5 Gunung di Pulau Jawa dengan Ketinggian Sedang, Cocok untuk Pemula

07 September 2018, at 14:29
1
0
5 Gunung di Pulau Jawa dengan Ketinggian Sedang, Cocok untuk Pemula

Kecantikan alam Indonesia bukan hanya terletak pada kawasan perairannya. Wilayah dataran tinggi seperti gunungpun mampu memikat siapa saja yang memandangnya. Terlebih lagi, Indonesia merupakan salah satu negara yang punya banyak gunung dan tersebar di beberapa daerah.

Indonesia sendiri menjadi lintasan dua jalur pegunungan muda, yakni Sirkum Pasifik dan Mediterania. Karenanya, nggak heran kalau di Tanah Air ada begitu banyak gunung. Bahkan, tak sedikit wilayah dataran tinggi ini punya pemandangan yang menakjubkan, terutama saat berada di puncaknya. Nggak heran kalau banyak pendaki yang ingin menaklukkan deretan pegunungan ini meski aksesnya sangat sulit dan super menantang.

Lalu, bagaimana untuk pendaki pemula yang notabene belum punya pengalaman melewati jalur ekstrem? Jangan khawatir, ada juga kok gunung di Indonesia yang bisa ditaklukkan oleh pemula, khususnya di Pulau Jawa. Penasaran? Yuk, intip beberapa gunung yang Qupas rekomendasikan buat kamu!

Baca juga: 5 Wisata Semarang dengan Pemandangan Lereng, Bikin Ketagihan Foto

1. Gunung Penanggungan, Mojokerto, Jawa Timur

gunung penanggungan
instagram.com/nabiladeva_

Gunung yang juga disebut sebagai Pawitra dan ada di perbatasan Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur ini cocok untuk pendaki pemula. Penanggungan pun kerap disebut sebagai miniatur Semeru. Sebab, puncaknya mirip dengan milik Gunung Semeru, yakni punya permukaan yang tandus.

Ada 3 jalur yang bisa dilewati untuk menuju ke Penanggungan, mulai dari Desa Tamiajeng, Jolotundo dan Ngoro. Dari ketiganya, Tamiajeng, Trawas adalah rute paling favorit karena jarak tempuhnya terbilang lebih cepat, kira- kira selama 3 jam dari basecamp. Selain itu, akses melalui rute ini juga nggak terlalu sulit. Tiket masuk melalui jalur ini sebesar Rp 8 ribu dengan kantong plastik besar untuk menampung sampah.

pemandangan gunung penanggungan
instagram.com/fisca_fauziah

Lebih panjang dari Tamiajeng, jalur Jolotundo punya track yang lebih landai. Pintu pendakian via Jolotundo pun berada di Desa Trawas, dengan jarak 30 menit dari jalur Tamiajeng. Dari basecamp Jolotundo, kamu membutuhkan waktu kurang lebih selama 4,5 jam untuk bisa sampai ke puncak Penanggungan.

Terakhir adalah jalur melalui Desa Ngoro, dimana aksesnya lebih berat dan panjang daripada Tamiajeng serta Jolotundo. Jalur melalui Ngoro ini didominasi oleh jalan setapak dan terdapan tanjakan dengan kemiringan 80 derajat. Jadi, sebaiknya pilih jalur yang lebih mudah saja agar pendakian tetap berjalan lancar. Tentu saja, kamu tetap bisa merasakan serunya mendaki gunung.

2. Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat

tracking gunung papandayan
instagram.com/tedymarvel

Berada di ketinggian 2665 mdpl, Gunung Papandayan yang terletak di Garut, Jawa Barat ini juga favorit untuk para pendaki pemula. Apalagi, keindahan alamnya juga menakjubkan. Di sini, kamu akan menemukan banyak kawah,mulai dari Kawah Mas, Baru, Nangklak dan Manuk. Ada juga padang Edelweis serta hutan mati yang cocok banget untuk hunting foto.

Untuk mendaki Gunung Papandayan ini, kamu butuh waktu sekira 4 sampai 5 jam saja. Kombinasi jalir tracking yang naik dan landai akan kamu temui di sini. Untuk bisa sampai ke puncak Papandayan, kamu pun harus melewati beberapa pos pemberhentian. Di pos pertama, kamu masih menjumpai sumber air serta warung makan dan kopi.

gunung papandayan
instagram.com/lelyrahmaputri

Sementara di perjalanan menuju ke pos selanjutnya, ada 2 jalur, dengan akses yang ekstrem hingga normal. Jalur ekstrem memang bisa membuatmu langsung sampai ke kawasan hutan mati. Tapi, sebaiknya gunakan jalur normal hingga sampai ke pemberhentian selanjutnya, yakni Pondok Salada. Di sini, kamu pun bisa mendirikan tenda dan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju hutan mati dan tempat tumbuhnya edelweis, yakni Tegal Alun.

Untuk bisa ke hutan mati dan Tegal Alun, sebaiknya pilih jalur landai sehingga perjalanan lebih aman. Meski terbilang mudah, tapi tetap hati-hati saat melewatinya. Jangan lupa juga untuk menyediakan botol air serta senter karena di lokasi ini kerap turun kabut.

