5 Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Tentang Uang

05 October 2018, at 06:44
1
0
5 Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Tentang Uang

Mengajari anak tentang pentingnya uang itu tak semudah berkata-kata. Dalam praktiknya, para orang tua sering bingung harus berbuat apa ketika si anak menunjukkan respon negatif.

Penyebabnya, mungkin karena kamu belum tahu strategi tepat untuk memberi pemahaman kepada anak tentang uang. Anak berusia 3 dan 10 tahun tentu saja memiliki tingkat pemahaman yang berbeda.

Kali ini, Qupas memberimu tips melatih anak menghargai uang sesuai dengan level usianya. Yuk, kita simak!

1. Nilai uang bagi Balita

orami.co.id

Kamu pasti bertanya-tanya, bagaimana caranya mengajari seorang balita tentang pentingnya uang? Paham definisi uang saja, belum tentu--apalagi mengerti seberapa penting benda tersebut?

Justru pada level ini, orang tua perlu menerapkan pendidikan dini tentang uang kepada anak mereka.

Kamu bisa memulainya dengan melatih anakmu memahami konsep kuota atau jatah. Misalnya saat mengajak mereka ke restoran ramah anak, ini bisa jadi momen belajar yang pas.

ibudanbalita.com

Misalnya, dengan memberi mereka jajanan tertentu pada waktu-waktu tertentu pula. Secara rutin, kamu bisa membagikan kue kepada anakmu setiap hari Minggu. Lama-lama, anak akan mengerti kalau ia perlu menggunakan sesuatu pada porsinya.

2. Mengajari Anak Usia di Bawah 7 Tahun Tentang Uang

gotomalls.com

Di Indonesia, para orang tua biasa memberikan uang saku kepada anak ketika ia mulai masuk SD. Sebelum mereka memasuki stage ini, kamu bisa mengenalkan konsep uang.

Caranya bisa bermacam-macam. Misalnya, kamu bisa mengajak anak bermain jual-beli dengan uang kecil. Atau kamu bisa menunjukkan proses jual beli sederhana kepada mereka.

resepkoki.id

Ajaklah mereka pergi ke toko atau swalayan. Kemudian, kamu bisa menunjukkan bahwa barang-barang yang dijual di sana memiliki harga-harga tertentu. Tunjukkan seberapa besar nilai barang tersebut. 

Tidak perlu buru-buru. Sesuaikan proses ini dengan kemampuan anakmu merespon teknik yang kamu terapkan.

3. Anak 7-11 Tahun Sudah Paham Cara Menggunakan Uang

baca.co.id

Pada rentan usia 7-9 tahun, rata anak Indonesia sudah tahu cara menggunakan uang sebagai alat tukar dalam proses perdagangan. Meskipun masih sederhana, tapi kamu patut membekali mereka dengan prinsip-prinsip yang positif.

Selain memberi mereka kebebasan untuk menggunakan uang dengan batas-batas tertentu, kamu juga perlu mulai mengenalkan mereka tentang cara menabung. Dari total jumlah uang saku yang kamu berikan kepada mereka, ajaklah mereka untuk menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

baca.co.id/

Kalau ini berjalan lancar, kemungkinan besar ketika sang anak sudah berusia 11 tahun, ia sudah memahami bagaimana cara mengelola keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. 

Baca juga: Keren! Inilah 7 Hot Daddy Hollywood yang Dekat dengan Anak-anaknya

4. Mengelola Uang Bagi Anak Usia 12-16 Tahun

idntimes.com

Kalau sebelumnya kamu terbiasa memberi uang saku kepada anak setiap hari, sejak mereka menginjak usia 12 tahun, kamu bisa mulai mengatur pemberian uang saku setiap sebulan sekali. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan kemampuan finansial si orang tua.

Mengapa cara ini efektif? Karena dengan memberlakukan pola ini, kamu bisa mengajari mereka tentang konsep budgeting atau pengelolaan dana. 

glints.co.id

Cara ini bisa membantu mereka mempelajari cara mengatur keuangan pribadi. Mereka akan belajar tentang memisahkan kebutuhan, keinginan dan alokasi untuk tabungan.

5. Anak 16 Tahun Ke Atas Wajib Bijak Menggunakan Uang

nymag.com

Sudah jelas kalau anak berusia 16 tahun ke atas harus sudah mentas dari dilema pengelolaan uang saku. Dengan kebutuhan mereka yang mungkin jauh lebih beragam, si anak akan berupaya untuk mencukupi kebutuhan tanpa bantuan ekstra dari orang tua.

Di masa ini, kamu harus mengawasi aktivitas finansial mereka tanpa bertindak berlebihan. Jangan terlalu mengekang, tapi juga tidak memberikan terlalu banyak kelonggaran.

Baca Juga: 4 Tanda Si Kecil Siap Diajarkan Potty Training atau Menggunakan Toilet Sendiri

Jika memungkinkan, kamu bisa memberikan kesempatan kepada anak untuk membeli kebutuhan sekolahnya dengan uang saku yang ia sisihkan. Meskipun kebutuhan sekolah termasuk ke dalam tanggunganmu, tapi apa salahnya jika anak sudah mampu membantu orang tua dan meringankan sedikit bebannya?

babycouture.in

Meski gampang-gampang susah, kamu tidak boleh menyerah dalam mengajari anak memahami pentingnya uang. Justru dari proses yang tidak sebentar ini terbukti kalau anak memang perlu diperkenalkan kepada uang oleh orang tuanya. 

Coba bayangkan bagaimana nanti mereka akan tumbuh dengan uang di tangan tanpa mengetahui cara memanfaatkan benda tersebut secara bijaksana. Bijak menggunakan uang adalah skill yang wajib dimiliki setiap orang, termasuk anak kamu.

Skill ini pasti akan berguna ketika nanti mereka sudah lebih besar, misalnya ketika anak mendapat beasiswa prestasi untuk melanjutkan pendidikan. Mengatur budget beasiswa untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan keperluan lainnya tidak mudah lho!

0 Comment