Qupas Family

Anak Nggak Sengaja Menyaksikan Peristiwa Bunuh Diri? Waspadai Dampak Psikologisnya

22 January 2020, at 10:00
1
Anak Nggak Sengaja Menyaksikan Peristiwa Bunuh Diri? Waspadai Dampak Psikologisnya

Bunuh diri merupakan tindakan nggak terduga yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Saat nggak sengaja menyaksikan peristiwa tersebut, seseorang bisa saja mengalami syok yang menimbulkan trauma.

Nggak hanya berlaku untuk orang dewasa, hal tersebut bahkan bisa berdampak lebih parah pada anak-anak karena kondisi psikologisnya yang cenderung lebih lemah dan labil.

Seperti kasus bunuh diri murid SMP yang beberapa waktu yang lalu sempat menarik perhatian masyarakat. Menurut laporan, seenggaknya terdapat 30 siswa yang berada di lapangan dan menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung.

Ilustrasi Bunuh Diri (Foto: shutterstock.com)
shutterstock.com

Para siswa yang melihat tubuh temannya jatuh, ambruk, dan jatuh berlumuran darah berpotensi mengalami gangguan terhadap perkembangan psikologisnya. Mereka bisa saja mengalami kilas balik, rasa nggak percaya, marah, gelisah, sedih, bingung, panik, dan terganggu.

Selain itu, kemungkinan besar anak-anak juga akan mengalami mimpi buruk, gangguan tidur, menjadi lebih pendiam dan serung ketakutan, atau bahkan melakukan perilaku impulsif lainnya.

Baca juga: Anak Ingin Bunuh Diri, Bagaimana Orang Tua Harus Menyikapinya?

Lantas, apa saja yang bisa dilakukan saat anak nggak sengaja melihat orang bunuh diri?

Ilustrasi Takut (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Pertama-tama, ajak buah hati untuk menceritakan atau mengungkapkan perasaannya. Namun sebelum itu, pastikan kamu bisa mendengarkan ceritanya dalam kondisi mental yang sehat serta mampu menerima dengan netral sehingga nggak membuat anak tambah panik.

Biarkan anak mengungkapkan semua kegelisahannya terkait peristiwa traumatik tersebut. Usahakan untuk membuat buat buah hati merasa tenang dan nggak sendirian. Apabila ragu bisa bersikap netral, lebih baik meminta bantuan psikolog yang tentunya lebih bisa mengkondisikan diri.

Hal tersebut penting untuk dilakukan karena berbicara atau bercerita kepada orang lain mengenai kejadian yang baru dialami akan menurunkan kadar trauma karena sebagian ketakutan telah keluar dari pikiran.

Ilustrasi Ibu dan Anak (Foto: strongfamilyalliance.org)
strongfamilyalliance.org

Selain itu, Veronica Adesla, seorang psikolog klinis dari Personal Growth mengatakan bahwa anak-anak yang menyaksikan peristiwa traumatis tersebut bisa berkumpul bersama untuk melakukan support grup apabila kondisi sudah lebih tenang.

Akan tetapi, hal tersebut sebaiknya dilakukan dengan didampingi oleh tenaga kesehatan mental yang sudah profesional dan kompeten menghadapi korban trauma.

Baca juga: Harus Yakin, Lakukan 7 Langkah Ini untuk Mengobati Trauma pada Anak

Nggak hanya itu, menurut Greg Marley dari Maine Chapter of The National Alliance on Mental Illness, menjaga pola hidup sehari-hari juga merupakan hal yang sangat penting dalam penanganan syok. Sebaiknya orang tua memastikan anak makan dengan baik, tidur yang cukup, berolahraga.

Ilustrasi Konsultasi dengan Psikolog (Foto: careersinpsychology.org)
careersinpsychology.org

Bagaimana pun, dampak psikologis pada anak yang nggak sengaja melihat orang bunuh diri nggak boleh disepelekan karena bisa menyebabkan trauma yang berkepanjangan sampai dewasa.

Jangan ragu untuk mencari bantuan kepada tenaga kesehatan mental profesional apabila terjadi hal-hal yang mengganjal ya Sobat Qupas!