Eksplor Pulau Sangiang, Sang Primadona di Banten yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Indonesia

17 August 2019, at 20:00
1
0
Eksplor Pulau Sangiang, Sang Primadona di Banten yang Jadi Saksi Bisu Sejarah Indonesia

Banten punya satu pulau yang sedang naik daun. Pulau Sangiang atau yang sering disebut Pulau Sanghyang. Letaknya berada di Selat Sunda. Selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Awalnya, tak banyak orang yang tahu tentang keberadaan pulau kecil ini. Tapi kini menjadi wisata yang potensial di kawasan Barat Pulau Jawa.

Nah, buat kamu yang pengen tahu banyak soal Pulau Sangiang, lanjutin baca ya! Mungkin kamu juga bakal menemukan hal nggak terduga dari destinasi epik ini.

1. Dulu adalah Cagar Alam

sangiang island
instagram.com/elitajohana

Sekarang mungkin pulau kecil di ujung barat Pulau Jawa ini adalah destinasi wisata yang sering jadi incaran para traveler. Panorama alamnya yang masih asri dengan nuansa hutan tropis, pantai berpasir putih, dan air laut yang masih biru pasti membuat siapa saja takjub.

Tapi siapa sangka kalau dulu ternyata wisata perairan dengan total luas 700 hektar ini dulunya adalah Cagar Alam? Tepat sekitar tahun 1991, alih fungsi kawasan konservasi itu berubah menjadi Taman Wisata Alam Pulau Sangiang. Kalau dulu sih luasnya sekitar 700,35 hektar.

Baca juga: Ini Dia Pantai Terindah di Pulau Jawa, Yakin Nggak Pengen Liburan?

2. Tempat berburu sunrise yang asyik

sangiang banten
instagram.com/febrialams

Jangankan alam yang masih alami. Pulau Sangiang juga merupakan tempat yang asyik untuk berburu sunrise alias matahari terbit di pagi hari.

Apalagi di wisata Serang Banten ini ada tebing tinggi. Spot inilah yang pas buat mengabadikan momen sunrise yang dramatis.

Buat yang punya rencana menikah, bisa juga memilih pulau ini buat lokasi prewedding. Tapi mending pilih waktu di pagi hari atau sore hari sekalian supaya hasil jepretan lebih maksimal.

3. Surganya para divers

diving pulau sangiang
instagram.com/anugrahadventure

Pulau Sangiang di Banten ini bisa dibilang adalah surganya para divers alias penyelam. Buat kamu yang hobi snorkeling juga bisa lho liburan ke sini.  Ini karena alam bawah lautnya yang eksotis dan nggak kalah dari tempat-tempat menyelam lain di Indonesia.

Selain jelajah alam bawah laut, kamu juga bisa menikmati eksplorasi Goa Kelelawar dan menyaksikan penangkaran penyu di sekitar Pulau Sangiang. Kalau beruntung, kadang ada guide maupun penduduk lokal yang bakal mengajakmu melihat penyu bertelur saat malam hari.

4. Saksi Bisu Sejarah Indonesia

pulau sangiang
instagram.com/missfloe

Di balik keindahannya, Pulau Sangiang ternyata juga menyimpan sejarah kelam terkait sejarah Indonesia. Tepatnya sekitar tahun 1942, ketika Jepang mendarang di Cikoneng dan menjadikan daerah tersebut sebagai basis pengerahan tenaga kerja romusha untuk dipekerjakan di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Nah, di Pulau Sangiang sendiri ada prasasti yang menceritakan aktivitas merka menggunakan Bahasa Jepang, yang berbunyi "Genjumin romusha no hi." Selanjutnya pada tahun 1943, terjadi peperangan besar antara Jepang melawan Belanda. Belanda yang kalah kemudian meninggalkan tempat tersebut hingga menyingkir di Pulau Sembuku Lampung. Sedangkan Jepang menyerah tanpa syarat pada sekutu pada 1945.

Atas peristiwa sejarah tersebut, di pulau ini banyak ditemukan bangunan peninggalan sejarah yang berkaitan dengan masalah pertahanan. Sekarang sih sudah dijadikan sebagai pos pengamat lalu lintas kapal-kapal di Selat Sunda.

Baca juga: Wow! Wisata di Banten Ini Usianya Sudah Seabad Lebih!

5. Cara ke Pulau Sangiang

pulau sangiang banten
instagram.com/saefullah_14

Secara administratif, lokasi Pulau Sangiang terletak di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Supaya bisa sampai di wisata pulau ini, kamu bisa menyeberang dari Anyer. Tepatnya di Pelabuhan Paku menggunakan perahu cepat selama 30 sampai 45 menit.

Gimana, tertarik liburan ke Pulau Sangiang? Terutama buat para pecinta alam bawah laut, wisata di Banten ini recommended buat kamu kunjungi. By the way, tetap jaga lingkungan dengan cara bawa sampah anorganik pulang ya, Sobat!

0 Comment