Belajar dari Salmafina Sunan, Memutuskan Menikah Muda Memang Tidak Mudah!

22 February 2019, at 08:00
0
0
Belajar dari Salmafina Sunan, Memutuskan Menikah Muda Memang Tidak Mudah!

Beberapa hari ini dunia maya dihebohkan dengan keputusan salah satu selebgram cantik, Salmafina Sunan, yang mantap melepas hijabnya.

Keputusan tersebut tentunya menuai banyak kontroversi. Akan tetapi, Alma, seolah tidak peduli dengan hal tersebut.

Sebelumnya, wanita cantik ini menggemparkan publik dengan memutuskan untuk berhijrah. Hal tersebut pun mendapat dukungan dari banyak orang.

Tidak berhenti di sana, Alma kemudian secara tak terduga menikah dengan Taqy Malik, seorang hafiz Qur’an yang cukup terkenal.

Baca Juga: Bukan Tentang Pesta, Ini Persiapan Penting Pernikahan namun Sering Diabaikan

Namun, keputusan untuk menikah muda ternyata bukanlah pilihan yang tepat untuk keduanya. Memasuki usia 3 bulan, hubungan yang mereka jalin harus berakhir dengan perceraian.

Keputusan untuk melepas hijab seolah membuktikan bahwa menghadapi perceraian di usia yang muda bukanlah hal yang mudah.

Berikut ini merupakan beberapa pelajaran yang bisa diambil dari pernikahan muda Salmafina Sunan dan Taqy Malik.

1. Belum Saling Mengenal

pexels.com/@freestocks

Salmafina Sunan dan Taqy Malik memulai hubungan dengan cara taaruf. Dalam agama Islam, kegiatan ini memang berniat menjodohkan dengan tanpa adanya hubungan pacaran sebelumnya.

Jadi, akan selalu ada pendamping diantara mereka berdua yang sedang melakukan taaruf. Selain itu, sebelum proses taaruf biasanya masing-masing juga akan bertukar proposal atau CV terlebih dahulu untuk saling mengenal.

Melihat hal ini, dapat disimpulkan bahwa Alma dan Taqy belum cukup mengetahui sifat asli satu sama lain ketika menikah.

Mungkin, taaruf adalah hal yang baik untuk dilakukan. Namun sebelumnya harus dipikirkan secara matang dan tidak boleh gegabah.

2. Usia yang Masih Muda

pexels.com/@dtanpt

Salmafina Sunan dan Taqy Malik menikah pada usia yang sangat muda. Alma masih berusia 18 tahun sedangkan Taqy 20 tahun.

Hal ini sempat menghebohkan publik karena mereka dinilai terlalu muda untuk menikah. Usia tersebut masih sangat rentan dan jauh dari mental yang kuat. Inilah salah satu hal yang meningkatkan risiko perceraian.

3. Masih Egois

pexels.com/@minan1398

Usia muda juga membuat ego masing-masing masih terlalu tinggi. Berawal dari tidak saling mengenal dan disatukan dalam ikatan pernikahan, mungkin keduanya merasa terkejut dan tidak bisa menerima beberapa hal dari pasangan.

Meskipun tidak semua anak muda tidak dapat mengontrol ego, namun bagaiamana pun hal tersebut tetap berpengaruh pada kestabilan emosi.

4. Pernikahan Jarak Jauh

pexels.com/@adriannaca

Selain itu, Salmafina Sunan dan Taqy Malik juga menjalani pernikahan jarak jauh. Saat menikah, Taqy masih belum menyelesaikan pendidikannya di Al Azhar, Mesir.

Pasangan tersebut pun harus dipisahkan oleh jarak meskipun balum menikah lama. Mungkin, hal ini juga merupakan salah satu hal menjadi penyebab perceraian diantara keduanya.

Ketika sedang berjauhan, rasa saling percaya dan memahami adalah hal yang sangat penting.

Baca Juga: LDR Sama Suami? Lakukan Ini untuk Menahan Rindu

5. Kemungkinan Permasalahan

netdoctor.co.uk

Menikah pada usia yang sangat belia dengan keadaan yang sedemikian rupa mungkin membawa berbagai masalah dan konflik pada kehidupan rumah tangga Salmafina Sunan dan Taqy Malik.

Tidak bisa berkomunikasi secara langsung kemungkinan besar juga berpengaruh pada hal ini.

Perbedaan pendapat dan tidak adanya toleransi bisa menjadi permasalahan paling kuat yang terjadi diantara pasangan dengan kondisi tersebut.

6. Masa Muda Hilang

pexels.com/@juresiric

Menikah muda secara tidak langsung akan membuat seseorang kehilangan masa bersenang-senang dalam hidupnya. Diakui atau tidak, kebebasan akan otomatis berkurang ketika telah menikah.

Hal ini wajar adanya karena ada tanggung jawab besar yang harus diemban dalam pernikahan.

Apabila pasangan tidak siap akan hal ini, menikah muda justru bisa menjadi bumerang dan menghancurkan masa-masa perkembangan mereka.

7. Risiko Perceraian

collective-evolution.com

Terlepas dari kasus Salmafina Sunan dan Taqy Malik pun, menikah muda memang memiliki risiko perceraian yang lebih tinggi.

Hal ini telah dibuktikan dalam beberapa penelitan yang melibatkan sejumlah banyak pasangan dari berbagai belahan bumi.

Faktor-faktor seperti emosi yang tidak stabil dan lain sebagainya lah yang memengaruhinya.

8. Mengatasi Perceraian

pexels.com/@pixabay

Banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mencegah perceraian. Salah satunya dengan memberikan toleransi yang tinggi pada pasangan dan mau memperbaiki kesalahan bersama.

Menekan ego sekuat mungkin dan membicarakan segala hal yang berpotensi untuk menjadikan hubungan berantakan.

Apabila pada akhirnya tetap bercerai, ada banyak hal juga yang bisa dilakukan. Misalnya, mencoba menikmati masa muda yang sempat hilang.

Baca Juga: Setelah Bercerai, Apakah Masih Harus Menjaga Hubungan Baik dengan Keluarga Mantan?

Mengembangkan diri sebaik mungkin agar ketika menemukan orang lain, maka hati dan pikiran sudah lebih matang dan kegagalan tidak terulang kembali.

Ternyata menikah muda memang tidak mudah, ya. Ada banyak hal yang harus dipikirkan secara matang terlebih dahulu.

Taaruf juga harus dilakukan dengan sangat berhati-hati dan dengan kematangan diri agar nantinya bisa menerima pasangan dengan lapang hati.

0 Comment