Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek

14 October 2018, pada 12:00
1
0
Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek

Kalau saat ini, kamu bisa membeli pembalut menstruasi di toko-toko dengan mudah, maka kamu sangat beruntung. Mengapa? Karena di luar sana, tepatnya di kawasan kumuh Kibera, Kota Nairobi, Kenya, para perempuan sangat kesulitan memperoleh kebutuhan kebutuhan wanita ini. Bahkan, tak jarang mereka harus menjual harga diri demi mendapatkan selembar pembalut.

Bagaimana kah Kondisi di Kibera?

Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek
againstthecompass.com

Kamu mungkin sedikit heran, bagaimana bisa urusan pembalut saja bisa serumit ini. Faktanya, di Kibera yang didiami sekitar 2,5 juta penduduk, akses ke alat-alat kebersihan semacam ini memang sangat sulit dan memprihatinkan.

Alasan utamanya adalah faktor kemiskinan. Sebagai gambaran, rata-rata rumah di Kibera berukuran 12 x 12 kaki. Kalau dikonversikan ke satuan meter, ukuran ini setara dengan sekitar 13 meter persegi. Ini pun harus ditinggali minimal 8 orang.

Perempuan Berjuang demi Pembalut

Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek
shofco.org

Berdasarkan laporan media asal Britania Raya, Independent yang mengutip hasil penelitian UNICEF, setidaknya 65 persen perempuan di area Kibera terpaksa terpaksa melakoni hubungan seksual demi memperoleh pembalut

Bagaimana siklusnya? Dalam laporan itu, media massa ini menceritakan kisah tentang Judy (nama samaran) saat ia pertama kali mengalami menstruasi. Pada saat itu, ia masih duduk di bangku kelas 7. 

Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek
againstthecompass.com

Suatu hari, di tengah-tengah pelajaran olahraga, seorang teman memberitahu kalau ada bercak darah di celananya. Saat itu, Judy belum tahu kalau dirinya baru saja mendapatkan menstruasi pertamanya.

Sepulang sekolah, salah seorang temannya yang bernama Mary (nama samaran) mengantarnya pulang naik ojek sepeda motor yang disebut sebagai 'boda-boda' di sana. Satu membonceng Judy, dan satu lainnya bersama Mary. 

Di tengah jalan, mereka berhenti. Pengendara boda-boda itu kemudian memberikan sebuah tas kecil, yang ternyata berisi sekotak pembalut dan celana dalam. Ketika Mary menyuruh Judy memakai peralatan tersebut, tentu saja dia merasa senang. Ia tak menyangka kalau ternyata ada maksud tersembunyi di balik pemberian itu. 

Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek
johntyman.com

Mary memberitahu Judy bahwa di bulan-bulan selanjutnya, Judy dapat meminta bantuan pengendara boda-boda itu untuk memberinya sekotak pembalut. Tapi untuk mendapatkannya, Judy harus berhubungan seks dengan si pria. Akibatnya fatal. Pada tahun 2016, ia hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. 

Apa yang menyebabkan masalah ini?

Ada 3 hal utama yang memungkinkan lingkaran setan ini terjadi di Kiberia, yaitu kemiskinan, keterbatasan informasi dan ketersediaan pembalut. 

Di jaman seperti sekarang ini, kamu akan sulit bertahan hidup dengan 3 kebutuhan krusial itu. Kemiskinan membuat anak-anak perempuan ini tak bisa membeli pembalut. Karena itu, sekitar 7% dari total seluruh perempuan di Kenya menggunakan kain bekas, potongan selimut, kertas koran, bulu ayam dan bahkan lumpur sebagai pengganti pembalut.

Demi Pembalut, Perempuan di Kota ini Terpaksa Jual Diri Ke Tukang Ojek
wordpress.com

Kamu bisa membayangkan betapa sulitnya kehidupan perempuan di daerah ini. Hanya 46% perempuan mampu mendapatkan pembalut seperti yang biasa kita gunakan di Indonesia. 

Di desa-desa tempat tinggal para gadis ini, pembalut tidak dijual bebas karena stoknya memang tidak ada. Mereka harus menempuh perjalanan dengan bus untuk membeli pembalut di tengah kota. Tapi, untuk membayar tiket bus pun mereka tak punya uang. 

Baca juga: Darah Keluar Sedikit Saat Haid? Jangan-Jangan Kamu Mengalami Hal ini

Selain itu, di berbagai wilayah di Kenya, masyarakat masih memiliki stigma bahwa perempuan yang sedang menstruasi adalah perempuan kotor. Mereka bahkan dipercaya mampu membawa kesialan ke hal-hal di sekitarnya. 

Kalau kamu tinggal di tempat seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?

0 Komentar