Alasan Kenapa Pengangguran Tetap Banyak, Para Pelamar Kerja Ternyata Lebih Galak daripada Calon Bosnya

23 December 2018, pada 10:01
2
0
Alasan Kenapa Pengangguran Tetap Banyak, Para Pelamar Kerja Ternyata Lebih Galak daripada Calon Bosnya

Kurangnya lapangan pekerjaan selalu disebut-sebut sebagai penyebab utama tingginya angka pengangguran. Namun faktanya, hal ini tak sepenuhnya benar.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat ada tujuh juta orang menganggur per Agustus 2018. Dibandingkan dengan data pada periode yang sama tahun lalu, angka ini telah mengalami penurunan sebanyak 40 ribu orang.

Tak hanya itu, posisi tingkat pengangguran terbuka ternyata terus menurun sejak tahun 2015. Sementara dari sisi penciptaan kesempatan kerja, tahun ini ada 2,99 juta peluang.

ilustrasi pencari kerja
marketwatch.com

Dilansir dari antaranews.com, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa, bila dijumlah dari tahun 2016 hingga 2018 sudah tercapai 9,38 juta kesempatan kerja dalam pemerintahan.

Namun sayangnya, banyaknya jumlah kesempatan kerja tersebut juga masih berbanding lurus dengan tingginya angka pengangguran.

Baca juga: Penyebab Utama Mengapa Jumlah Sarjana dan Jadi Pengangguran Membludak

Tak sedikit pula masyarakat yang melakukan aksi demo untuk menuntut pemerintah agar menyediakan lapangan kerja yang lebih banyak.

demonstrasi
kompas.com

Padahal di sisi lain, banyak pencari kerja yang ternyata justru menyianyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Seperti yang diungkap oleh warga twitter beberapa waktu lalu.

Belum lama ini, tersebar cuitan dari pemilik akun @dikardi yang menceritakan tentang pengalaman temannya yang bekerja sebagai Head HRD di salah satu foodstartup.

Diungkapkan oleh @dikardi kalau ada calon karyawan yang ternyata lebih galak dari calon bosnya. Dalam cuitannya tersebut disertakan pula screenshot percakapan sang HRD dengan si pelamar kerja. Seperti berikut ini.

screencap twitter
twitter.com/dikardi

Benar saja, si pelamar kerja ini malah terkesan lebih galak daripada sang HRD. Ketika diminta untuk mengirim berkas lamaran kerja, calon karyawan ini juga banyak maunya.

Parahnya lagi, sebagai seorang pelamar kerja, ia tak mengetahui apa itu CV.

screencap twitter
twitter.com/dikardi

Setelah berbelit-belit dengan berbagai permintaan dan alasan, si calon karyawan ini akhirnya tak jadi melamar karena merasa tempat kerjanya terlalu jauh. Ada pula pelamar lain yang secara gampang menolak datang untuk wawancara karena alasan cuaca sedang hujan.

Dengan adanya fenomena seperti ini, rasanya tak adil bila pemerintah selalu disalahkan menjadi penyebab utama tingginya angka pengangguran di Indonesia.

Meskipun disediakan lebih banyak lapangan kerja lagi, kalau semangat untuk mencari kerja saja masih rendah, angka pengangguran juga akan tetap banyak.

0 Komentar