Anda Ingin Kulit Putih dengan Suntik Vitamin C? Kenali Dulu Fakta Berikut!

27 June 2018, at 04:00
1
0
Anda Ingin Kulit Putih dengan Suntik Vitamin C? Kenali Dulu Fakta Berikut!

Kulit putih masih menjadi primadona bagi wanita Asia, khususnya Indonesia. Berbagai produk kecantikan ramai dipasarkan dengan janji membuat kulit wanita tampak lebih putih. Bagi para wanita Indonesia yang kebanyakan memiliki tone kulit kuning langsat dan sawo matang, kulit putih tentu saja menjadi idaman. Apalagi dengan adanya anggapan belum cantik kalau kulit belum putih, semakin membuat banyak wanita menggunakan banyak cara instan untuk mendapatkan kulit putih.

 

Kini, banyak sekali produk kecantikan di pasaran yang sanggup menyulap kulit kita menjadi lebih putih dalam jangka waktu yang tergolong singkat. Hal ini seakan diamini para konsumen melihat fakta bahwa produk yang dapat memutihkan kulit lebih cepat, dijamin akan lebih laku di pasaran. Salah satu produk yang laris manis di pasaran adalah suntik vitamin C. Prosedur suntik vitamin C ini telah banyak dilakukan oleh para wanita karena dapat membuat kulit menjadi lebih putih dalam waktu yang relatif cepat. Selain itu, suntik vitamin C juga dipercaya dapat memperlambat proses penuaan, mengatasi hiperpigmentasi, serta sebagai pelindung kulit dari polusi dan sinar matahari. Namun, apakah hasil yang diberikan oleh suntik vitamin C sebanding dengan resiko kesehatan penggunanya?

 

pexels.com

Memang, vitamin C atau asam askorbat merupakan jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai macam fungsi. Pembentukan kolagen pada tulang, tulang rawan, otot, pembuluh darah hingga alasan kecantikan semuanya membutuhkan vitamin C. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin C tersebut,  orang dewasa  membutuhkan sekitar 65-90mg vitamin C per harinya. Vitamin tersebut dapat didapatkan baik melalui makanan maupun suplemen. Dua buah jeruk setiap hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C tersebut. Sementara, suntik vitamin C memiliki dosis yang tergolong tinggi, yakni sekitar 1500-2000mg. Jumlah tersebut tentunya melebihi kebutuhan vitamin C sehari-hari. Kelebihan dosis vitamin C akan mengganggu penyerapan nutrisi lainnya seperti selenium, yang merupakan nutrisi penting untuk tubuh, serta copper yang merupakan enzim penting untuk penyerapan zat besi.

 

Penggunaan vitamin C dosis tinggi juga dapat mengakibatkan beberapa kondisi tertentu seperti diare, sakit kepala, kelebihan zat besi, insomnia, dan peningkatan risiko batu ginjal. Penyuntikan vitamin C juga sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis professional, karena berpotensi menimbulkan efek samping seperti nyeri di lokasi suntikan, pusing, bahkan pingsan.

Sebelum memutuskan untuk menggunakan suntik vitamin C, ada baiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait kondisi kesehatan tubuhmu, ya. Terlebih bagi penderita darah tinggi, diabetes, kelainan darah, ginjal, kanker, dan orang-orang yang alergi terhadap vitamin C. Dan, jangan lupa untuk selalu mempercayakan prosedur penyuntikan hanya kepada tenaga medis yang sudah professional.

Topics:

0 Comment