5 Museum di Jakarta Barat untuk Para Pecinta Sejarah

24 December 2018, at 04:00
2
0
5 Museum di Jakarta Barat untuk Para Pecinta Sejarah

Museum nggak melulu soal bangunan kuno. Seperti di Jakarta Barat, ada sejumlah tempat bersejarah yang menyimpan cerita menarik sekaligus barang-barang antik.

Bagi para penggemar cerita masa lampau, tempat-tempat tersebut bisa jadi alternatif untuk liburan panjang nanti. Nggak hanya dapat mengurangi rasa suntuk. Kamu pun dapat belajar mengenai sejarah.

Nah, beberapa museum yang akan Qupas rekomendasikan ini nggak hanya bisa memungkinkanmu untuk belajar. Banyak sudut yang bisa dibilang cukup instagenik.

Kamu punya hobi selfie? Coba deh kunjungi beberapa museum yang ada di Jakarta Barat di bawah ini!

1. Museum Bank Mandiri Jakarta

museum bank mandiri jakarta
instagram.com/anifitrianiiiii

Tertarik dengan dunia perbankan di masa lalu? Coba deh kunjungi museum yang ada di Kota Tua satu ini.

Museum Bank Mandiri menyimpan beragam benda-benda yang pernah digunakan untuk keperluan kantor sejak zaman penjajahan. Misalnya saja seperti:

  • Mesin ketik
  • Stempel
  • Cipoa
  • Brankas
  • Kalkulator
  • Sepeda onthel, dan lain sebagainya

Kalau kamu berada di sini, kamu pasti akan menyaksikan benda-benda tersebut diletakkan di spot-spot yang nggak terduga, seperti di tembok. Di sinilah salah satu lokasi foto favorit para pengunjung.

Menariknya lagi, penataan gedung ini juga tetap sama seperti ketika pertama kali didirikan sebagai kantor perbankan perusahaan Belanda, Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM).

Kamu pun bisa menyaksikan ATM di zaman dahulu kala ketika pertama kali ditemukan. Pun demikian dengan mesin yang paling modern.

museum bank mandiri jakarta indonesia
instagram.com/vannyagata

Untuk bisa memasuki gedung bersejarah ini memang perlu membayar tiket masuk. Tapi kamu juga bisa memasuki bangunan ini secara gratis, lho. Caranya yakni dengan menunjukkan kartu kredit atau debit Bank Mandiri.

Tertarik untuk berkunjung kan? Makanya langsung meluncur saja ke Museum Bank Mandiri yang ada di Jakarta Barat ini.

Alamat: Jalan Lapangan Stasiun No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa-Minggu (09.00-15.30 WIB); Senin (tutup)

Tiket masuk: Dua ribu rupiah (mahasiswa); Lima ribu rupiah (umum)

Jangan lupa review di sini, Museum Bank Mandiri Jakarta

2. Museum Wayang Jakarta

museum wayang jakarta
instagram.com/nurrachoctav15

Kalau museum satu ini menyimpan banyak koleksi wayang dari Indonesia maupun dunia. Bahkan koleksinya mencapai 5.500 dan semuanya berkaitan dengan dunia pewayangan.

Bagi para pecinta sejarah maupun kesenian wayang, tempat ini rasanya seperti surga. Apalagi kamu bisa mendapatkan banyak informasi di sini.

Setelah melewati pintu masuk museum, kamu akan melihat wayang golek Gatotkaca berukuran besar yang bersanding dengan sang permaisuri, Pergiwa.

Selanjutnya terdapat artefak yang menempel pada dinding dengan artikel bahasa Belanda tentang sejarah dan misteri dari bangunan bersejarah ini.

