dan mempertimbangkan posisi tidur paling sempurna untuknya. Seringkali kita beranggapan bahwa yang nyaman untuk kita, juga nyaman untuk bayi kecil. Tidak selalu ya!

0 Komentar