Benarkah Media Sosial Picu Keinginan Bunuh Diri? Ini Lho Faktanya

16 August 2019, at 10:00
0
0
Benarkah Media Sosial Picu Keinginan Bunuh Diri? Ini Lho Faktanya

Sudah menjadi rahasia umum bahwa perkembangan zaman, terutama hadirnya media sosial, memberikan dampak postif sekaligus negatif pada penggunanya.

Media sosial berkembang menjadi bukan sekadar penghubung jarak, melainkan juga untuk mengekpresikan perasaan, beropini, mata pencaharian, serta hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi diri lainnya.

Akan tetapi, nggak semua konten yang hadir di dalamnya memberikan dampak yang positif. Bahkan, banyak orang yang mengaitkan media sosial dengan beberapa kasus depresi dan bunuh diri.

ria ricis
instagram.com/riaricis1795

Hal serupa juga terjadi pada youtuber Indonesia yaitu Ria Ricis yang kabarnya sempat melakukan percobaan bunuh diri karena nggak kuat dengan komentar-komentar netizen di media sosialnya.

Kasus ini terjadi setelah Ricis mengunggah video bertajuk “Pamit” di akun youtubenya, namun kemudian kembali lagi beberapa hari setelahnya. Hal tersebut membuat banyak pengguna youtube marah dan merasa dibihongi.

Media sosial memang cenderung membuat orang menjadi lebih terbuka dan mudah untuk menyampaikan pendapat. Akan tetapi, hal tersebut seringkali disalahgunakan untuk melakukan cyber bullying kepada orang lain baik disengaja maupun nggak.

media sosial depresi
nypost.com

Cyber bullying inilah yang kemudian menyebabkan depresi bagi sebagian pengguna, terutama remaja. Selain itu, sering melihat unggahan yang menggambarkan “kehidupan sempurna” orang lain juga berdampak pada kesehatan mental seseorang.

Pernyataan tersebut selaras dengan data dari Centers for Desease Control and Prevention (CDC), yang menyatakan bahwa angka kasus bunuh diri meningkat bersamaan dengan jumlah pengguna media dalam rentang waktu 2010 sampai 2015.

Baca Juga: 5 Bahaya Media Sosial yang Bisa Merusak Mental

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science menyebutkan bahwa banyak orang, khususnya remaja, yang merasa dirinya semakin buruk dan ketinggalan setelah melihat unggahan dari teman-teman di media sosialnya.

media sosial
edinburghfestival.list.co.uk

Hal tersebut lah yang kemudian memunculkan rasa nggak percaya diri, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya yang kemudian memicu bunuh diri.

Meskipun bukan merupakan faktor utama penyebab bunuh diri, akan tetapi media sosial merupakan salah satu yang berpengaruh dalam tindakan tersebut.

Oleh sebab itu, ada baiknya apabila Sobat Qupas mulai membatasi penggunaan media sosial dan menyadari bahwa apa yang ada ditampilkan di sana belum tentu merupakan kenyataan.

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Tidak Sehat, Segera ke Psikolog Sebelum Terlambat!

Selain itu, peran orang tua juga sangat penting dalam mengawasi dan mengontrol konten-konten media sosial yang diakses oleh anak sehingga dapat terhindar dari masalah mental.

Walau kelihatannya sepele, ternyata media sosial butuh perhatian khusus dan berdampak besar dalam kehidupan ya!

0 Comment