Qupas Weekend

6 Film Indonesia yang Kontroversial Tapi Sukses di Mancanegara

19 January 2020, at 10:00
1
6 Film Indonesia yang Kontroversial Tapi Sukses di Mancanegara

Nggak cuma menghibur, cerita sebuah film pasti membawa pesan tertentu. Bahkan sebagian kisahnya, terkadang diusung dari isu-isu yang ada di masyarakat.

Tapi, pesan yang disampaikan nggak selalu diterima oleh masyarakat. Seperti cerita dalam beberapa film Indonesia kontroversial yang akan dibahas Qupas kali ini contohnya.

Meski banyak ditentang dan mengundang pro kontra, tapi 6 film kontoversial Indonesia ini justru sukses mendapatkan penghargaan di kancah internasional lho. Apa saja ya kira-kira?

1. The Act of Killing (2012)

the act of killing (2012)
filmaffinity.com

Memicu kontroversi dari berbagai kalangan,"The Act of Killing" atau dikenal juga dengan judul "Jagal" hanya ditayangkan di beberapa kampus dan lembaga-lembaga tertentu.

Sebab, banyak yang khawatir kalau film bertema sejarah Indonesia ini bisa membangkitkan jiwa-jiwa komunisme. Padahal, film yang masuk dalam nominasi Academy Award ini sudah memenangi BAFTA 2014 dan wara-wiri di ajang penghargaan bergengsi lainnya.

2. Parts of the Heart (2012)

Parts of The Heart (2012)
moviemeter.nl

"Parts of the Heart" adalah film Indonesia romatis yang dibumbui dengan kisah cinta antara sesama jenis. Jadi sudah bisa ditebak, pasti bakalan dicecar dengan kritik dari berbagai kalangan kalau tayang di bioskop tanah air.

Tapi, karya sutradara Paul Agusta ini sukses menerima apresiasi yang sangat tinggi dari para sineas mancanegara saat tayang di Festival Film Internasional Rotterdam 2012.

3. Something in the Way (2013)

soemthing in the Way (2013)
berlinale.de

Film Indonesia yang dibintangi oleh Reza Rahadian dan Ratu Felisha ini kabarnya memang nggak pernah diajukan untuk tayang di bioskop tanah air. Karena sang sutradara, Teddy Soeriaatmadja yakin karyanya juga bakalan dicekal.

Mengangkat tema agama dan seksualitas yang sarat akan konten sedikit vulgar, "Something In The Way" tetap sukses di FFI dan akhirnya memilih untuk melalang buana di festival film internasional saja.

Baca juga: Selain Habibie & Ainun 3, 6 Film Biopik Indonesia Ini Juga Dibintangi Reza Rahadian

4. The Sun, The Moon and The Hurricane (2014)

The Sun, The Moon and The Hurricane (2014)
revi.us

"The Sun, The Moon and The Hurricane" sempat ditayangkan di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014 dan berhasil menyabet penghargaan Official Selection dan nominasi Sutradara Baru Terbaik di Vancouver International Film Festival.

Sayangnya, nasib film ini nggak sampai di bioskop Indonesia karena menyentuh ranah LGBT yang pastinya juga akan memicu berbagai pro dan kontra.

5. Look of Silence (2015)

Look of Silence (2015)
imdb.com

Meski sempat mendapatkan apresiasi dari dunia, termasuk diikutkan dalam nominasi Oscar untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik, sayangnya film ini gagal tayang di bioskop Indonesia.

"Look of Silence" atau dikenal juga dengan judul "Senyap" menceritakan tentang pembantaian masal yang terjadi ditahun 1965 silam. Katanya, film garapan Oppenheimer ini terlalu 'keras' dan membuat beberapa pihak kurang senang.

6. Kucumbu Tubuh Indahku (2019)

Kucumbu Tubuh Indahku (2019)
imdb.com

Di bulan April 2019 lalu, bioskop tanah air disibukkan dengan kontroversi yang menyelimuti film Indonesia terbaru berjudul "Kucumbu Tubuh Indahku". Hal itu karena karya sutradara Garin Nugroho ini juga mengangkat tema LGBT.

Sempat dirilis di bioskop, "Kucumbu Tubuh Indahku" bahkan dikecam netizen dan petisi yang menolak penayangannya pun muncul. Padahal sebelumnya, film ini sudah berhasil memborong sederet penghargaan lho.

Baca juga: Rekomendasi Film Terbaik Versi Golden Globe 2020, Sudah Nonton Semua?

Mulai dari Best Original Screenplay dalam ajang Asia-Pacific Film Festival (APFF) ke-59, memboyong delapan Piala Citra 2019, dan masih banyak penghargaan internasional lainnya.

Nah, itulah 6 film Indonesia yang menuai kontroversi di masyarakat. Menurutmu bagaimana?