Qupas Family

5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Toilet Training, Sebaiknya Dihindari Ya!

16 December 2019, at 08:00
5 Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Toilet Training, Sebaiknya Dihindari Ya!

Toilet training atau bisa juga disebut potty training merupakan proses mengajarkan anak untuk menggunakan toilet secara mandiri. Biasanya, kegiatan ini dilakukan ketika buah hati berusia 18 sampai 24 bulan, namun beberapa anak baru bisa melakukannya pada usia 3 tahun.

Saat-saat toilet training biasanya menjadi momen yang menantang, baik untuk si kecil maupun orang tua yang mendampinginya. Dibutuhkan kesabaran dan trik khusus agar buah hati mampu melakukannya dengan tepat.

Meskipun demikian, nggak jarang orang tua melakukan beberapa kesalahan toilet training berikut ini. Catat dan hindari ya!

1. Anak Belum Siap

potty training
theconversation.com

Nggak ada aturan yang pasti kapan anak perlu diajarkan menggunakan toilet secara mandiri. Akan tetapi, melakukan toilet training terlalu dini saat si kecil belum siap merupakan sebuah kesalahan.

Pasalnya, anak usia kurang dari 3 tahun pada umumnya belum memiliki kemampuan untuk memutuskan kapan harus pergi ke toilet.

Orang tua perlu memerhatikan tanda-tanda bahwa buah hati sudah siap menerima toilet training seperti sudah memiliki kemampuan motorik yang baik, memahami istilah buang air, dan mengatakan saat hendak buang air.

2. Nggak Konsisten

toilet training
pinterest.ca

Konsisten merupakan salah satu kunci keberhasilan toilet training. Seperti yang sudah disebutkan di atas, mengajarkan pada buah hati untuk menggunakan toilet secara mandiri bukanlah sesuatu yang mudah dan membutuhkan sebuah komitmen.

Orang tua mungkin tergoda untuk memakaikan popok kepada si kecil di saat-saat tertentu agar lebih mudah, namun hal ini bisa merusak toilet trainingnya lho.

3. Marah Saat Terjadi "Kecelakaan"

kesalahan toilet training
mybabydoo.com

Kesalahan toilet training selanjutnya adalah marah saat terjadi "kecelakaan" seperti mengompol. Padahal, dalam proses pembelajaran tersebut sangat wajar bagi buah hati untuk melakukan kesalahan.

Marah kepada anak akan membuatnya ketakutan dan memilih untuk menahan keinginan buang airnya, bahkan saat duduk di toilet. Hal tersebut pastinya akan mengganggu proses toilet training.

Baca Juga: 4 Tanda Si Kecil Siap Diajarkan Potty Training atau Menggunakan Toilet Sendiri

4. Pola Makan Kurang Serat

parenting
tasteofhome.com

Selain hal-hal di atas, pola makan kurang serat untuk anak ternyata juga menjadi salah satu kesalahan saat toilet training lho!

Serat nggak hanya dibutuhkan oleh orang dewasa, namun juga anak-anak. Konsumsi tinggi serat akan membantu proses pencernaan si kecil dan tentu saja mempermudah kegiatan toilet training.

5. Pencernaan Anak yang Nggak Sehat

anak sakit
todaysparent.com

Seringkali, orang tua hanya fokus pada kegagalan toilet training tanpa mencari tahu apa penyebab pastinya. Lebih dari 30 persen anak usia 2 hingga 10 tahun mengalami kontipasi, akan tetapi orang tua nggak menyadari hal tersebut.

Gejala dari kontipasi pada anak yaitu kurang buang air besar, buang air besar tiba-tiba, nyeri ringat di perut, mengompol, dan lain sebagainya.

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa kesalahan toilet training untuk anak yang sebaiknya orang tua hindari.