Tepat di bawah artefak, ada patung Semar model banyumas dengan mulut terbuka. Selain itu, ada pula beberapa koleksi golek khas Sunda yang meliputi:

  • Wayang Hanoman
  • Wayang Gatotkaca
  • Wayang Rahwana

museum wayang jakarta indonesia
instagram.com/poppyms078

Jangankan koleksi yang sudah disebutkan di atas. Museum Jakarta ini masih menyimpan banyak jenis wayang yang mungkin saja belum pernah kamu lihat.

Kalau penasaran, langsung saja deh datang ke Museum Wayang Jakarta. Dijamin nggak akan rugi kalau kamu ke sini.

Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa-Minggu (08.00-17.00 WIB); Senin (tutup)

Tiket masuk: Lima ribu rupiah (umum); tiga ribu rupiah (mahasiswa); dua ribu rupiah (pelajar)

Jangan lupa review di sini, Museum Wayang Jakarta

3. Museum Fatahillah Jakarta

museum fatahillah jakarta indonesia
instagram.com/fliktaufik

Museum di Jakarta Barat satu ini bisa dibilang akan membawamu ke masa lampau. Bahkan mungkin juga jauh dari kata modern.

Pengunjung yang datang ke sini biasanya untuk melihat dan mendapatkan informasi mengenai peninggalan sejarah dari Kota Jakarta sejak zaman prasejarah , era kejayaan Pelabuhan Sunda Kelapa serta masa penjajahan.

Saat berada di sini, kamu juga bisa menyaksikan beragam barang peninggalan sejarah di masa kolonial. Informasi tentang suasana Kota Jakarta pasca penjajahan pun dapat kamu saksikan.

Perlu kamu ketahui, bangunan bersejarah ini dulu dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai Balai Kota atau Stadhuis. Kala itu, Gubernur Jendral Abraham Van Riebeeck lah yang meresmikannya pada tahun 1710.

Setalah diresmikan, berkali-kali gedung balai kota ini akhirnya beralih fungsi dan mengalami perubahan. Bahkan sempat digunakan sebagai Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada 1925-1942.

Selain itu, masih banyak perubahan yang terjadi pada gedung ini. Sampai pada tahun 1968, bangunan ini mulai beralih fungsi menjadi Museum Sejarah Jakarta.

museum fatahillah jakarta
instagram.com/angga_kost_putri_griya_wacana_

Tepatnya pada 30 Maret 1974, Gubernur DKI Jakarta pada saat itu, yakni Ali Sadikin meresmikannya menjadi sebuah museum.

Di dalam museum ini, setidaknya ada sekitar 23.500 benda-benda bersejarah. Koleksi-koleksi tersebut pun ada yang asli maupun replika.

Penasaran ingin menyaksikannya secara langsung? Langsung saja meluncur ke Museum Fatahillah.

Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa-Minggu (08.00-17.00 WIB); Senin (tutup)

Tiket masuk: Lima ribu rupiah (dewasa); tiga ribu rupiah (pelajar); dua ribu rupiah (anak-anak)

Jangan lupa review di sini, Museum Fatahillah Jakarta

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Jakarta Selatan untuk Liburan Bersama Keluarga

4. Museum Tekstil Jakarta

museum tekstil jakarta
instagram.com/ynr.mln

Nyaris semua museum di Indonesia punya latar belakang yang berbeda. Pun demikian dengan tempat bersejarah satu ini.

Konon gedung ini awalnya merupakan rumah pribadi milik seorang warga Negara Prancis dan dibangun pada abad ke-19.

Sampai pada akhirnya tempat ini dibeli oleh konsul Turki di Jakarta bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri yang menetap di Indonesia.

