6 Bank Ini Akan Digabung, Bagaimana Nasib Karyawannya?

21 February 2019, at 06:38
0
0
6 Bank Ini Akan Digabung, Bagaimana Nasib Karyawannya?

Di tahun 2019 ini, perbankan yang ada di Indonesia mulai aktif untuk melalukan penggabungan usaha atau merger. Seperti yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penggabungan bank itu dilakukan melihat dari jumlah bank umum di Indonesia yang terus menunjukkan adanya penurunan.

Pada tahun 2015 yang lalu ada 118 bank, kemudian turun menjadi 116 bank di tahun 2016. Di tahun ini setidaknya sudah ada tiga bank hasil merger, diantaranya adalah penggabungan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

Penggabungan itu terjadi setelah pembelian saham mayoritas BTPN oleh investor negara Sakura Jepang. Disusul dengan penggabungan PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan Bank Tokyo Mishubishi UFJ (MUFG) bersama dengan PT Bank Nusa Parahyangan (BNP).

Baca juga : 5 Cara Menabung Efektif Meski Gaji Kamu Sebatas UMR

Jadi kepemilikan Danamon akan diambil alih oleh MUFG pada bulan Mei tahun 2019 nanti. Bukan hanya itu saja, rencana merger juga dilakukan antara PT Bank Dinar Indonesia Tbk dan PT Bank Oke Indonesia yang akan terealisasi pada tahun 2019 ini.

Seperti yang dilansir oleh Kontan.co.id, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bahwa dari pihak BTPN dan SMBCI masih menunggu persetujuan dari pemegang saham di Jepang.

Selain sederet nama bank yang sudah disebutkan tadi, beberapa bank-bank raksasa di Indonesia pun juga berencana untuk mengakuisisi bank kecil di tahun 2019 ini lho Sobat Qupas.

kantor otoritas jasa keuangan
portonews.com

Sebut saja, ada PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang sudah mengincar satu hingga dua bank kecil untuk dijadikan bank digital. Kabar ini sudah terdengar sejak tahun 2018 yang lalu.

Yang kedua, ada PT Bank Mandiri Tbk yang menyebut kelebihan modal sebesar Rp 30 triliun. Jadi nantinya akan digunakan untuk mengakuisisi satu bank umum di level menengah.

Adapun juga PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang juga memiliki niat untuk membeli bank di tahun yang sama. Hanya saja, ketiga bank di atas masih belum bisa merinci bank mana yang akan dibeli.

ilustrasi bank
kiplinger.com

Adapun juga hembusan kabar seputar Bank Permata yang akan diambil alih oleh investor Jepang. Namun, pihak OJK mengaku masih belum mengetahui hal tersebut. Direktur Keuangan Bank Permata pun tidak ingin berbicara lebih terkait hal itu.

Menurut pengamat perbankan kepada kontan.co.id pada hari Minggu (17/02/19), bahwa semakin sedikitnya jumlah bank umum, maka akan memudahkan OJK untuk melaksanakan pengawasan.

Baca juga : Jangan Bentak Telemarketer Meski Menyebalkan, Kamu Bisa Menyesal Seumur Hidup

Perampingan jumlah bank di Indonesia akan berimbas positif untuk industri perbankan itu sendiri. Hal itu ditambahkan juga oleh Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo, bahwa jumlah ideal bank ada di sekitar 70 bank.

Tentu saja bagi bank besar tidak ada persoalan yang berarti karena punya cukup kuat infrastruktur untuk bersaing. Justru yang nantinya akan mendapat tekanan dalam persaingan adalah bank kecil.

Perampingan jumlah bank yang ada di Indonesia ini tentu akan memberikan keuntungan pada dunia perbankan itu sendiri.

Sementara itu, selama PT Bank Danamon Indonesia Tbk melalui proses penggabungan usaha dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk yang kini menjadi bagian dari Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG). Pihak Bank Danamon tetap akan memprioritaskan nasib dari karyawannya. 

Ditemui oleh finansial.bisnis.com, Rita Mirasari selaku Direktur Independen mengaku bahwa, karyawan adalah aset perusahaan yang penting. Bahkan, selama proses pengalihan kepemilikan Bank Danamon masih akan tetap menjalankan strategi perusahaan.  

Wah, kalau sobat Qupas disini ada yang menjadi nasabah di salah satu bank yang akan digabungkan tersebut tidak?

0 Comment