Qupas Family

5 Dampak Negatif Jika Orang Tua Sering Memaksa Anak Belajar Agar Dapat Nilai Bagus

16 February 2020, at 08:00
5 Dampak Negatif Jika Orang Tua Sering Memaksa Anak Belajar Agar Dapat Nilai Bagus

Bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia, nilai di sekolah mesih menjadi tolak ukur utama atas kecerdasan atau kemampuan akademik seseorang. Maka dari itu, nggak heran kalau banyak orang tua yang memaksa anaknya belajar demi mendapatkan nilai yang bagus.

Padahal, memaksa anak belajar bukan sesuatu yang dianjurkan lho. Hal tersebut justru dapat membawa dampak buruk bagi buah hati.

Berikut ini beberapa dampak negatif memaksa anak belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus. Apa saja?

1. Risiko Tertekan dan Mengalami Gangguan Mental

Anak Stres (Foto: metroparent.com)
metroparent.com

Anak-anak seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain daripada berkutat dengan buku-buku pelajaran akademik.

Apabila orang tua memaksa si kecil belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus, maka ia akan merasa dituntut akan hal tersebut. Secara nggak langsung, buah hati akan merasa tertekan dan mudah cemas.

2. Anak Mudah Lelah

Anak Sakit (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Nggak hanya menjadi mudah stres dan berisiko depresi, si kecil yang sering dipaksa belajar untuk mendapatkan nilai bagus juga mudah lelah dan sakit lho.

Daya tahan tubuhnya akan berkurang karena waktu belajar yang melelahkan dan penuh tekanan. Selain itu, perasaan nggak bahagia tersebut juga bisa membuat buah hati mengalami gangguan tidur.

3. Menghilangkan Semangat

Anak Belajar (Foto: verywellhealth.com)
verywellhealth.com

Bukannya menambah semangat, memaksa anak untuk belajar justru akan menghilangkan semangatnya.

Mungkin ia terlihat antusias membolak-balik halaman buku pelajarannya, namun hal tersebut dilakukan dengan terpaksa agar nggak mendapatkan hukuman atau omelan saja.

Baca juga: Ikut Les atau Kursus Sejak Kecil, Baikkah untuk Perkembangan Anak?

4. Merusak Kerpercayaan Diri

Anak Sekolah (Foto: pinterest.com)
pinterest.com

Terlalu banyak waktu dan hal yang dipelajari membuat otak si kecil nggak bisa menyerap dengan optimal, hasilnya ia justru akan mengalami penurunan prestasi.

Kalau sudah begini, memaksa anak belajar demi mendapatkan nilai yang maksimal hanya akan membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Nilai yang jelek akan membuatnya meresa rendah diri dan nggak bisa membuat orang tuanya bahagia.

5. Mengalami Gangguan Komunikasi

Gangguan Komunikasi (Foto: parentmap.com)
parentmap.com

Mengurangi waktu bermain dan memperpanjang waktu belajar ternyata juga berisiko membuat si kecil mengalami gangguan komunikasi.

Pasalnya, buah hati mungkin akan terlalu fokus belajar dan jarang berinteraksi sosial dengan teman atau lingkungan sekitarnya.

Meskipun akan sangat membanggakan apabila memiliki anak yang nilai di sekolahnya bagus, namun ada baiknya apabila Sobat Qupas nggak memaksa si kecil untuk belajar terlalu keras hanya demi nilai ya. Sebaliknya, mintalah buah hati belajar untuk memahami materi di sekolah.