Belajar dari Kasus Bayi Ryu yang Sedang Viral, Yuk Kenali Penyakit Dermatitis Atopik pada Anak

16 May 2019, at 00:00
0
0
Belajar dari Kasus Bayi Ryu yang Sedang Viral, Yuk Kenali Penyakit Dermatitis Atopik pada Anak

Media sosial tengah dihebohkan dengan postingan seorang ayah tentang suatu hal mengerikan yang menimpa anaknya. Unggahan akun instagram dengan nama @PapeeRyuZio tersebut pun menjadi viral dan mendapat berbagai tanggapan.

Papa dari seorang anak bernama Ryu tersebut menceritakan pengalaman buruk yang terjadi pada tahun 2017 silam. Semua berawal saat Ryu masih berusia 7 bulan.

Saat itu, orangtua bayi Ryu mengajaknya ke kondangan yang dipenuhi oleh banyak orang. Karena lucu, para tamu undangan pun memegang, mencubit, bahkan menciumi pipi bayi tersebut.

Baca Juga: Apa Saja Sih Tanda-Tanda Alergi?

Setelah kejadian tersebut, pipi Ryu menjadi merah dan semakin parah semakin harinya. Akhirnya dokter kulit menyatakan bahwa bayi tersebut mengidap penyakit dermatitis atopik.

ryu
instagram.com/papeeryuzio

Hal ini pun menjadi pelajaran bagi papa dan mama Ryu. Mereka membagikan pengalaman tersebut dan menghimbau agar orang-orang menghargai dan nggak seenaknya menyentuh wajah bayi tanpa memerhatikan kebersihan tangannya.

Untuk memahami hal tersebut, berikut ini beberapa hal yang perlu kamu pahami tentang dermatitis atopik pada anak.

1. Apa Itu Dermatitis Atopik?

pengertian dermatitis atopik
shutterstock.com

Dermatitis atopik atau eksim atopik adalah masalah kesehatan kulit kronis yang menyebabkan ruam dan gatal-gatal selama beberapa waktu.

Kondisi tersebut membuat kulit menjadi meradang, gatal, kering, hingga pecah-pecah. Hal ini dapat terjadi pada kulit bagian kepala, wajah, dan dahi.

2. Seberapa Umum Dermatitis Atopik?

dermatitis
azaleastc.com

Masalah kesehatan kulit satu ini merupakan kondisi yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Dermatitis atopik bisa muncul sebelum usia 5 tahun dan berlanjut sampai usia dewasa.

Banyak orang yang menyebutkan bahwa penyakit ini nggak bisa disembuhkan. Akan tetapi pada beberapa anak, dermatitis atopik dapat membaik atau bahkan hilang.

Eksim atopik ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki alergi atau asma.

3. Penyebab Dermatitis Atopik

penyebab dermatitis atopik
pexels.com/@rawpixel

Sebenarnya, para ahli belum dapat mengidentifikasi penyebab dermatitis atopik secara tepat. Namun, faktor keturunan sangat berpengaruh.

Alergi yang diturunkan dari orangtua merupakan penyebab utama dermatitis atopik pada anak-anak. Pemicu lain yang diketahui dapat berupa sabun atau deterjen, stress, cuaca dingin, dan kelembapan kulit yang rendah.

Baca Juga: Gatal-Gatal Setelah Mandi? Mungkin Kamu Mengalami Ini

4. Gejala Dermatitis Atopik

gejala dermatitis atopik
aksisadaralergi.org

Gejala dermatitis atopik dapat berbeda-beda pada bayi, anak-anak, atau orang tua. Akan tetapi, berikut ini tanda-tanda yang paling sering terjadi:

  • Kondisi kulit yang merah, gatal, dan memuncak pada malam hari
  • Kulit berwarna merah hingga abu-abu kecoklatan pada bagian kaki, tangan, dan pergelangan
  • Adanya benjolan kecil dan timbul
  • Kulit menjadi tebal, kering, dan pecah-pecah
  • Kulit mudah lecet, sensitif, dan bengkak setelah digaruk

5. Pengobatan Dermatitis Atopik

pengobatan dermatitis atopik
shutterstock.com

Dermatitis atopik dapat diringankan dengan obat atau salep yang diberikan oleh dokter. Namun, beberapa hal ini juga bisa kamu lakukan untuk mengobati atau mencegahnya kambuh:

  • Menghindari pemicu yang sudah diketahui (alergi), biasanya berupa makanan atau sabun dan lain sebagainya
  • Menjaga kulit tetap lembab juga perlu dilakukan, oleskanlah pelembab seenggaknya dua kali sehari
  • Kamu juga sebaiknya menghindari garukan agar kondisi kulit nggak semakin parah meskipun terasa sangat gatal
  • Menutupi area yang sakit untuk melindunginya dari garukan
  • Mandi menggunakan air hangat
  • Mengoleskan krim, pelembab, atau obat

Nah, itu dia Sobat Qupas beberapa hal mengenai dermatitis atopik yang perlu kamu ketahui. Meskipun hal ini biasanya merupakan penyakit bawaan, namun kamu sebaiknya tetap nggak menyentuh wajah bayi secara sembarangan ya!

0 Comment