Berkaca pada pernikahan Sedarah di Sulawesi, Benarkah Sister/Brother Complex Penyebabnya?

04 July 2019, at 12:00
0
0
Berkaca pada pernikahan Sedarah di Sulawesi, Benarkah Sister/Brother Complex Penyebabnya?

Pernikahan sedarah yang terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu berhasil menghebohkan publik. Bukan karena kemegahannya, namun lantaran pernikahan tersebut terjadi antara dua orang dengan status saudara kandung.

Dalam berbagai budaya, pernikahan sedarah merupakan sesuatu yang nggak lazim dan dianggap menyimpang, begitu pula dari segi agama.

Lantas, apakah sebenarnya yang menyebabkan kakak dan adik kandung atau seseorang saling jatuh cinta terhadap keluarga dekat dan menjalin hubungan terlarang?

Baca Juga: Tanda-Tanda Mentalmu Nggak Sehat, Segera ke Dokter Sebelum Terlambat!

Ketertarikan terhadap keluarga dekat atau saudara kandung sering disebut dengan Genetic Sexual Attraction atau GSA. Namun pada kebanyakan kasus, GSA terjadi kepada saudara atau keluarga biologis yang baru pertama kali bertemu sebagai orang dewasa.

pernikahan sedarah
pexels.com/@jeremy-wong-382920

Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh New Mexico University yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara keakraban dan ketertarikan seksual.

Studi tersebut menyatakan bahwa orang-orang yang terbiasa menghabiskan waktu bersama selama puluhan tahun akan terbiasa satu sama lain dan gairah seksualnya akan mati.

Selain GSA, sebanarnya ada istilah-istilah yang lebih spesifik seperti Oedipus Complex dalam aliran psikoanalisis Sigmund Freud yang merujuk pada ketertarikan seksual anak laki-laki terhadap ibunya dan menunjukkan kecemburuan terhadap ayahnya karena menganggapnya sebagai saingan.

oedipus complex
slaterzurz.com

Sebaliknya, ada juga Electra Complex yang merujuk kepada anak perempuan yang memiliki ketertarikan sesksual kepada ayahnya dan memiliki kecemburuan terhadap ibunya.

Nggak hanya itu, beberapa juga menyebut bahwa ada istilah yang dinamakan dengan Sister/Brother Complex, yaitu rasa cinta yang sangat besar dan berlebihan kepada saudara laki-laki atau perempuan bahkan sampai memunculkan kecemburuan.

Baca Juga: Meskipun Terkesan Aneh, Namun Phobia-Phobia Ini Beneran Ada Lho!

Akan tetapi, pada umumnya Sister/Brother Compex ini nggak seekstrem Oedipus/Electra Complex yang berhasrat secara seksual. Disisi lain, mereka kemungkinan besar akan mencari pasangan yang memiliki kemiripan baik secara fisik maupun kepribadian dengan saudaranya tersebut.

saudara kandung
pexels.com/@pixabay

Lagi pula, wajar adanya apabila saudara sekandung saling menyayangi, asalkan hal tersebut nggak mengarah kepada inses atau hasrat ingin memiliki.

Sehingga, complex tersebut biasanya nggak menjadi penyebab terjadinya inses atau hubungan sedarah seperti yang dilakukan oleh kakak beradik di Bulukumba.

Pada kasus pernikahan sedarah di Bulukumba tersebut, penyebabnya kemungkinan besar adalah ketidakharmonisan keluarga dan kebutuhan biologis (seksual) laki-laki yang nggak terpenuhi.

risiko kesehatan
pexels.com/@rawpixel

Meskipun sudah memiliki istri dan anak, pelaku masih tetap melakukan perzinahan atau hubungan seksual nggak lazim dengan adik kandungnya sendiri. Hal tersebut disebut-sebut membuat si adik mengandung dan membuat mereka melangsungkan pernikahan.

Pernikahan sedarah ini selain dilarang oleh agama, budaya, dan hukum, juga merupakan hal yang ditentang oleh dunia medis karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan keturunan.

Baca Juga: Awas! Hal Sepele Ini Dapat Memicu Depresi dan Gangguan Mental!

Pasalnya, menikah dengan saudara sedarah memiliki kemungkinan yang tinggi untuk menggabungkan dua gen yang rusak sehingga menghasilkan keturunan yang cacat secara fisik atau mental.

Sebuah penelitian mengenai dampak pernikahan sedarah pernah dilakukan di Cekoslowakia. Hasilnya 42 persen keturunan dilahirkan cacat fisik dan mengalami kematian dini sedangakan, 11 persen mengalami gangguan mental, sedangkan sisanya lahir dengan sehat.

0 Comment