5 Langkah Mudah Membuat Anak Betah di Rumah

06 October 2018, pada 07:00
1
0
5 Langkah Mudah Membuat Anak Betah di Rumah

Bun, pernah merasa kesal dan bingung nggak karena anak sering nggak betah berada di rumah? Rasanya, ini jadi masalah orang tua masa kini.

Pasalnya, kehidupan sosial anak di luar sana memang terlihat jauh lebih menarik daripada di rumahnya sendiri. Apalagi kalau kedua orang tuanya sama-sama bekerja. 

Sebenarnya, meskipun orang tua bekerja, anak bisa saja tetap betah di rumah. Coba deh, praktikkan cara-cara ini untuk membuat anakmu lebih betah bermain di rumah.

1. Pahami Perspektif Anak

blogspot.com

Tak peduli berapa pun usia anakmu, sebagai orang tua, kamu wajib memahami cara pikirnya. Kamu tidak perlu selalu mengikuti kemana ia pergi atau apa saja yang ia lakukan selama seharian. Kamu hanya butuh sedikit lebih peka.

Hubungan orang tua dan anak harus didasari rasa toleransi. Tidak adil kalau kamu saja yang berhak menuntut anakmu mematuhi peraturan yang kamu buat. Kamu juga perlu memahami maksud dan keinginan mereka.

abiummi.com

Cara ini akan sangat berguna untuk mengerti alasan mengapa anak lebih suka berada atau bermain di luar rumah. 

Baca juga: 5 Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Tentang Uang

2. Ajak Anak Diskusi

educenter.id

Setelah kamu berhasil memahami cara berpikir anak, coba ajak mereka untuk duduk bersama dan membicarakan perasaan mereka. 
Sesuaikan pendekatan yang kamu gunakan dengan usia mereka. Kalau mereka masih kecil, kamu bisa mengajak anak bermain sambil bertanya kegiatan apa saja yang ia senang lakukan di luar rumah, misalnya ketika ia berkunjung ke rumah temannya.
medcom.id

Sebaliknya, jika usia anak sudah menginjak remaja, kamu bisa merangkul mereka seperti seorang teman akrab. Lalu ajak mereka untuk ngobrol di teras belakang rumah sambil memahami perasaan masing-masing.

Kemudian, sampaikan isi hatimu. Kamu bisa mengungkapkan keresahan atau kerinduanmu pada anak karena jarang bermain bersama di rumah. Tapi, jangan berlebihan ya! Lakukan proses ini tanpa menghakimi anak.

3. Tanya Anak Apa yang Membuat Nyaman

uprint.id

Kalau kamu sudah tahu apa saja kegiatan yang biasa dilakukan anak selama di luar rumah, Bunda boleh bertanya kepada anak lebih lanjut tentang aktivitas yang paling membuat mereka nyaman.

Aktivitas mereka di luar rumah belum tentu menjadi kegiatan yang mereka inginkan atau sukai. Mungkin saja, mereka tidak betah di rumah karena setidaknya di luar mereka bisa bertemu dengan teman-teman.

hellosehat.com

Lalu, apa yang mereka cari dari situ? Apakah keakrabannya, atau kah supaya ia tak merasa kesepian? Nah, ini tanda kalau orang tua perlu mengupayakan memberikan sesuatu yang akan disukai anak.

Ajak anakmu berdiskusi perihal ini. Kondisikan situasi sesantai mungkin, sehingga anak juga merasa baik-baik saja untuk bercerita kepadamu.

4. Lakukan Kegiatan Bersama yang Menyenangkan

blogspot.com

Yang tidak kalah penting di proses membuat anak betah tinggal di rumah adalah merencanakan sekaligus melakukan kegiatan menyenangkan secara bersama-sama.

Daripada nonton film di bioskop, kenapa tak mencoba melakukan kegiatan ini di rumah? Selain karena suasana yang lebih santai, kamu juga bisa bebas bersenda gurau dengan anak.

Pilih kegiatan yang memang sesuai dan disetujui oleh seluruh anggota keluarga. Ajak anak untuk memutuskan, apakah mereka ingin menonton film atau bermain games?

hellosehat.com

Selain dua alternatif itu, kamu juga bisa pertimbangkan acara minum teh atau kopi di sore hari. Sambil menikmati senja, tunjukkan pada anak kalau kamu pun juga tahu bagaimana cara menikmati hidup.

Tidak melulu bekerja, orang tua juga perlu bersantai sejenak. Cara ini salah satunya. Agenda ini bisa dilakukan di akhir pekan, atau hari lain atas kesepakatan bersama.

5. Buat Obrolan Menarik

nuqtoh.com

Biasanya, yang paling sukar dilakukan oleh orang tua dan anak adalah mengobrol dengan santai dan tanpa selisih paham. Yap! Memang sederhana, tapi terbukti kalau orang tua sering merasa lebih tahu tentang banyak hal dibanding anak.

Cara komunikasi seperti ini lah yang tidak disukai anak-anak, Bun. Karena itu, kamu perlu melakukan introspeksi diri. Kembali ke poin pertama, pahami perspektif anak.

orami.co.id

Dengan begitu, kamu bisa memulai obrolan yang menarik dan membuat anak nyaman. Anak akan merasa betah berada di rumah kalau orang tuanya juga bisa menjadi teman bagi mereka. 

Kuncinya adalah, pahami anakmu.

Baca Juga: 5 Cara Menyenangkan Mengajarkan Anak Tentang Uang

Kalau 5 langkah di atas berjalan lancar, niscaya anak akan menyadari bahwa orang tua mereka tidak seperti yang mereka pikirkan selama ini. Kehadiran orang tua akan sangat diharapkan oleh anak dan mereka pun tidak akan segan menghabiskan akhir pekan di rumah, daripada bermain bersama teman-teman.

0 Komentar