Belajar dari Bayi Meninggal Setelah Khitan, Ketahui Prosedur Sunat yang Aman

27 March 2019, at 07:00
0
0
Belajar dari Bayi Meninggal Setelah Khitan, Ketahui Prosedur Sunat yang Aman

Seorang bayi yang tidak disebutkan namanya tewas setelah disunat oleh orangtuanya sendiri. Kejadian tersebut terjadi di Italia, tepatnya di Kota Bologna.

Bayi berusia 5 bulan tersebut sempat dibawa ke rumah sakit menggunakan helikopter setelah disunat atau dikhitan ini tidak dapat diselamatkan karena mengalami serangan jantung.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada Desember 2018 lalu pada anak berusia 2 tahun yang meninggal setelah kehabisan darah.

Baca Juga: Bunda, Ini Alasan Bayi Tidak Boleh Dipakaikan Perhiasan

Hal tersebut memperlihatkan bahwa terdapat risiko yang berkaitan dengan kematian apabila sunat atau khitan tidak dilakukan dengan prosedur yang aman.

Jadi, bagaimana sebenarnya prosedur sunat yang aman untuk dilakukan agar tidak membahayakan nyawa si kecil?

1. Apa yang Dimaksud dengan Sunat atau Khitan?

apa yang dimaksud dengan sunat
nydailynews.com

Sebelumnya, harus diketahui dan dipahami terlebih dalu tentang apa yang dimaksud dengan sunan atau khitan tersebut.

Sunat, atau dalam bahasa inggris disebut dengan circumcision merupakan tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari alat kelamin laki-laki.

apa yang dimaksud dengan khitan
livescience.com

Hal tersebut pada mulanya hanya dilakukan karena budaya atau anjuran agama. Akan tetapi pada awal abad 20, banyak orang yang melakukan sunat dengan alasan kesehatan.

2. Usia Berapa yang Tepat untuk Sunat atau Khitan?

usia berapa yang tepat untuk sunat
myjewishlearning.com

Lantas, usia berapakah yang tepat untuk melakukan sunat atau khitan kepada anak laki-laki? Menurut Integral Medical Center London, waktu yang tepat untuk melakukan proses pemotongan tersebut adalah saat anak berusia 7-14 hari.

Hal ini disebabkan karena bayi yang disunat pada usia itu lebih sedikit mengeluarkan darah. Selain itu, pembentukan sel-sel dan jaringan sedang pesat dan maksimal.

usia berapa yang tepat untuk khitan
washingtonpost.com

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah rasa sakit yang muncul saat proses sunat tidak akan berpengaruh atau membuat anak menjadi trauma apabila dilakukan pada usia sekecil itu.

Sebenarnya, sunat atau khitan dapat dilakukan kapan saja setelah anak dan orang tua siap. Namun, semakin dewasa maka akan ada beberapa risiko seperti adanya pendarahan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Sederhana untuk Mengatasi Biang Keringat pada Bayi, Mudah dan Ampuh!

3. Prosedur Sunat atau Khitan yang Aman

prosedur sunat aman
community.whattoexpect.com

Sebelum melakukan sunat atau khitan pada anak, sebaiknya orang tua terlebih dahulu mengetahui beberapa hal yang harus diperhatikan berikut ini.

  • Sunat atau khitan harus dilakukan oleh tenaga profesional

Di kota-kota besar, sunat atau khitan biasanya dilakukan oleh dokter bedah atau dokter anak yang sudah berpengalaman. Atau jika tidak, pastikan dukun atau tenaga non medis yang melakukannya sudah terlatih.

  • Sunat atau khitan pada bayi

Sunat atau khitan pada bayi dianjurkan pada pada minggu-minggu awal kelahiran, sekitar usia 7-14 hari seperti yang telah disampaikan di atas.

Bayi akan ditidurkan telentang dengan kaki dan tangan ditahan agar tidak bergerak. Daerah penis akan dibersihkan dan dianastesi sebelum dipasang sebuga klem atau cicin khusus di bagian ujungnya.

Setelah itu, kulup akan dipotong, ditutup dengan salep, dan dibalut dengan longgar menggunakan perban. Prosedur yang memakan waktu sebanyak 10 menit ini akan membutuhkan 10 hari untuk penyembuhan luka.

prosedur khitan aman
verywellhealth.com
  • Risiko pendarahan dan infeksi

Risiko sunat tergolong sangat rendah, namun bukan berarti tidak ada sama sekali. Bayi yang disunat bisa saja mengalami infeksi akibat gesekan popok dan amonia dalam urine.

Oleh sebab itu, apabila memutuskan untuk melakukan proses sunat ketika anak masih bayi, berikan perhatian yang lebih pada penggunaan popok agar tidak terjadi infeksi.

  • Tidak semua bayi bisa disunat atau dikhitan

Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi anak yang harus sehat dan organ vitalnya dalam keadaan stabil. Itulah sebabnya banyak dokter yang memilih tidak melakukan sunat pada bayi di bawah 5 tahun karena alasan medis.

4. Kondisi yang Membahayakan Anak

kondisi membahayakan anak
rd.com

Beberapa kondisi justru membuat bayi harus disunat atau dikhitan secepatnya. Infeksi pada kelanjar, fimosis, atau terdapat jaringan parut pada kulub penis bayi membuat prosedut tersebut harus segera dilakukan demia keselamatan.

Selain itu, ternyata tidak semua anak aman untuk disunat. Hemofilia (gangguan pembekuan darah) atau hipospadia (kelainan lubang kencing yang letaknya agak jauh ke belakang) merupakan dua kondisi yang membahayakan anak apabila melakukan prosedur sunat atau khitan.

kondisi yang membahayakan anak
skillvo.com

Meskipun demikian tidak berarti laki-laki penderita dua penyakit tersebut tidak bisa sunat.

Dokter akan melakukan beberapa cara khusus seperti memberikan obat pembekuan darah terlebih dahulu pada penderita hemofilia atau sekaligus melakukan operasi pemindahan lubang kencing pada penderita hipospadia.

Selain itu, anak laki-laki yang mengalami obesitas juga memiliki risiko yang lebih tinggi apabila di sunat daripada anak-anak dengan berat badan normal.

5. Manfaat Sunat atau Khitan

manfaat sunat
onefinebaby.com.au
  • Menurunkan risiko terkena penyakit menular seksual
  • Menurunkan risiko infeksi kandung kemih
  • Menurunkan risiko kanker kelamin

manfaat khitan
people.com
  • Menghindari munculnya fimosis
  • Alat kelamin menjadi lebih sensitif

Baca Juga: Penyebab Pilek pada Bayi yang Harus Diperhatikan

Nah, itu dia beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan prosedur sunat pada anak. Jangan sampai hal-hal fatal yang tidak diinginkan menimpa buah hari tercinta.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu apabila ingin melakukan sunat atau khitan pada bayi dengan dokter agar bisa mengetahui kondisi dan risikonya terlebih dahulu.

0 Comment