Nggak hanya itu saja. Gedung ini ternyata juga berkali-kali pindah kepemilikan hingga pada tanggal 28 Juni 1976 diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto sebagai Museum Tekstil.

museum tekstil jakarta indonesia
instagram.com/karespera

Ketika memasuki bangunan ini, kamu pun akan disuguhi dengan beragam fasilitas. Misalnya saja seperti:

  • Galeri batik: Ada batik kuno hingga batik perkembangan (kontemporer) dari masa ke masa.
  • Kebun pewarna alam: Terdapat beragam tumbuhan penghasil warna yang bisa digunakan sebagai pewarna kain tradisional.
  • Perpustakaan: Di sini terdapat banyak buku tentang tekstil.
  • Laboratorium: Bukan hanya sebagai tempat penelitian, di sini kamu juga bisa memperbaiki kain tradisional.
  • Ruang pengenalan wastra: Tempat ini menyediakan beragam koleksi alat tenun dari berbagai daerah.
  • Toko oleh-oleh: Tersedia berbagai koleksi suvenir sebagai bukti kalau kamu sudah pernah berkunjung ke Museum Tekstil Jakarta.

Jadi tertarik banget ya untuk berkunjung ke tempat ini? Apalagi di sini kamu juga bisa belajar membatik dengan tarif senilai empat puluh ribu rupiah saja.

Alamat: Jalan Ks. Tubun No.2-4, Kota Bambu Sel., Palmerah, Kota Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa-Minggu (09.00-16.00 WIB); Senin (tutup)

Tiket masuk: Lima ribu rupiah (umum); tiga ribu rupiah (mahasiswa); dua ribu rupiah (pelajar)

Jangan lupa review di sini, Museum Tekstil Jakarta

5. Museum Bank Indonesia Jakarta

museum bank indonesia jakarta
instagram.com/alikaislamadina

Begitu memasuki museum satu ini, pandanganmu tentang tempat angker dan kuno pasti akan sirna. Sebab dari segi penataan ruangan, cahaya, suara hingga display sudah sangat modern.

Menariknya lagi, di museum ini juga menggunakan teknologi cyber yang super canggih.

Berdiri sejak tahun 1828, museum ini didirikan guna memberikan contoh dan informasi mengenai peran Bank Indonesia selama perjalanan sejarah Tanah Air.
 
Dalam hal ini dimulai dari sebelum datangnya negara-negara barat ke Indonesia, hingga bentuk dan lahirnya kebijakan Bank Indonesia dari tahun 1953 sampai 2005.

Museum Bank Indonesia sendiri memiliki program-program yang pastinya sangat bermanfaat dan terbagi menjadi 3 bagian, yakni:

  • Jelajah museum: Tujuannya untuk memberi informasi tentang fungsi serta peran Bank Indonesia.
  • Seminar, diskusi ataupun talk show: Program untuk forum khusus duna membahas topik bahasan dari beragam topik dan waktu penyelenggaraannya hanya tertentu saja.
  • Pameran Temporer: Biasanya diadakan ketik Hari Nasional, seperti Hari Kemerdekaan, Hari Kartini, Hari Pahlawan dan lain sebagainya.

museum bank indonesia di jakarta
instagram.com/mud.it

Ketika menyaksikan Museum Bank Indonesia dari luar, mungkin kamu akan menganggap gedung ini terlihat seperti bangunan kuno pada umumnya.

Tapi siapa sangka jika di dalamnya justru tersimpan koleksi dan teknologi modern. Kamu pasti akan dibuat takjub dan nggak akan menyesal begitu berkunjung ke museum satu ini. Jadi jangan ragu lagi untuk datang ya!

Alamat: Jalan Lada 3, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat

Jam operasional: Selasa-Jumat (08.00-15.30 WIB); Sabtu-Minggu (08.00-16.00 WIB); Senin (tutup)

Tiket masuk: Lima ribu rupiah per orang

Jangan lupa review di sini, Museum Bank Indonesia Jakarta

Nah, itulah beberapa museum di Jakarta Barat untuk kamu yang cinta sejarah. Jangan hanya membayangkan soal bangunan kuno dan wisata yang membosankan.

Sebab tempat-tempat bersejarah yang sudah Qupas bahas di atas juga memiliki spot foto keren. Bahkan ada pula yang memiliki teknologi canggih, lho.

0 Comment