Fakta Cuti Haid Pekerja Perempuan Indonesia, Tak Seindah Tulisan di Atas Kertas

16 November 2018, at 17:00
1
0
Fakta Cuti Haid Pekerja Perempuan Indonesia, Tak Seindah Tulisan di Atas Kertas

Sebagai siklus yang rutin terjadi setiap bulan, menstruasi terkadang menyiksa banyak perempuan. Untuk itu, beberapa negara di dunia telah membuat kebijakan cuti haid, termasuk Indonesia.

Namun sayangnya, kebijakan cuti haid yang telah tertulis dalam undang-undang ini nyatanya tak berjalan dengan mulus. Penyebabnya bisa dari perusahaan ataupun dari pekerja perempuan sendiri yang tak mengerti tentang hak yang bisa mereka dapatkan saat menstruasi.

Sebenarnya bagaimana sih aturan mengenai cuti haid ini? Dan bagaimana kebijakan ini diberlakukan di negara lain?

Yuk simak fakta-fakta mengenai cuti haid bersama Qupas berikut ini.      

1. Kebijakan Cuti Haid di Indonesia

ilustrasi wanita yang sakit saat menstruasi
personneltoday.com

Aturan mengenai cuti haid di Indonesia dijabarkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Isinya adalah seperti berikut:

  1. Pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.
  2. Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama.

ilustrasi wanita yang sakit saat haid
parents.com

Dalam undang-undang dijelaskan bahwa cuti haid diberikan hanya pada pekerja yang mengalami sakit saat masa menstruasi. Artinya, tak semua perempuan yang haid pasti mendapatkan cuti.

Sesuai dengan peraturan tersebut, cuti yang diberikan adalah selama dua hari. Di luar dari itu, pemerintah menyerahkan pelaksanaan kebijakan ini kepada perusahaan, dan diharapkan tertuang dalam perjanjian kerja bersama karyawannya.

2. Implementasi Kebijakan Cuti Haid di Indonesia

Ilustrasi pekerja pabrik
seruji.co.id

Sudah 15 tahun sejak cuti haid dimasukkan dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan, namun nyatanya kebijakan ini tak berjalan dengan mulus. Bila ditelusuri, sebabnya bisa dari dua faktor, yakni perusahaan dan pekerja perempuan itu sendiri.

Faktanya, sebagian besar pekerja perempuan di Indonesia tidak mengetahui kalau mereka berhak mendapatkan cuti haid. Sedangkan ada juga karyawan yang tahu tentang kebijakan ini, namun tetap memaksa masuk meski merasakan nyeri haid yang hebat.

Hal ini karena perusahaan tidak wajib membayar upah penuh bagi karyawan perempuan yang mengambil cuti haid. Sehingga mereka lebih memilih masuk kerja supaya tidak ada pemotongan gaji.

demo cuti haid indonesia
cloudfront.net

Faktor yang kedua adalah dari perusahaan. Dilansir dari cnnindonesia.com, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebut masih banyak perusahaan yang mengabaikan hak pekerja perempuan, terutama mengenai cuti haid ini.

Beberapa perusahaan di Indonesia tak menjelaskan aturan tentang cuti haid dengan baik. Bahkan banyak yang sama sekali tak menyinggung kebijakan ini dalam perjanjian kerja antara perusahaan dengan karyawannya.

Keluhan mengenai sulitnya mendapat izin cuti haid dari perusahaan juga tak jarang diadukan serikat pekerja kepada Kementrian Kesehatan Kerja dan Olahraga (Kemenkes).

Padahal, menurut fakta yang dikutip dari The Independent, kram saat menstruasi sama sakitnya dengan serangan jantung yang membutuhkan perawatan khusus.

Baca juga: Mengalami Sakit Berlebihan Ketika Haid? Kamu Boleh Mengajukan Cuti Haid Lho!

3. Cara Mengajukan Cuti Haid ke Perusahaan

ilustrasi karyawan yang berbicara dengan bos
juliedennis.net

Setiap pekerja perempuan memang memiliki hak untuk cuti haid. Namun bagaimanakah cara mengajukannya ke perusahaan?

Untuk mendapatkan hak cuti haid, pekerja perempuan harus berani memberitahu perusahaan kalau mereka memerlukan cuti haid karena merasakan sakit. Cuti akan diberikan kepada pekerja yang mengalami gejala seperti nyeri hebat pada perut, pusing, mual, atau bahkan diare.

Penting untuk diingat, mengajukan cuti haid bukanlah hal yang memalukan dan tabu. Ini memang wajar karena masuk dalam kebutuhan biologis pekerja perempuan. 

ilustrasi pengecekan kesehatan
picdn.net

Untuk menghindari penyalahgunaan cuti haid ini, perusahaan diberi kewenangan untuk membuat aturan sendiri. Biasanya ada yang mengharuskan dengan bukti surat dokter.

Atau bisa juga dengan pemeriksaan kesehatan khusus di klinik yang bekerjasama dengan perusahaan tersebut.

Sehingga cuti haid bisa diberikan kepada pekerja yang benar-benar membutuhkan.

4. Kebijakan Cuti Haid di Negara Lain

ilustrasi pegawai wanita di jepang
read.ft.com

Sebelum Indonesia, ada negara Jepang dan Korea Selatan yang lebih dulu memiliki kebijakan cuti haid.

Aturan mengenai cuti haid untuk karyawan di Jepang bahkan telah dibuat sejak tahun 1947. Di sana, jumlah hari dan besaran gaji yang diberikan saat cuti ditentukan oleh perusahaan.

Sedangkan Korea Selatan telah memberlakukan kebijakan ini sejak tahun 2001 silam. Lamanya cuti haid yang diberikan adalah 1 hari dalam sebulan. Namun pekerja tetap akan diberikan upah penuh, alias tidak ada potong gaji.

ilustrasi demonstrasi cuti haid
benzinga.com

Negara Asia lain, yaitu Taiwan, baru menerapkan kebijakan haid pada tahun 2013. Pegawai perempuan di negara ini diberi kesempatan selama tiga hari dalam setahun untuk cuti haid. 

Selain negara-negara Asia tersebut, Italia, Rusia, dan beberapa perusahaan di Inggris dan Afrika kabarnya juga mulai memberikan cuti pada karyawannya yang sedang haid. Ini juga sebagai langkah untuk membongkar stigma bahwa menstruasi adalah hal yang tabu di masyarakat.

Ladies, itulah beberapa fakta mengenai cuti haid yang harus kamu ketahui. Dengan mengetahuinya, kamu tak perlu ragu ataupun malu untuk mengajukan cuti dikala merasakan nyeri menstruasi karena itu memang hak setiap pekerja perempuan di Indonesia.

0 Comment