4 Wisata di Kepulauan Seribu yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Indonesia, Mampir Yuk!

02 October 2019, at 15:00
0
0
4 Wisata di Kepulauan Seribu yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Indonesia, Mampir Yuk!

Kepulauan Seribu bukan cuma punya pantai-pantai yang menawan. Sejumlah objek wisata di utara Jakarta ini juga cukup menarik untuk dikunjungi. Apalagi buat para pecinta sejarah.

Bicara soal wilayah yang juga dikenal dengan nama Pulau Seribu, tempat ini memang nggak lepas dari zaman penjajahan. Termasuk juga terkait dengan VOC.

Nah, buat kamu para pecinta sejarah, cobain deh liburan ke wisata pulau di Kepulauan Seribu ini. Dijamin nggak bakal nyesel!

1. Pulau Kelor

pulau kelor kepulauan seribu
instagram.com/rifa.dz

Berada di Pulau Kelor, kamu pasti bakal terpesona dengan Benteng Martello yang desainnya cantik. Bahkan tempat yang didirikan oleh VOC untuk menghadapi serangan laut pada abad 17 sampai 18 ini menyimpan kisah sejarah.

Sesuai dengan namanya, Benteng Martello terinspirasi dari Mortella Point di sebuah pulau di Corsica, Prancis.

pulau kelor
instagram.com/ervinerwin

Bangunan setinggi 12 meter ini dibuat dari mata merah yang berbentuk menyerupai lingkaran. Ternyata hal ini punya tujuan khusus, yaitu agar tahan terhadap tembakan meriam dengan manuver 360 derajat.

Bukan cuma sebagai benteng pertahanan. Ternyata Martello juga digunakan sebagai tempat eksekusi tahanan Belanda. Nggak heran kalau dulu destinasi ini dinamakan sebagai Pulau Kerkhof oleh Pemerintah Hindia Belanda. Artinya pun ngeri, yaitu kuburan.

benteng martello
instagram.com/ditatimorensis

Untuk menuju Pulau Kelor, kamu perlu ke Dermaga Muara Kamal maupun Dermaga Marina Ancol. Kalau di Muara Kamal bisa menyewa perahu, di Dermaga Marina Ancol bisa menggunakan speedboat.

Soal tarif transportasi, harganya beragam, yaitu mulai dari Rp100 ribu. Sedangkan untuk bisa masuk ke cagar budaya di Jakarta ini, kamu cuma perlu membayar tiket masuk senilai Rp5 ribu. Tapi ingat, tarif bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pengelolanya ya!

2. Pulau Onrust

pulau onrust
instagram.com/reraaaaay

Pulau yang kini jadi wisata di Kepulauan Seribu ini juga berkaitan dengan zaman penjajahan. Pada masa kolonial Belanda, rakyat setempat menyebutnya Pulau Kapal. Hal tersebut karena wilayah ini sering dikunjungi oleh kapal-kapal Belanda menuju Batavia.

Tahun 1618, Gubernur Jenderal VOC Jan pieterzoon Coen sempat menjadikan Pulau Onrust ini sebagai tempat pertahanan. Bahkan wilayah ini juga sempat dijadikan menjadi berkumpulnya tahanan hingga karantina penyakit menular. Selain itu, pernah juga difungsikan sebagai asrama haji.

Setelah masa VOC, pulau di wilayah DKI Jakarta ini smepat terlantar sampai akhirnya dijarah warga tahun 1968. Untuk menyelamatkannya, mantan Gubernur Ali Sadikin akhirnya menyematkan status suaka sejarah.

pulau onrust kepulauan seribu
instagram.com/pramitamega

Saat liburan ke pulau ini, kamu bukan cuma bisa melihat sisa-sisa reruntuhan bangunan di zaman Belanda. Ada pula museum sejarah bernama Taman Arkeologi Onrust. Untuk bisa masuk ke museum ini, kamu cuma perlu bayar tiket masuk mulai dari Rp2 ribu sampai Rp5 ribu aja, lho.

