Qupas Travel

Cerita Istimewa di Balik 5 Wisata Jogja yang Tampak Biasa Saja, Sudah Tahu?

01 April 2020, at 05:00
Cerita Istimewa di Balik 5 Wisata Jogja yang Tampak Biasa Saja, Sudah Tahu?

Jogja memang istimewa. Membicarakannya pun nggak pernah membosankan. Terlebih banyak wisata di wilayah ini, baik terkait dengan alam, budaya, hingga sejarah.

Namun, di antara tempat-tempat wisata di Jogja yang sudah populer, ada pula destinasi yang kadang hanya sekadar dilewati atau nyaris diabaikan begitu saja.

Contohnya wisata di bawah ini. Tampak remeh, ternyata 'mereka' punya cerita istimewa. Simak deh ulasan berikut ini untuk mengatasi rasa bosanmu saat #dirumahaja!

1. Plengkung

Plengkung Wijilan (Foto: instagram.com/fardeean_thias)
instagram.com/fardeean_thias

Dulu, di Keraton Yogyakarta ada 5 gerbang dengan pintu melengkung yang difungsikan sebagai sarana keluar masuk benteng. Di atasnya ada pelataran yang dinamakan panggung. Nah, pintu gerbang tersebut disebut Plengkung atau Gapura Panggung.

Kelima plengkung yang mengelilingi benteng tersebut diantaranya seperti:

  • Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah timur laut
  • Plengkung Jagasura atau Plengkung Ngasem di sebelah barat laut
  • Plengkung Jagabaya atau Plengkung Tamansari di sebelah barat
  • Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gadhing di sebelah selatan
  • Plengkung Madyasura atau Plengkung Gondomanan di sebelah timur

Salah satu plengkung yang memiliki cerita menarik adalah Tarunasura. Dimana nama tersebut disematkan karena konon dulu pintu tersebut dijaga oleh prajurit-prajuri muda.

2. Panggung Krapyak

Pangggung Krapyak (Foto: instagram.com/nyonyokecil)
instagram.com/nyonyokecil

Salah satu landmark di Kota Jogja ini bentuknya menyerupai kubus, dengan 4 pintu dan 2 jendela di setiap sisinya. Kemudian ada jeruji besi yang membuatnya menyerupai penjara.Pintu masuknya digebok rapat, sehingga kamu cuma bisa melihat bangunan dari luar saja. Sebenarnya di dalam bangunan tersebut hanya seperti ruang kosong yang luas.

Meski tampak remeh, tapi konon dulu bangunan tersebut merupakan benteng untuk para raja Kesultanan Yogyakarta saat melakukan perburuan di Hutan Krapyak.

Nah, kalau sekarang, fungsi gedung ini sesuai namanya. Dimana ketika waktu-waktu tertentu, destinasi ini menjadi panggung hiburan saat ada acara besar.

3. Jembatan Sayidan

Jembatan Sayidan (Foto: instagram.com/hamsvibes)
instagram.com/hamsvibes

Wisata di Jogja yang juga menyimpan cerita istimewa selanjutnya adalah Jembatan Sayidan. Letaknya di jalan utama penghubung antara Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualam atau lebih tepatnya jalan ke arah timur dari Titik nol Kilometer Yogyakarta.

Sekilas, jembatan ini nggak ada bedanya dengan penghubung suatu daerah yang lain. Tapi, di balik itu ada cerita menarik. Dimana dulu, Jembatan Sayidan konon digunakan sebagai gerbang masuk wilayah ibukota Keraton Kasultanan Yogyakarta di antara 2 aliran sungai sisi barat dan timur.

Fungsi gerbang tersebut mulai memudar saat Kota Jogja sudah berkembang dan masuknya pemerintah Belanda di wilayah ini. Sementara keberadaan gapura bentar di sebelah barat fungsinya masih sama, yaitu sebagai batas antara Keraton Kasultanan Yogyakarta dengan Puro Pakualaman sampai sekarang.

Baca juga: Pesona Ullen Sentalu, Museum di Jogja yang Simpan 'Harta Karun' Kerajaan Mataram

4. Alun-alun Kidul

Alun-alun Kidul Yogyakarta (Foto: instagram.com/a.witono)
instagram.com/a.witono

Sekilas destinasi di Jogja ini terlihat biasa saja. Hanya ada lapangan luas dengan 2 pohon beringin besar di tengahnya tanpa pemandangan cantik, wahana anak, maupun spot foto kekinian.

Tapi, di balik penampilannya yang remeh, alun-alun di Jogja ini justru ramai dikunjungi muda-mudi untuk bermain di area pohon. Bukan karena rindang, ada hal menarik juga yang menyelimuti tanaman raksasa tersebut.

Katanya, saat bisa berjalan di antara 2 pohon beringin dengan mata tertutup, tandanya hati kita bersih dan harapan kita akan terwujud, lho.

5. Siti Hinggil Kidul

Siti Hinggil Kidul (Foto: instagram.com/birotapemsetdadiy)
instagram.com/birotapemsetdadiy

Kadang disebut pula dengan nama Gedhong Sasono Hinggil Dwi Abad, bangunan yang terletak di Kompleks Keraton Yogyakarta ini bukan tempat biasa.

Dulu, Siti Hinggil Kidul berfungsi sebagai tempat raja menyaksikan latihan prajurit sebelum Garebeg. Kemudian tahun 1956, di area ini dibangun Gedong Sasana Hinggil Dwi Abad sebagai monumen peringatan 200 tahun berdirinya Keraton Yogyakarta.

Nah, itu dia wisata di Jogja yang kelihatannya biasa saja. Tapi ternyata ada cerita istimewa di balik itu semua. Kamu sudah tahu belum?