Autisme Ternyata Bisa Disembuhkan! Ini 11 Terapi yang Dapat Diterapkan

27 August 2019, at 10:00
0
0
Autisme Ternyata Bisa Disembuhkan! Ini 11 Terapi yang Dapat Diterapkan

Baru-baru ini, artis cantik Dian Sastrowardoyo membagikan kisah tentang Shailendra Naryama Sastraguna Sutowo atau anak pertamanya yang ternyata pernah mengidap autisme.

Dilansir dari hellosehat, autisme sendiri merupakan kelainan perkembangan saraf yang ditandai dengan adanya gangguan interaksi sosial, perkembangan bahasa dan komunikasi.

anak dian sastro
instagram.com/therealdisastr

Didiagnosa sejak usia delapan bulan, sulung dari pemeran Cinta di AADC tersebut memang menunjukkan berbagai gejala autisme seperti hilangnya kontak mata, lebih suka menyendiri, nggak bisa menunjukkan keinginannya, nggak bisa meniup lilin dan lain sebagainya.

Melihat hal tersebut, Dian dengan tanggap melakukan berbagai terapi untuk putra sulungnya tersebut hingga dinyatakan nggak perlu lagi melakukan pengobatan dan dapat beraktivitas serta bersikap normal seperti anak lainnya.

Belajar dari kasus Dian Sastrowardoyo dan anaknya, berikut ini jenis-jenis terapi yang dapat diterapkan untuk mengatasi autisme.

1. Terapi ABA (Applied Behavioral Analysis)

terapi aba
education.uw.edu

Terapi ABA merupakan jenis terapi yang di desain khusus dan telah mengalami beberapa rangkaian pengujian pada anak penderita autisme.

Saat ini, ABA merupakan jenis terapi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Penerapannya yaitu dengan memberikan pelatihan khusus pada anak dalam bentuk hadiah atau pujian.

2. Terapi Perkembangan

terapi perkembangan
stock.adobe.com

Salah satu jenis terapi lainnya yang dapat diterapkan untuk buah hati pengidap autisme adalah terapi perkembangan.

Terapi ini mengajarkan anak secara spesifik untuk meningkatkan kemampuan sosial, intelektual, dan juga emosional.

3. Terapi Bermain

terapi bermain
poleclass.info

Jenis terapi lainnya yang dapat diterapkan kepada anak penderita autisme adalah terapi bermain. Meskipun terkesan sedehana, akan tetapi cara ini merupakan salah satu metode belajar yang sangat baik.

Terapis biasanya akan mengajak penderita bermain dengan teman sebayanya yang juga mengidap autisme. Hal ini dapat mendorong anak untuk berinteraksi sosial dan berkomunikasi.

4. Terapi Wicara

terapi wicara
atusaludenlinea.com

Terapi wicara memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi penderita autisme. Hal ini membantu mereka menggunakan kata-kata dan kalimat yang tepat, serta memperbaiki ritme dan cara berbicara.

Selain itu, terapi ini juga akan membantu anak autis untuk melatih komunikasi nonverbalnya seperti mengenal ekspresi dan lain sebagainya.

Baca Juga: Beberapa Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Terapi Autisme di Rumah

5. Terapi Perilaku

terapi perilaku
123rf.com

Penderita autisme memiliki kesulitan untuk mengungkapkan apa yang diinginkan. Hal ini biasanya membuat orang lain juga nggak bisa memahami mereka dan hal tersebut membuat frustasi, marah, atau bahkan ketakutan.

Maka dari itu, penting untuk memberikan terapi perilaku bagi anak autis oleh seorang profesional agar ia lebih mudah mamahami sesuatu dan mengurangi perilaku negatif.

6. Terapi Okupasi

terapi okupasi
hellosehat.com

Tahukah kamu, sebagian besar anak autis mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik mereka. Kegiatan kecil seperti memegang sendok, meniup lilin, atau memegang pensil bisa menjadi sesuatu yang sulit bagi mereka.

Oleh sebab itu, terapi okupasi juga penting dilakukan agar penderita autis mampu melakukan berbagai tugas dengan benar.

7. Terapi Visual

terapi visual
ellopsicologiaeducacao.com

Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk membantu penderita autis agar bisa menjadi lebih baik adalah terapi visual.

Metode yang menggunakan gambar-gambar ini dirasa lebih efektif, mengingat sebagian besar anak penyandang autisme lebih mudah belajar dan memahami sesuatu dengan cara melihat.

8. Terapi Musik

terapi musik
flickr.com

Jenis terapi yang satu ini bermanfaat untuk membantu meningkatkan kemampuan berkomunikasi bagi anak penderita autisme, baik secara verbal maupun noverbal. Terapis biasanya akan berusaha untuk menciptakan komunikasi antara perilaku buah hati dengan bunyi tertentu.

Anak akan diajak untuk mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau bergerak mengikuti irama saat sedang melakukan terapi.

Baca Juga: Mendengarkan Musik dan 6 Hal yang Dapat Mengatasi Insomnia

9. Terapi Fisik

terapi fisik
sehatq.com

Anak-anak yang mengalami kelainan autisme biasanya mengalami keterlambatan pertumbuhan otot-otot atau motorik halus dalam tubuhnya.

Terapi fisik mencakup latihan spesifik untuk meningkatkan kesehatan, kekuatan, keseimbangan, dan postur tubuh mereka sehingga dapat melakukan aktivitas fisik dengan tepat.

10. Terapi Diet Ketat

terapi diet ketat
babycompy.com

Meskipun beberapa ahli mengatakan bahwa metode ini belum benar-benar dibuktikan, akan tetapi terapi diet ketat tetap patut dicoba untuk mengatasi masalah autisme.

Cobalah untuk menghindari konsumsi makanan instan, kecap, penyedap buatan, gula tebu, tepung terigu, pemanis buatan, dan cokelat yang dianggap bisa mengganggu konsentrasi anak.

11. Terapi Sosial

terapi sosial
smithsonianmag.com

Masalah mendasar pada anak penderita autis adalah komunikasi dan interaksinya yang nggak lancar dengan orang lain.

Oleh sebab itu, terapi sosial oleh terapis profesional yang dapat memberikan bantuan atau mengajari penderita autis untuk bergaul dengan orang lain sangatlah diperlukan.

Kondisi setiap anak autis berbeda-beda, sehingga Sobat Qupas bisa berkonsultasi dengan dokter yang lebih profesional untuk mengetahui jenis terapi mana yang cocok untuk si buah hati.

0 Comment