Ada Sejak Dulu, 6 Gedung Tua Ini Jadi Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia

16 August 2019, at 05:00
0
0
Ada Sejak Dulu, 6 Gedung Tua Ini Jadi Saksi Bisu Kemerdekaan Indonesia

Selama masa penjajahan, Belanda bukan cuma meninggalkan kenangan buruk buat Indonesia. Ternyata masih ada beberapa 'warisan' dari 'kompeni'. Sebut saja gedung-gedung tua yang masih berdiri kokoh di Tanah Air kita ini.

Bukan cuma sekedar menawarkan estetikanya saja, gedung tua di Indonesia tersebut bisa dibilang jadi saksi bisu peristiwa-peristiwa penting selama proses dan pasca kemerdekaan Indonesia.

Sampai sekarang bangunan tua tersebut pun nggak menghilang dan masih banyak digunakan meski namanya berubah. Fungsinya juga beralih, seperti menjadi bank, hotel, dan destinasi wisata. Hmm, dimana saja sih lokasinya?

1. Gedung Merdeka

gedung merdeka
instagram.com/fahmyrhamadan

Bangunan yang didirikan pada tahun 1895 ini ada di lahan seluas 7.500 meter persegi. Sekitar tahun 1921, nama gedung ini adalah Concordia. Gedung ini pun senantiasa mengalami perombakan olah sentuhan arsitek asal Belanda, C.P. Wolff Schoemaker dengan gaya Art Deco.

Seiring berjalannya waktu, gedung ini sempat dikuasai oleh Jepang sampai pada akhirnya kembali diambil alih Indonesia. Pada akhirnya, tanggal 7 April 1955, Gedung Concordia resmi berganti nama menjadi Gedung Merdeka.

Banyak peristiwa yang terjadi di bangunan bersejarah ini. Mulai dari diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika pada 18-24 April 1955 hingga pecahnya peristiwa G30SPKI pun sempat melibatkan Gedung Merdeka. Tapi sejak tahun 1980, Gedung Merdeka ditetapkan sebagai lokasi Museum Konferensi Asia-Afrika.

Lokasi Gedung Merdeka : Jalan Asia Afrika No.65, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat

2. Lawang Sewu

lawang sewu
instagram.com/waffa_yuanda

Siapa sih yang nggak tahu Lawang Sewu? Bangunan tua di Semarang ini bahkan sudah jadi ikon Kota Lumpia. Sama seperti namanya, konon jumlah pintu di gedung ini totalnya ada 1.000.

Dulu, Lawang Sewu adalah kantor perusahaan kereta api swasta milik Belanda, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Seiring berjalannya waktu, gedung ini diambil alih oleh Jepang dan digunakan sebagai kantor Ryuku Sokyoku (Jawatan Transportasi Jepang). Salah satu wisata Sejarah di Semarang ini juga sempat jadi saksi bisu Pertempuran Lima Hari di Kota Lumpia pada 14-19 Oktober 1945. 

Sekarang, gedung tua yang didesain oleh arsitektur Belanda bernama Prof. Klinkhamer, BJ Oendaag ini digunakan sebagai museum PT Kereta Api Indonesia (KAI). Tempat wisata di Semarang ini pun selalu ramai terutama saat musim liburan.

Lokasi Lawang Sewu : Jalan Pemuda, Sekayu, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah

3. Hotel Majapahit

hotel majapahit
instagram.com/ukhtiluthfiani

Gedung tua ini juga jadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Yap! Hotel Majapahit atau juga dikenal dengan nama Hotel Yamato. Penginapan di Surabaya ini ternyata dulu jadi saksi penyobekan bendera Belanda (merah,putih, dan biru) menjadi bendera Indonesia (merah dan putih) oleh masyarakat Surabaya.

Dulu pada tahun 1911, gedung ini namanya Hotel Oranje yang diprakarsai oleh Lucas Martin Sarkies. Lalu saat penjajahan Jepang, namanya ganti jadi Hotel Yamato.

Nggak berhenti sampai disitu sjaa. Bangunan lawas ini juga sempat jadi markas Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees (RAPWI) selama masa peralihan pemerintahan Jepang ke Belanda. Sampai pada akhirnya, pada tahun 1969, gedung ini kembali ke fungsi awalnya dan namanya ganti jadi Hotel Majapahit.

Lokasi Hotel Majapahit : Jalan Tunjungan No.65, Genteng, Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur

Baca juga: 7 Tempat Bersejarah di Surabaya yang Bangkitkan Kenangan Masa Lalu

4. Gedung Joang '45

gedung joang 45
instagram.com/rizalmantovani_

Gedung tua yang sekarang jadi museum ini dulunya adalah hotel bernama Schomper dan banyak digunakan oleh pedagang asing dan pejabat Belanda maupun Indonesia untuk menginap. Sempat juga beralih fungsi, seperti:

  • Markas Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA)
  • Markas Jawa Hokokai
  • Dibentuknya Laskar Rakjat Djakarta Raja
  • Tempat pemuda Indonesia berencana menculik Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok

Baca juga: Museum di Jakarta Barat Ini Simpan Kenangan Manis tentang Beragam Sejarah

Saat berkunjung ke Museum Joang '45 ini, kamu bakal menemukan banyak diorama para pejuang dalam meraih kemerdekaan. Bahkan ada juga lho, mobil presiden (REP 1) dan wakil presiden (REP 2) di bangunan lawas Jakarta ini.

Lokasi Gedung Joang '45 : Jalan Menteng Raya No.31, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

5. Gedung Munasprok

gedung munasprok
instagram.com/gitagut

"Jasmerah. Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah". Semboyan itulah yang pernah diucapkan oleh Soekarno. Kita memang patut mengenang dan belajar dari sejarah. Contohnya belajar dari Gedung Munasprok atau sekarang dikenal dengan nama Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini.

Gedung berarsitektur Eropa yang dibangun sekitar tahun 1920-an ini dulu adalah kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Di sini pula terjadi peristiwa perumusan naskah proklamasi.

Tepat di lantai pertama, sebelah kiri dari pintu masuk, ada ruangan dimana Laksamana Maeda menerima Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta, dan Mr Ahmad Soebadjo di rumahnya pada pukul 20.00 WIB, 16 Agustus 1945 setelah ketiganya kembali dari Rengasdengklok. Area ini juga yang menjadi ruangan pertemuan dan sejarah persiapan teks proklamasi dirumuskan.

Lokasi Gedung Munasprok : Jalan Imam Bonjol No.1, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

6. Masjid Kauman Semarang

masjid kauman semarang
kemenag.go.id

Tempat yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Semarang ini bukan sekadar bangunan untuk ibadah saja. Ternyata gedung kuno ini juga jadi saksi bisu sejarah Indonesia. Cagar budaya ini juga sudah selesai dipugar pada tahun 1749 silam.

Bangunan berarsitektur Jawa dan Persia ini ternyata menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan jatuh pada 17 Agustus 1945, lho. Kabar itu dibawa oleh Agus dalam mimbar salat Jumat setelah mendengar pidato Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Hatta dari radio satu jam sebelumnya.

Lokasi Masjid Kauman : Jalan Aloon-Aloon Bar. No.11, Bangunharjo, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah

Nah, itu dia keenam gedung tua yang jadi saksi bisu dari kemerdekaan Indonesia. Dijamin nggak bakal rugi kalau liburan ke sana. Apalagi kamu bakal dapat banyak pengetahuan, terutama soal sejarah Indonesia.

0 Comment