Penggunaan dispenser sudah umum dilakukan pada masyarakat Indonesia. Selain ekonomis, alat rumah tangga ini juga dinilai dapat memudahkan kehidupan sehari-hari karena dilengkapi dengan fitur pendingin dan pemanas air secara praktis.

Meskipun demikian, ada beberapa kabar yang mengatakan bahwa mengonsumsi air dari dispenser dapat berbahaya bagi tubuh. Khusunya air panas.

Proses pemanasan yang cukup cepat dinilai bisa memberi efek buruk bagi kesehatan. Akan tetapi, benarkah air minum dari dispenser berbahaya?

1. Air yang Terkontaminasi Kuman dan Bakteri

air yang terkontaminasi kuman dan bakteri
pexels.com/@coco-images-99614

Sebuah penelitian menemukan bahwa air yang tersedia dalam dispenser bisa saja terkontaminasi kuman dan bakteri. Sebab saluran air bagian dalam dispenser yang kotor dan penuh dengan bakteri.

kuman dan bakteri
healthscopemag.com

Sayangnya, hal tersebut tidak banyak mendapatkan perhatian dari pengguan dispenser. Selain itu, galon air minum yang masuk ke dalam dispenser bisa juga telah terpapar kuman, bakteri, maupun debu.

Hal ini bisa membuat orang yang mengonsumsi air tersebut terinfeksi kuman dan bakteri juga.

2. Terdapat 2,7 Juta Kuman

terdapat 2,7 juta kuman
pexels.com/@coco-images-99614

Dalam setiap inci persegi pendingin air dispenser, terdapat sebanyak 2,7 juta kuman. Jumlah tersebut merupakan sangat besar dan fantastis, bukan?

Hal ini bukan sekedar hoax belaka, lho! Akan tetapi sudah dibuktikan oleh National Foundation International.

terdapat banyak kuman dalam air dispenser
kabarelektronik.com

Jika sekian banyak kuman dikonsumsi oleh manusia, maka kamu bisa membayangkan sendiri bagaimana akibatnya, kan? Bisa jadi kamu akan terkena suatu penyakit yang berhubungan dengan kuman tersebut.

3. Harus Rajin Dibersihkan

harus rajin dibersihkan
photo-dictionary.com

Melihat fakta bahwa terdapat banyak kuman dan bakteri dalam sebuah dispenser, maka ada baiknya jika kamu rajin membersihkan bagian dalam alat rumah tangga ini.

Sebelumnya, kamu juga harus memastikan bahwa kabel dispenser sudah tercabut.

cuka sebagai pembersih dispenser
pxhere.com

Setelah itu, kamu perlu mengangkat galon dan memastikan bahwa tidak ada air yang tersisa dalam dispenser.

Tuangkan 1 sendok teh cuka yang telah dicampur dengan 1 liter air ke dalamnya dan diamkan selama 5 menit, kemudian buang. Bilas dispenser dengan air beberapa kali sampai bekas cukanya hilang.

Baca Juga: Bebas Risiko Penyakit Kandung Kemih di Hari Tua dengan Perbanyak Minum Air

4. Tidak Menyebabkan Penyakit Secara Langsung

tidak menyebabkan penyakkt secara langsung
pexels.com/@fotios-photos

Jika melihat paparan di atas, ternyata air dari dispenser tidak menyebabkan masalah kesehatan secara langsung. Hal tersebut bisa terjadi apabila dispensermu kotor dan terkontaminasi oleh kuman dan bakteri.

air dispenser tidak menyebabkan penyakit secara langsung
aquazania.co.za

Sedangkan belum ada satu pun penelitian yang menyebutkan bahwa mengonsumsi air yang dipanaskan atau didinginkan oleh dispenser dapat menyebabkan penyakit tertentu. Jadi, kamu tidak perlu khawatir selama rajin membersihkannya.

5. Risiko Tambahan: Tersetrum

risiko tambahan
nova.grid.id

Selain penyakit dari air dispenser, kamu juga perlu berhati-hati dengan satu risiko tambahan, yaitu tersetrum. Dispenser yang menggunakan listrik rawan terkelupas kabelnya dan menyebabkannya mudah terkena hal-hal lain.

tersetrum
tvovermind.com

Di sisi lain, dispenser sendiri berhubungan dengan air yang bisa menetes. Hal ini bisa menyebabkan bahaya jika tetesan air mengenai kabel yang terkelupas. Sebaiknya tata kabel dengan rapi, jika perlu kamu bisa menggulungnya sehingga tidak terurai di lantai.

Jadi, ternyata minum air dari dispenser tidak secara langsung menyebabkan masalah kesehatan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan masalah tersebut bisa terjadi, lho.

Sebaiknya selalu waspada dengan apa yang masuk ke dalam tubuh kita. Jagalah kebersihan, khususnya barang-barang yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti dispenser.

0 Comment