Qupas Family

Dianggap Lucu, Melakukan Prank pada Anak Ternyata Berdampak pada perkembangannya

29 January 2020, at 10:00
Dianggap Lucu, Melakukan Prank pada Anak Ternyata Berdampak pada perkembangannya

Menjahili anak sebenarnya merupakan hal yang biasa dilakukan, termasuk oleh orang tua. Siapa sih yang nggak suka melihat ekspresi lucu si kecil saat dijahili?

Akan tetapi, menjahili anak secara berlebihan sampai melakukan kebohongan atau prank yang mengangetkan tentu saja sebaiknya dihindari.

Meskipun dilakukan dengan tujuan lucu-lucuan, namun ternyata kegiatan yang sering dilakukan oleh beberapa publik figur dan dibagikan pada akun media sosial mereka ini memiliki dampak yang nggak baik bagi perkembangan anak lho!

1. Anak Mudah Cemas

Prank Pada Anak (Foto: pinterest.com)
pinterest.com

Tanpa disadari, melakukan prank pada anak ternyata bisa membentuknya menjadi pribadi yang penakut dan mudah cemas lho.

Walaupun bagi orang tua menjahili anak terasa menyenangkan, namun hal tersebut bisa membuat anak mudah merasa khawatir tentang hal-hal mengejutkan yang mungkin akan terjadi. Apabila kalau sering dilakukan dan berlebihan.

2. Anak Mengalami Trauma

Anak Mengalami Trauma (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Selain mudah merasa cemas, anak yang sering mendapatkan prank dari orang tuanya juga bisa mengalami trauma yang terbawa hingga dewasa.

Rasa trauma dapat muncul saat anak melihat atau mengalami sesuatu yang nggak menyenangkan secara mendadak atau mengejutkan. Padahal, orang tua seharusnya menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi buah hati.

3. Anak Mengalami Trust Issue

Dampak Melakukan Prank Pada Anak (Foto: 123rf.com)
123rf.com

Tahu nggak sih, sering melakukan prank pada anak bisa membuatnya mengalami trust issue atau masalah kepercayaan.

Si kecil bisa jadi merasa kurang percaya terhadap orang tuanya sendiri maupun orang lain. Hal ini kemudian akan membuat anak kesulitan untuk mengembangkan kemampuan sosialnya.

Baca juga: Terkesan Menyenangkan, Menggelitik Anak Ternyata Nggak Baik Dilakukan

4. Bukan Contoh yang Baik

Ilustrasi Anak Sedih (Foto: depositphotos.com)
depositphotos.com

Seperti yang telah diketahui, anak-anak merupakan peniru ulung sedangkan orang tua seharusnya berperan sebagai sosok menjadi panutan.

Selain itu, orang tua seharusnya juga mengajarkan kepada buah hati untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Lalu, apa yang bisa dipelajari si kecil kalau sering mendapatkan prank dari orang tuanya?

5. Anak Menganggap Orang Lain Sebagai Bahan Lelucon

Ilustrasi Anak Cemas (Foto: istockphoto.com)
istockphoto.com

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, anak yang sering mendapatkan prank dari orang tua akan menjadikan hal tersebut sebagai contoh sehingga mudah menganggap orang lain sebagai bahan lelucon.

Buah hati akan tumbuh dengan pola pikir bahwa prank merupakan hal yang wajar dilakukan. Nggak hanya itu, anak juga mungkin akan merasa bahwa mempermalukan orang lain di depan umum bukanlah hal yang negatif.

Wah, meskipun kelihatanya sepele, ternyata prank pada anak bisa berdampak besar pada perkembangannya ya!