Final Score, Film Tema Keluarga yang Berakhir Baku Tembak

04 October 2018, at 02:35
1
0
Final Score, Film Tema Keluarga yang Berakhir Baku Tembak

Laiknya film action pada umumnya, Final Score yang dihiasi beberapa bintang Hollywood terkenal seperti Dave Bautista, Pierce Brosnan dan Ray Stevenson wajib dilatarbelakangi oleh suatu skandal kriminal. Dan kali ini, motif itu berkaitan dengan masalah keluarga.

Klise? Bisa jadi. Tapi itu tidak berarti film ini bisa dilewatkan begitu saja. Sebab, sayang sekali kalau kita melewatkan kesempatan menonton Dave Bautista alias Drax menjadi lakon tunggal sebuah drama action.

Jadi, yuk kita simak 5 fakta film Final Score yang sedang tayang di bioskop-bioskop di Indonesia.

Baca juga: Harga Tiket Bioskop Di Seluruh Dunia, Awas 'Jantungan' Bacanya

1. Masih tentang kriminal Rusia

joe.co.uk

Di awal film, diperlihatkan seorang pria entah siapa yang lari tunggang langgang dari seorang pria lainnya (Vlad) yang berkepala botak berwajah seram dan bertubuh super besar. Ketika sang pria pertama sudah optimis telah lolos dari kejaran si pria menyeramkan, sebuah van menghempasnya dari samping dan melumpuhkannya.

Scene selanjutnya memperlihatkan sang pria malang tengah berada pada posisi digantung terbalik. Pada momen ini lah kita mengetahui kalau sang pemeran antagonis, Arkady (diperankan oleh Ray Stevenson) tengah mencari seseorang. Arkady sendiri diketahui sebagai bekas salah satu pemimpin revolusi Sukovia, salah satu negara persekutuan Rusia. 

Meski bukan latar belakang yang buruk, tapi kisah tentang kriminal Rusia dalam film action sebenarnya sudah lumayan basi. Tapi, mungkin sang penulis naskah memiliki alasan tersendiri mengapa Final Score masih berkutat pada stereotip Rusia.

2. Berlatar di London

lonelyplanet.com

Untungnya film ini cukup cerdas mempertimbangkan setting cerita, karena Final Score memang mengambil latar di London. Mungkin karena stadion dan pertandingan sepak bola, sebagai lokasi utama pengambilan gambar, lebih lumrah dikaitkan dengan masyarakat London.

Kehadiran satuan polisi London menambah unsur London semakin kental dalam film ini. Penonton patut mengapresiasi ketelitian sang sutradara karena pertimbangannya pada latar.

Meski begitu, Mike Knox (Dave Bautista), sang aktor utama, adalah seorang anggota militer satuan khusus Amerika Serikat. Alasan ia berada di London adalah untuk mengunjungi keponakannya, Danni, yang sudah ditinggal sang ayah--yang tidak lain adalah kakak lelaki Mike.

3. Pembajakan Stadion

productplacementblog.com

Sampai di sepertiga bagian cerita, motif Arkady melakukan aksinya belum begitu jelas. Ia masih serius mengonfrontir kepala pengawas stadion supaya menuruti keinginannya mengontrol seluruh sistem di stadion tersebut.

Sebelumnya, secara diam-diam, satu per satu anggota timnya masuk dengan kartu identifikasi palsu ke dalam stadion. Dengan cara ini lah, Arkady perlahan menguasai lapangan raksasa itu--mulai dari saluran komunikasi hingga listrik.

4. Minim Laga

geektyrant.com

Meski Dave Bautista dikenal sebagai mantan pegulat dan atlit MMA (Mixed Martial Arts), jangan harap peran Mike yang ia perankan di film ini tampil lincah saat berlaga.

Sebaliknya, Mike justru seringkali mati kutu ketika harus melawan musuhnya satu lawan satu. Ia lebih sering mengandalkan senjata seperti pistol dan pisau untuk melumpuhkan lawan-lawannya yang brutal.

5. Alasan Politis

euroscoop.nl

Ketika Arkady berhasil menyambung komunikasi dengan Mike melalui radio yang ia rebut dari salah satu anak buah Arkady, sang penjahat menyebutkan bahwa ia datang ke kota London dan khususnya stadion West Ham tersebut karena alasan politis. Baru pada menit ke-46, diketahui bahwa Arkady menuduh pemerintah Inggris telah menyembunyikan seseorang bernama Dimitri Belav (Pierce Brosnan).

Usut punya usut, ternyata Dimitri Belav adalah seorang tokoh penting bagi rakyat Sukovia. Kehadirannya sangat penting bagi kelanjutan revolusi Sukovia. Namun, beberapa pihak yang berkepentingan terpaksa harus mencegah saudara Dimitri, yang tidak lain adalah Arkady, mendapatkannya.

Sebagai seorang anggota militer khusus, Mike memang dilatih untuk menghadapi penjahat. Sayangnya, ia nampak kurang terlatih di film ini. Mungkin karena ia dicitrakan sebagai tentara perang, sehingga ketika Mike harus menjegal para penjahat di film ini, ia nambah kesulitan.

Selain itu, seperti film action kebanyakan, unsur sentimentil pun hadir di film Final Force--terutama ketika Mike terpaksa harus mengorbankan keselamatannya demi keamanan Danni. Karena memang Danni lah satu-satunya alasan Mike rela berlaga sengit melawan para penjahat Rusia ini.

Rotten Tomatoes menanggapi film ini cukup baik, dengan rating mencapai 71%. Sedangkan Metacritic sudah merasa puas dengan angka 53% untuk film karya Scott Mann ini. 

Meski film ini sudah rilis cukup lama di negeri asalnya, Final Score baru saja sampai di Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Kalau kamu merasa optimis dengan permainan Dave Bautista dan penasaran dengan alasan dibalik segala aksi laga di film ini, buruan tonton filmnya di bioskop favorit kamu.


 

0 Comment