Qupas Family

Anak Jadi Korban Bullying, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

11 February 2020, at 10:00
Anak Jadi Korban Bullying, Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Perundungan atau bullying menjadi salah satu masalah yang nggak boleh disepelekan. Meskipun sudah banyak gerakan yang melarang hal tersebut, akan tetapi kasus yang banyak ditemui di sekolah ini memang masih sering terdengar.

Siapa pun bisa menjadi pelaku maupun korban bullying. Walau orang tua pasti nggak ingin si kecil menjadi salah satunya, namun apapun bisa terjadi.

Lantas, bagaimana kalau anak menjadi korban bullying? Berikut ini beberapa hal yang bisa orang tua lakukan. Jangan disepelekan, hal tersebut bisa menyebabkan trauma pada buah hati dan melekat hingga dewasa nanti lho!

1. Jangan Panik

Bullying (Foto: pinterest.com)
pinterest.com

Orang tua mana sih yang ingin anaknya menjadi korban bullying? Mengetahui buah hati tercinta mengalami perundungan, tentu saja rasa marah, sedih, khawatir, akan muncul dan bercampur menjadi satu.

Meskipun demikian, orang tua nggak boleh panik. Situasi tersebut menuntutmu untuk berpikir jernih agar bisa mendapatkan solusi yang terbaik dari masalah tersebut.

Selain itu, bersikap panik justru membuat si kecil semakin ketakutan. Padahal, orang tua seharusnya membuat buah hati merasa lebih tenang dan aman.

2. Minta Bantuan Pihak Sekolah

Korban Bullying (Foto: edutopia.org)
edutopia.org

Setelah mengetahui fakta bahwa anak menjadi korban bullying, minta bantuan dari pihak sekolah merupakan salah satu solusi yang bisa dilakukan.

Dengan demikian, pihak terkait akan mendapatkan perhatian lebih dan bimbingan disiplin dari guru sehingga perilaku perundungan dapat dihindari atau paling nggak berkurang.

3. Dukung Anak dengan Membuatnya Nyaman

Anak Korban Bullying (Foto: istockphoto.com)
istockphoto.com

Bullying merupakan masalah serius yang nggak hanya menyebabkan luka fisik, namun juga dapat memengaruhi perkembangan emosi dan mental buah hati. Maka dari itu, orang tua perlu memberikan dukungan kepada si kecil.

Buat lingkungan rumah menjadi senyaman dan seaman mungkin untuk buah hati sehingga ia bisa terbuka dan nggak menutup diri. Katakan juga pada si kecil bahwa akan selalu ada yang mendukung dan menguatkannya.

Baca juga: Tanda-tanda Anak Jadi Korban Bullying di Sekolah, Orang Tua Perlu Tahu!

4. Melatih Reaksi Anak

Anak Menjadi Korban Bullying (Foto: pinterest.com)
pinterest.com

Anak korban bullying biasanya akan kehilangan rasa percaya dirinya, merasa nggak berdaya, ketakutan, dan putus asa. Maka dari itu, melatih reaksi anak dalam menghadapi pelaku bullying adalah hal yang cukup penting.

Ajari anak membalas pelaku dengan kata-kata yang tegas, jelas, dan singkat seperti “Diam!”, “Nggak lucu!”, dan lain sebagainya. Minta anak untuk menghindar atau mencari bantuan orang dewasa setelahnya.

Ingatkan buah hati untuk menghindari bereaksi dengan kekerasan dan kata-kata kasar karena hal tersebut akan membuat pelaku marah dan membalasnya lebih parah.

5. Lapor ke Pihak Berwajib

Bullying pada Anak (Foto: parentology.com)
parentology.com

Beberapa kasus bullying bisa saja melibatkan kekerasan, pelecehan seksual, dan lain sebagainya. Hal ini sudah tergolong parah dan harus dilaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak lewat jalur hukum.

Pihak sekolah maupun orang tua pelaku mungkin akan menawarkan mediasi, namun demi melindungi buah hati kamu tetapi harus melaporkan kasus perundungan tersebut ke pihak polisi.

Kasus bullying memang masih banyak terjadi. Maka dari itu, sebaiknya Sobat Qupas mendidik buah hati agar nggak menjadi pelaku sehingga korban juga bisa dihindari.