Anggapan bahwa hanya orang tua yang rentan terhadap penyakit nyatanya adalah anggapan yang salah. Bukan cuma orang tua, anak muda juga berpotensi terkena gangguan tekanan darah tinggi jika pola hidup yang dijalaninya jauh dari kata sehat. Munculnya gangguan tekanan darah tinggi atau yang memiliki nama lain hipertensi ini seringkali tidak disadari, bahkan oleh penderitanya sendiri.

Faktanya, hipertensi yang terjadi karena tekanan darah meningkat terus-menerus dalam kondisi lebih tinggi dari 140/90 mmHG ini bisa muncul tanpa gejala fisik, tetapi diam-diam merusak pembuluh darah dan menyebabkan ancaman kesehatan yang serius.

Tekanan darah tinggi termasuk dalam golongan penyakit kronis yang dianggap cukup berbahaya. Meningkatnya tekanan darah yang bisa tidak terkontrol seiring dengan bertambahnya waktu, bisa berakibat fatal karena membawa faktor risiko terhadap serangan penyakit dan penyebab kerusakan organ tubuh tertentu seperti diabetes, gangguan ginjal, dan juga serangan jantung yang bisa terjadi secara tiba-tiba.

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya tekanan darah tinggi, seperti pertambahan usia, mengkonsumsi gula atau garam dalam takaran yang berlebihan, termasuk juga kafein, lemak jenuh, alkohol, merokok,  stres, dan gaya hidup tak sehat lainnya.

pexels.com

 

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat dicegah dengan mengenali ciri-ciri yang umum terjadi, yakni:

 

Sakit kepala

 

Meskipun seringkali diabaikan, nyatanya salah satu tanda yang umum terjadi pada penderita tekanan darah tinggi adalah munculnya sakit kepala terutama di saat tekanan darah terlampau tinggi atau di atas 180/120 mmHg.

 

Munculnya bintik merah di mata

 

Waspadai jika terlihat adanya bintik merah berupa titik darah pada bagian mata. Bisa jadi itu merupakan salah satu ciri dari tekanan darah tinggi, di mana seringkali dijadikan bukti oleh dokter mata untuk mendeteksi kerusakan kerusakan pada saraf optik yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi yang tidak tertangani dengan tepat.

 

Mati rasa dan kesemutan

 

Meningkatnya taraf hipertensi pada penderita, akan mengakibatkan timbulnya mati rasa dan kesemutan yang merupakan gejala awal terjadinya serangan stroke.

Secara umum terdapat 2 jenis pengobatan terhadap tekanan darah tinggi, yaitu mengkonsumsi obat-obatan anti hipertensi yang disarankan oleh dokter dan juga menjalani gaya hidup sehat, seperti:

  1. Memperbanyak aktivitas fisik dan rutin berolahraga secara teratur.
  2. Menjaga pola makan dengan cara menghindari penggunaan garam, produk gula, lemak jenuh dan kafein secara berlebihan.
  3. Menghindari stres dan membiasakan diri untuk tidur secara teratur.
  4. Menjaga berat badan secara ideal demi terhindar dari obesitas.

Demikianlah pembahasan tentang ciri-ciri tekanan darah tinggi dan cara pengobatannya. Untuk masa depan yang lebih baik, lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

0 Komentar