Berkenalan dengan Suku Polahi yang Punya Tiga Tuhan dan Tradisi Perkawinan Sedarah

04 July 2019, at 08:00
0
0
Berkenalan dengan Suku Polahi yang Punya Tiga Tuhan dan Tradisi Perkawinan Sedarah

Sejak dahulu, Indonesia memang terkenal sebagai negara yang luas dengan keberanekaragaman budayanya. Menurut Badan Pusat Statistik atau BPS pada tahun 2010 saja, terdapat lebih dari 300 kelompok etnis dan 1.340 suku.

Hm, membayangkannya saja sudah sangat banyak ya. Apalagi, masing-masing suku tersebut memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri.

Sebagai orang Indonesia, kamu perlu mengetahui beberapa diantaranya. Merupakan salah satu yang terasing, berikut ini keunikan suku Polahi yang penting untuk kamu ketahui.

Baca Juga: Pulo Cinta, Resort Mengapung di Gorontalo Maldives-nya Indonesia

1. Siapakah Suku Polahi?

suku polahi
medcom.id

Polahi merupakan sebutan bagi suku terasing yang hidup di pedalaman Gorontalo. Dulu, mereka sangat menghindari kontak dengan dunia luar sehingga kehidupannya dinilai cukup primitif.

Keterasingan membuat suku ini nggak mengenal pakaian, angka, pendidikan, norma sosial, dan lain sebagainya. Mereka hidup dengan bercocok tanam sederhana dan berburu babi hutan, rusa, serta ular sanca.

ilustrasi berburu babi
readersblog.mongabay.co.id

Meskipun demikian, kini masyarakat suku Polahi sudah mulai berkembang. Setidaknya mereka telah mengenal pakaian dan nilai tukar meskipun masih betah tinggal di hutan karena udaranya yang masih asri dan menyenangkan.

Selain itu, masyarakat suku Polahi juga masih mempertahankan tradisi-tradisi dan kepercayaan unik yang mereka yakini.

2. Cerita Mistis Suku Polahi

ilustrasi hutan mistis
kompasiana.com

Keberadaan suku Polahi sempat diwarnai dengan cerita mistis yang beredar di warga kampung sekitar. Mereka percaya bahwa orang-orang dari pedalaman tersebut memiliki ilmu hitam, seperti dapat menghilang dan mampu berjalan dengan sangat cepat.

Kehidupan primitif suku Polahi yang menetap di hutan membuat warga kampung berspekulasi dan membuat cerita mistis tentang mereka. Sejak puluhan tahun lalu, mereka percaya bahwa ada cara khusus untuk melihat suku Polahi.

3. Sejarah Suku Polahi

sejarah suku polahi
netbutton.co

Berdasarkan sejarah yang dapat ditelusuri, suku Polahi merupakan warga Gorontalo yang melarikan diri ke hutan karena nggak ingin ditindas oleh penjajah Belanda pada saat itu.

Dalam catatan, terdapat sekitar 500 orang yang kabur. 200 diantaranya merupakan warga dari Kecamatan Paguyaman dan 300 orang dari Kecamatan Suwawa.

penjajahan belanda
quo.es

Itulah mengapa orang Gorontalo mereka disebut dengan kata “polahi” yang berarti “pelarian”. Suku Polahi kemudian beradaptasi dengan kehidupan rimba dan membuat kebudayaannya sendiri.

Sikap antipenjajah yang dibawa oleh kelompok pertama tetap dilestarikan secara turun-menurun sehingga mereka menjadi suku yang terisolasi dari dunia luar.

Saat ini, pemerintah Kabupaten Gorontalo mengidentifikasi masyarakat Polahi dengan nama Kelompkok 9, Kelompok 21, dan lain sebagainya berdasarkan jumlah anggota dalam satu “kampung”.

Baca Juga: Suku Kanibal di Pulau Sentinel, Banyak Turis yang Terbunuh

4. Memiliki Tiga Tuhan

ilustrasi suku polehi
putlockerstoworld.com

Selain cerita mistis dan sejarahnya yang unik, suku Polahi ternyata juga memiliki kepercayaan yang cukup berbeda dari yang lain yaitu memiliki tiga Tuhan.

Tuhan yang pertama disebut "Pulohuta", digambarkan sebagai pasangan suami istri yang hidup serta memiliki kuasa atas tanah dan hewan liar.

Oleh sebab itu, masyarakat suku Polahi akan meminta izin terlebih dahulu apabila ingin membuka lahan dan memberikan persembahan berupa bagian-bagian tertentu seperti telinga atau mulut dari hewan buruan.

ilustrasi kemenyan
pixabay.com

Sementara itu, Tuhan kedua disebut "Lati" dan digambarkan sebagai sosok yang berukuran kecil dalam jumlah banyak dan memiliki kuasa terhadap pohon.

Sehingga masyarakat suku Polahi terbiasa membakar kemenyan dan merapal mantera agar Lati pindah ke tempat lain saat ingin menebang pohon atau mengambil madu di atasnya.

Tuhan terakhir adalah "Lausala", yang dipercaya merupakan sosok haus darah dan suka membuuh suku Polahi. Meskipun belum pernah bertemu secara langsung, mereka tetap mempercayainya.

5. Tradisi Pernikahan Sedarah dan Poligami

ilustrasi pernikahan sedarah
pexels.com/@pixabay

Salah satu tradisi unik dan masih dilaksanakan hingga saat ini oleh masyarakat suku Polahi adalah perkawinan sedarah.

Hubungan yang dianggap nggak lazim dan melanggar norma di berbagai kebudayaan ini, termasuk yang terjadi pada kakak beradik di Bulukumba beberapa waktu yang lalu, adalah hal biasa di Polahi.

masyarakat polahi
medcom.id

Pernikahan antara ibu-anak, ayah-anak, atau antar saudara kandung dan poligami sudah menjadi hal normal di sana. Diperkiraan, tradisi tersebut lahir lantaran mereka hidup di tempat terpencil dengan kelompok yang sempit.

Meskipun demikian, anehnya risiko kesehatan seperti cacat mental dan fisik yang biasanya terjadi pada hasil keturunan pernikahan sedarah nggak berdampak pada suku Polahi. Anak-anak hasil hubungan tersebut justru lahir dengan sehat dan normal.

Nah, itu dia Sobat Qupas hal-hal menarik dari suku Polahi yang harus kamu ketahui. Saat ini, mereka sudah cukup terbuka dan mau menerima orang luar, mungkin kamu ingin berwisata ke hutan tersebut untuk memahami cara hidup mereka yang berbeda.

0 Comment