Desa di Indonesia Ini Disebut Mirip Madinah, Apa Saja Keunikannya?

19 June 2019, at 10:00
0
0
Desa di Indonesia Ini Disebut Mirip Madinah, Apa Saja Keunikannya?

Tahukah sobat Qupas kalau ada sebuah desa di Indonesia yang warganya memiliki kehidupan hampir sama di Kota Madinah, Arab Saudi?

Yaps, desa yang berada di Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini memang cukup asing bagi sebagian masyarakat. Desa Temboro menjadi tempat bagi seribu santri dari berbagai negara.

desa temboro di magetan
instagram.com/aliandoriyadh

Ada yang dari Malaysia, Brunei Darussalam, hingga Australia. Selain para santri asal mancanegara, juga ada belasan ribu santri yang tinggal di desa tersebut.

Seperti yang dilansir oleh Detik.com, ada tujuh belas ribu santri yang jumlahnya tentu tidak sebanding dengan penduduk Desa Temboro. Penduduk desa tersebut hanya sekitar tujuh ribu lima ratus orang saja.

para santri saat bersalaman dengan bu khofifah
inews.id

Tujuh belas ribu santri itu menimba ilmu dari empat Pondok Pesantren yang ada di desa Temboro. Salah satunya adalah Ponpes Al Fatah yang sudah sudah berdiri sejak 1 Mei 1939.

Baca juga : Intip Foto Lawas Candi Borobudur yang Mengenaskan saat Ditemukan Pertama Kali

Berawal dari sebuah masjid yang mana pendiri Ponpes Al Fatah membongkar rumahnya untuk dibangun sebuah pondok yang saat itu ditinggali 50 santri. Kini sudah ada ribuan santri.

perempuan yang ada di desa temboro
instagram.com/aulya.kh

Kalau sobat Qupas pertama kali berkunjung ke Desa Temboro saat azan berkumandang, pasti akan merasakan suasana yang sama saat berada di Madinah, Arab Saudi.

Itu karena warga Desa Temboro akan menghentikan sejenak aktivitasnya, kemudian bergegas menuju ke masjid. Kalau untuk pedagang, mereka pasti akan mengemasi lapak dagangannya.

Saat azan dhuhur, para pedagang di pinggiran jalan Desa Temboro pasti akan menutup lapanya dan buka kembali saat jam 1 siang nanti.

regional.kompas.com

Selain itu, julukan desa ‘Madinah’ muncul karena busana yang dikenakan oleh warganya yang mirip dengan masyarakat di Arab.

Seorang pria dengan jubah dan penutup kepala, lalu untuk wanita mengenakan pakaian gelap dan kebanyakan juga menggunakan burka.

Cara berpakaian dengan gaya tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi warga Desa Temboro.

Baca juga : Mengejutkan! Lubang Raksasa Muncul di Sawah Sukabumi Setelah Terdengar Dentuman

Sebutan Madinah untuk Desa Temboro memang sudah melekat sejak tahun 1980an yang lalu. Jumlah para santrinya pun juga kian bertambah.

Saat bulan Ramadhan tiba, rentetan acara pengajian pun rutin dilakukan setiap hari seusai salat Tarawih dilakukan.

Oh ya sobat Qupas, di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Desa Temboro ini bisa menghabiskan 30 juz saat salat Tarawih. Setelah itu barulah pengajian yang sering kali dihadiri oleh para pejabat.

Topics:

0 Comment