Bakal Menutup 178 Gerai di Amerika, Gimana Nasib Ritel Forever 21 di Jakarta?

04 October 2019, at 12:00
0
0
Bakal Menutup 178 Gerai di Amerika, Gimana Nasib Ritel Forever 21 di Jakarta?

Toko baju asal Amerika Sekitat bernama Forever 21 memang sedang banyak dibicarakan. Bukan tanpa alasan, toko ritel baju anak-anak muda itu harus menutup hampir seluruh gerai di dunia.

Padahal, Forever 21 telah memiliki ratusan toko ritel di 40 negara yang ada di dunia. Salah satunya juga ada di Jakarta. Kira-kira apa sih yang melatar balakangi kebangkrutan ikon toko baju anak muda ini?

Dan, bagaimana ya nasib gerai tokonya yang ada di Jakarta? Simak yuk!

1. Forever 21 akan menutup 178 toko di Amerika

forever 21 di jakarta
hips.hearstapps.com

Ada 178 toko Forever 21 yang akan ditutup di Amerika, diikuti juga dengan penutupan di 40 negara termasuk Jepang dan Kanada.

Seperti yang dilansir dari Buzzfeednews.com, CEO Forever 21 mengatakan bahwa ritel baju ini sedang mencoba berbagai peluang untuk terus bertahan. Jadi bukan berarti Forever 21 akan benar-benar hilang begitu saja.

2. Penjualan yang semakin menurun hingga 13 persen per tahun

penjualan baju di forever 21
sgsme.sg

Pertama kali launching di Los Angeles pada tahun 1984 yang lalu, Forever 21 berkembang dari yang awalnya hanya toko ritel baju kecil hingga sebesar sekarang dan memiliki 700 outlet di seluru dunia.

Bahkan Forever 21 adalah penyewa terbesar Taubman Properties yang memiliki banyak mal besar di Amerika Serikat. Nggak nanggung-nanggung, Forever 21 bisa menyewa hingga 3000 meter persegi.

ritel forever 21
nbcnews.com

Dibandingkan dengan H&M yang hanya rata-rata hanya 2000 meter persegi saja, tentu Forever 21 lebih besar. Namun, pada bulan Juni yang lalu, penjualan per tahunnya menurun hingga 13 persen.

Menurut beberapa sumber, hal itu bisa saja dipicu karena menurunnya ketertarikan konsumen dan tata letak toko di sebuah mal.

3. Kerjasama dengan lini logo berlisensi yang nggak mampu menarik minat 

kerjasama dengan forever 21
twitter.com/viewsfromnique_

Baru-baru ini, Forever 21 menjalin kerjasama dengan lini logo berlisensi Hot Cheetos. Dimana, kerjasama itu nggak membuahkan hasil yang baik.

Di beberapa media sosial seperti Twitter, ada juga yang menilai kalau desain baju hasil kerjasama tersebut hanya itu-itu saja. Kalau menurut sobat Qupas bagaimana?

Baca juga: Hengkang dari Indonesia, Hal-hal Ini Bikin Kamu Kangen Banget Minum Pepsi

4. Kebangkrutan dipicu karena persaingan dengan ritel online

kebangkrutan forever 21
instagram.com/forever21

Forever 21 jatuh karena kompetitor ritel online lainnya. Toko baju ini memang sedikit terlambat dalam mengawali penjualan baju lewat online.

Seperti diketahui, H&M dan Zara sebagai kompetitornya pun sudah lebih dulu memasarkan koleksinya lewat online.

5. Nasib Gerai Forever 21 di Jakarta

nasib forever 21 di jakarta
provoke-online.com

Seperti yang dilansir dari CNBC Indonesia, Forever 21 yang ada di Grand Indonesia mengalami perampingan yang awalnya dua lantai menjadi satu lantai saja.

Nggak hanya di sana saja, tapi perampingan juga terdengar terjadi di Lippo Mal Puri. Hanya saja, masih belum ada konfirmasi dari pihak terkait.

Ohya Sobat Qupas, lisensi ritel merek Forever 21 di Indonesia ini kelolah oleh PT Fashion Studio Indonesia yang merupakan anak usaha Sharaf Group yang berpusat di Dubai.

0 Comment