5 Pertanyaan Sulit Anak dan Cara Menjawabnya, Para Ibu Harus Tahu!

20 September 2018, at 11:55
0
0
5 Pertanyaan Sulit Anak dan Cara Menjawabnya, Para Ibu Harus Tahu!

Mengikuti perkembangan si kecil dari lahir hingga menjadi balita dan seterusnya, memang menyenangkan. Namun, seiring usianya yang terus bertambah, ia juga mulai kenal dan mendengar banyak hal. Nah, tak jarang saat ia mendengar sesuatu, ia penasaran dan terus-menerus bertanya apa arti kata tersebut hingga detail.

Ibu-ibu nggak perlu merasa kesal walaupun si kecil bawel bertanya. Malah harusnya, sebelumnya seorang harus sudah menyiapkan jawaban apa jika ia mulai rajin menanyakan banyak hal. Kalau kemarin ada tips anti anak rewel saat bepergian, kali ini Qupas akan membantu kamu mengetahui apa saja sih pertanyaan sulit yang mungkin dilontarkan si kecil beserta jawabannya. Disimak, ya!

Baca Juga: 4 Bahaya Mengajak Bayi Naik Pesawat, Akibatnya Bisa Fatal!

1. Apa Itu Tuhan?

Anak bertanya pada ibu
todaysparent.com
Dalam percakapan sehari-hari, pasti ibu sering sekali berbicara tentang Tuhan dan bagaimana anak harus selalu berdoa dan pasrah pada Tuhan. Nah, kalau dia mulai rajin menanyakan banyak hal, kemungkinan besar kata yang akan ditanyakannya adalah hal yang paling sering ia dengar. Ia akan mulai penasaran dengan apa itu Tuhan, hingga bentuk dan di mana Tuhan berada.
Ibu mengajari anak
sleepingshouldbeeasy.com
Nah, kalau ibu menerima pertanyaan semacam ini, sebaiknya jangan jelaskan dengan omongan yang berat, ya. Sederhana saja dengan mengajaknya ke luar rumah, memandang lagit dan jalan sekitar lalu katakan, bahwa semua yang dilihatnya merupakan ciptaan Tuhan. Katakan juga, bahwa Tuhan dan di mana keberadaanya, tidak bisa dilihat oleh manusia tapi kita cukup mempercayainya saja. 

2. Mengapa kita harus beribadah?

Sabar pada anak
hearinglikeme.com
Selain sering menyebutkan kata Tuhan atau Allah, pasti kita juga akan mengaari si kecil untuk berdoa dengan menghafal ayat-ayat. Serta, mencontohkan gerakan-gerakan ibadah seperti gerakan sholat agar dia bisa mengikutinya dan mengajarinya berpuasa. Anak kecil dengan rasa ingin tahu yang besar, tentu nggak cuma sekadar nurut saja ketika diajari hal-hal tersebut. Ia akan mulai menanyakan alasan mengapa ia harus melakukannya.
Menjawab pertanyaan anak
centerforparentingeducation.org
Masih berhubungan dengan kepercayaan akan adanya Tuhan, ibu bisa katakan bahwa ibadah tersebut merupakan bentuk terimakasih kita kepada Tuhan. Karena, Tuhan telah banyak memberi kita barang-barang. Tujukkan juga secara sederhana barang yang dimilikinya, seperti mainan dan boneka kesayangannya dan katakan bahwa itu semua pemberian Tuhan. Sehingga, kita wajib berterimakasih dengan cara beribadah

3. Kenapa aku bisa lahir?

Belajar bersama anak
Proses terciptanya manusia juga nggak luput dari daftar pertanyaan si kecil. Biasanya ia akan menyampaikannya dengan pertanyaan sederhana seperti, "Kok aku bisa ada, bu?' atau "Dari mana aku berasal?". Kalau pertanyaan yang satu ini, ibu juga harus menjawabnya secara sederhana disesuaikan dengan umurnya. Nggak perlu detail seperti menjelaskan pada remaja.
Ibu dan anak
huffingtonpost.com
Ibu cukup mengatakan bahwa ia dilahirkan karena ayah dan ibu menikah, lalu karena saling menyayangi, maka dia muncul di perut ibu. Setelah menunggu selama sembilan bulan, ayah dan ibu kemudian ke rumah sakit. Dengan dibantu dokter, maka kamu bisa keluar dari perut ibu dan bisa tumbuh besar seperti sekarang.

4. Kenapa laki-laki dan perempuan berbeda?

Ketika dia sudah cukup besar untuk melihat perbedaan ayah dan ibunya, atau dia dengan teman lawan jenisnya, maka pertanyaan seputar gender seperti ini akan dilontrakan. Pertanyan darinya mungkin seperti, "Kok ayah sama ibu beda?" atau "Kok ada cowok dan cewek, bu?".

Ibu dan dua anak
familyeducation.com

Untuk mejawab pertanyaan seperti ini, ibu cukup mengatakan bahwa Tuhan memang sengaja menciptakan manusia berbeda-beda. Sehingga, dengan perbedaan ini, laki-laki dan perempuan bisa saling mencintai dan menikah, sehingga bisa melahirkan anak.

Ibu dan anak-anak
cristenniresphotography.com

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan ini merupakan hal yang cukup wajar dan sederhana yang ditanyakan si kecil. Semakin ia bertambah umur, ia akan makin kritis terhadap apa saja yang dilihat atau didengarnya. Untuk itu, bagi para ibu, cobalah mulai rajin membaca buku-buku psikologi anak agar lebih banyak insight untuk menhadapi pertanyaan si kecil. Selain itu, nggak ada salahnya juga untuk mengikuti seminar atau diskusi tentang ibu dan anak agar bisa sharing dengan para ibu yang lain. Semangat ya, moms!

0 Comment