3. Gunung Andong, Magelang, Jawa Tengah

tracking gunung andong
instagram.com/rini_nay

Gunung Andong terletak di Magelang, Jawa Tengah, nggak jauh dari Merbabu. Waktu pendakiannya pun bisa hanya memakan waktu kurang lebih 3 jam. Jadi, nggak heran jika gunung dengan ketinggian 1726 ini juga cocok untuk para pemula. Meski begitu, pemandangan di area ini nggak kalah menakjubkan dengan menyugukan 4 puncak sekaligus, seperti Puncak Makam, Jiwa, Andong dan Alap-Alap.

Sebanyak 3 jalur yang bisa digunakan untuk menuju ke Gunung Andong, yakni melalui Dusun Sawit, Gogik, dan Pendem. Namun, jalur pendakian via Dusun Sawit adalah yang paling populer. Jika lewat rute ini, pendaki harus melakukan registrasi di Basecamp Taruna Jaya Giri yang berada di RT 3/RW 3, Girirejo, Ngablak, Kabupaten Magelang.

camping di gunung andong
instagram.com/charlie.blupz

Perjalanan dari basecamp menuju ke pos 1 akan melewati ladang penduduk. Selama 30 menit perjalanan menuju lokasi, track yang dilalui pun nggak terlalu terjal. Dari pos 1 menuju tempat pemberhentian selanjutnya, ada anak tangga yang akan memudahkanmu untuk mendaki. Dari sini, kamu pun bisa menuju lokasi perkemahan saat mengambil arah ke kanan.

Puncak Jiwa adalah lokasi perkemahan yang digunakan oleh pendaki. Ada pula Puncak Alap-alap yang juga merupakan tujuan bagi para pendaki. Suguhan panorama cantik dari ketinggian ribuan meter pun tentu akan memesonamu. Tertarik untuk berkunjung ke gunung di Jawa Tengah ini?

Baca juga: 7 Padang Savana di Indonesia, Jangan Sampai Terbakar seperti Gili Lawa ya!

4. Gunung Lemongan, Lumajang, Jawa Timur

pemandangan gunung lemongan
instagram.com/reinatafebriyantik

Gunung yang terletak di Desa Papringan, Klakah, Lumajang, Jawa Timur ini juga cocok untuk pendaki pemula. Dengan ketinggian 1676 mdpl dengan jalur yang nggak terlalu ekstrem, kawasan ini memang cukup favorit. Apalagi, pemandangan cantik yang disuguhkan saat berada di puncak juga akan kamu temukan.

Kamu akan melewati alur dimulai dari Pesanggrahan Mbah Citro, rumah mendiang sang juru kunci Gunung Lemongan. Dari sini, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke pos pemberhentian selanjutnya yang dinamakan dengan Watu Gede. Selama perjalanan, jalanan berbatu dengan pasir serta tanjakan akan menyambutmu sebelum menuju ke "gerbang".

gunung lemongan
instagram.com/nasriyah_ika

Selanjutnya, kamu akan menemui jalur dengan bebaruan pada serta pasir. Vegetasi hutan pun akan mulai terlihat saat kamu tiba di tempat pemberhentian, Sumber Tetes atau Pos Guci. Kalau kamu beruntung, air yang tertampung dari guci di bawah batu berlumut bisa kamu minum.

Setelah melalui berbagai rintangan, kamu pun akan menjumpai puncak Gunung Lemongan dengan panorama menakjubkan. Di sini, kamu bisa melihat Ranu Klakah dan Pakis dari atas. Pemandangan Gunung Semeru pun bisa kamu lihat. Jadi, tertarik untuk mendaki ke sini?

5. Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah

pemandangan gunung ungaran
instagram.com/nur_f4121n

Gunung Ungaran berada di Semarang, Jawa Tengah dengan jarak tempuh 40 km dari pusat kota. Gunung ini punya 3 puncak, yakni Gendol, Botak dan Ungaran. Panorama yang disuguhkan pun sangat cantik. Tracking-nya pun cukup aman sehingga cocok untuk kamu yang baru belajar mendaki.

Untuk bisa sampai ke puncak, kamu bisa menghabiskan waktu sekira 4 jam melalui jalur Jimbaran. Mulai dari landai hingga jalanan curam pun akan kamu lalui untuk bisa menuju ke puncak dataran tinggi ini. Sekitar 3 pos akan kamu lalui untuk bisa mencapai puncak.

gunung ungaran
instagram.com/fikamr

Menariknya lagi, kamu juga akan melewati kebun teh di perjalanan. Namun, setelah melewati kebun teh, jalanan akan semakin menantang. Jadi, sebaiknya tetap jaga stamina agar perjalananmu tetap aman dan nyaman.

Meski beberapa gunung di Pulau Jawa tersebut bisa dilalui pemula, namun jangan lupa untuk selalu menjaga stamina tubuh, membawa segala kebutuhan layaknya seorang pendaki profesional serta mengikuti aturan yang ada. Sebab, perjalanan yang ditempuh nggak hanya butuh waktu 1 atau 2 jam saja. Nah, kalau kondisi tubuh tetap prima dan segala keperluan terbawa, pendakianmu pasti berjalan lancar. Jadi, gunung mana yang kamu pilih untuk berpetualang?

0 Comment