Tertarik untuk berkunjung? Kamu bisa memulai perjalanan dari tiga pelabuhan, yaitu:

  • Pelabuhan Muara Kamal
  • Pelabuhan Marina Ancol
  • Pelabuhan Tanjung Pasir

Kamu bisa naik kapal selama kurang lebih 30 menit menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Muara Kamal dan Pelabuhan Tanjung Pasir. Tapi kalau ingin mempersingkat waktu, kamu bisa menggunakan speedboat yang diberangkatkan dari Pelabuhan Marina Ancol. Hanya saja harga sewanya lebih mahal daripada kapal kayu.

3. Pulau Cipir

pulau cipir
instagram.com/ratnanovalia

Pulau ini termasuk dalam Taman Arkeologi Onrust. Destinasi yang dulunya bernama Pulau Cuyper ini juga dikenal dengan nama Pulau Kahyangan. Pada masa VOC, Pulau Cipir juga menjadi tempat karantina hati dan orang-orang yang mengidap penyakit menular.

Hampir sama dengan Pulau Onrust yang ada diseberangnya, destinasi ini punya barak karantina haji yang kini bangunannya sudah nggak utuh. Berjalan ke sisi berseberangan dari dermaga, kiba bakal melihat reruntuhan bangunan yang menghadap ke laut.

Di zaman Belanda, bekas gedung itu adalah bangsal rumah sakit. Tapi di masa penjajahan Jepang, bangunan tersebut dijagikan sebagai tempat hukum gantung untuk orang Belanda dan pribumi. Ngeri banget nggak sih?

pulau cipir khayangan
instagram.com/missblue_22

Hal menarik lain dari Pulau Cipir ini juga terdapatnya bekas benteng bundar besar. Nggak seperti yang ada di Pulau Kelor maupun Onrust, tapi berupa benteng pertahanan biasa.

Transportasi unutk menuju wisata di Jakarta ini nggak terlalu sulit. Dari Halte Rawabuaya, kamu bisa melanjutkan perjalanan menggunakan mobil plat hitam (mobil carry) sampai di Dermaga Muara Kamal. Ongkosnya sekira Rp8 ribu sampai Rp9 ribuan.

Nah, dari Dermaga, langsung saja sambung lagi menggunakan perabu untuk menyeberang ke Pulau Cibir dengan estimasi waktu selama 20 sampai 25 menitan.

Baca juga: Pulau di Jakarta Ini Cantiknya Nggak Kalah dari Maldives!

4. Pulau Edam

pulau edam
instagram.com/amos.simanjuntak

Nama Pulau Edam terinspirasi dari sebuah kota di Belanda. Dulu sebelum dibangun oleh VOC, konon tempat ini kosong dan jadi tempat singgah bajak laut.

Untuk menghilangkan kesan negatif tersebut, kemudian pemerintah Belanda pun menggalakkan sejumlah aktivitas sampai bangunan di sana.

Hasilnya, sekarang masih ada mercusuar yang ikonik sampai bekas fondasi rumah peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda saat itu. Kalau masuk lebih dalam, kamu juga bisa melihat bekas bunker Jepang sampai makam Ratu Syarifah Fatimah serta pengikutnya.

pulau damar besar
instagram.com/sehatdinati

Nah, itu dia keempat wisata di Kepulauan Seribu yang sarat akan sejarah. Untuk bisa sampai di semua destinasi tersebut, kamu bisa menggunakan speedboat dari Dermaga Marina Ancol. Alternatif lainnya menggunakan Kapal Dishub dari Muara Angke dan Muara Kamal di Jakarta Utara.

Jadi, siapa yang suka sejarah? Jangan ragu lagi deh untuk mengunjungi semua tempat tersebut. Dijamin nggak bakal nyesel!

0 Comment