Diapresiasi Sineas Mancanegara, 5 Film Indonesia Ini Justru Tuai Kontroversi di Negeri Sendiri

26 April 2019, at 20:00
0
0
Diapresiasi Sineas Mancanegara, 5 Film Indonesia Ini Justru Tuai Kontroversi di Negeri Sendiri

Selain dihebohkan dengan kehadiran 'Avengers: Endgame', akhir-akhir ini bioskop tanah air juga disibukkan dengan kontroversi yang menyelimuti film Indonesia terbaru berjudul 'Kucumbu Tubuh Indahku'.

Film garapan sutradara Garin Nugroho ini menuai kotroversi karena mengangkat tema LGBT. Mulai ditayangkan di bioskop Indonesia pada 18 April kemarin, 'Kucumbu Tubuh Indahku' bahkan dikecam netizen.

Petisi yang menolak penayangannya pun muncul dan sudah ditandatangani puluhan ribu orang. Padahal sebelumnya, film ini sudah berhasil memborong penghargaan internasional lho.

Baca juga: Usai Borong Penghargaan Internasional, Kucumbu Tubuh Indahku Akhirnya Siap Tayang di Bioskop

Eits, tapi selain 'Kucumbu Tubuh Indahku', ternyata banyak juga lho film Indonesia yang sukses di mancanegara tapi justru mendapat penolakan di negeri sendiri. Kamu penasaran? Yuk langsung simak daftarnya berikut ini.

1. Look of Silence (2015)

Look of Silence (2015)
imdb.com

Meski sempat mendapatkan apresiasi dari dunia, termasuk diikutkan dalam nominasi Oscar untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik, film ini gagal tayang di bioskop Indonesia.

'Look of Silence' atau dikenal juga dengan judul 'Senyap' menceritakan tentang pembantaian masal yang terjadi ditahun 1965 silam. Katanya, film garapan Oppenheimer ini terlalu 'keras' dan beberapa pihak dianggap kurang senang dengan kehadirannya.

2. Act of Killing (2012)

act of killing 2012
imdb.com

Sebelum 'Look of Silence', film garapan Joshua Oppenheimer yang satu ini juga memicu kontroversi dari berbagai kalangan. Akhirnya, 'Act of Killing' atau dikenal juga dengan judul 'Jagal' hanya ditayangkan di beberapa kampus dan lembaga-lembaga tertentu.

Sebab, banyak yang khawatir kalau film bertema sejarah ini bisa membangkitkan jiwa-jiwa komunisme. Di dunia internasional, 'Act of Killing' sebelumnya sudah memenangi BAFTA 2014 dan wara-wiri di ajang penghargaan bergengsi lainnya.

3. The Sun, The Moon and The Hurricane (2014)

'The Sun, The Moon and The Hurricane'
revi.us

'The Sun, The Moon and The Hurricane' sempat ditayangkan di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2014 dan berhasil menyabet penghargaan Official Selection dan nominasi Sutradara Baru Terbaik di Vancouver International Film Festival.

Sayangnya, nasib film ini nggak sampai di bioskop Indonesia karena menyentuh ranah LGBT yang pastinya juga akan memicu berbagai pro dan kontra.

Baca juga: Keren! Deretan Film Indonesia Terbaik Ini Pernah Borong Penghargaan Internasional

4. Something In The Way (2013)

film Something In The Way
rankingfilms.com

Berbeda dengan film Indonesia terbaik yang dibintangi Reza Rahardian lainnya, 'Something In The Way' kabarnya memang nggak pernah diajukan untuk tayang di bioskop tanah air. Karena sang sutradara, Teddy Soeriaatmadja yakin karyanya juga bakalan dicekal.

Mengangkat tema agama dan seksualitas yang sarat akan konten sedikit vulgar, 'Something In The Way' akhirnya memilih untuk melalang buana di festival film internasional saja.

5. Parts of the Heart (2012)

Parts of the Heart (2012)
imdb.com

Film Indonesia romatis yang satu ini juga dibumbui dengan kisah cinta antara sesama jenis. Jadi sudah bisa ditebak, pasti bakalan dicecar dengan kritik dari berbagai kalangan kalau tayang di bioskop tanah air.

Tapi, karya sutradara Paul Agusta ini sukses menerima apresiasi yang sangat tinggi dari para sineas mancanegara saat tayang di Festival Film Internasional Rotterdam 2012.

Nah, itulah beberapa film Indonesia terbaik yang sukses mendapatkan apresiasi dari dunia tapi malah kurang beruntung nasibnya di negeri sendiri. Kamu sudah nonton?

0 Comment