Mandi adalah kegiatan untuk membersihkan seluruh tubuh dari keringat, debu, dan segala kotoran yang menempel akibat aktivitas sehari-hari. Idealnya dilakukan dua kali sehari. Kalau tidak mandi kamu akan merasa lengket dan bau.

Tapi beberapa orang yang merasakan keanehan setelah mandi. Kegiatan yang seharusnya menyegarkan justru berdampak buruk, yaitu gatal-gatal. Kamu pernah?

Kalau mandi di sungai yang kotor sih, wajar ya gatal-gatal, kan banyak kuman. Kalau aktivitas ini dilakukan di air bersih tapi tetap begitu, kira-kira kenapa ya? Ini penyebabnya.

1. Kulit Kering

kulit kering
sistasehat.com

Kalau kamu pikir mandi bisa mengatasi masalah kulit kering karena terkena air akan membuatnya basah, kamu salah!

Mandi justru akan memperparah kekeringan kulit. Hal ini dikarenakan kegiatan ini dapat menghilangkan kelembapan alami kulit yang berasal dari minyak.

Mandi memang bertujuan untuk menghilangkan keringat, kan? Nah, bayangkan apa saja yang kamu lakukan saat mandi. Membasuh seluruh badang dengan air, kemudian memakai sabun.

kulit kering
hellosehat.com

Minyak alami kulit kita akan terbasuh oleh air dan sabun. Apalagi kalau mandinya lama, maka kulit akan bertambah kering.

Hal tersebut kemudian memicu iritasi yang menimbulkan rasa gatal. Untuk mengatasinya kamu sebaiknya menggunakan pelembap kulit setiap sehabis mandi. Oke?

2. Dermatitis kontak

dermatitis kontak
propolisbrazilwalatra.com

Dermatitis kontak merupakan iritasi yang disebabkan oleh sentuhan langsung kulit dengan bahan-bahan tertentu. Saat mandi, tentu saja kulit berkontaminasi dengan sampo atau sabun yang mengandung bahan kimia di dalamnya.

Selain itu, kontak dengan handuk yang bisa jadi masih memiliki bekas detergen atau pewangi pakaian juga dapat menyebabkan iritasi ini.

dermatitis kontak
https://hellosehat.com/

Sebaiknya, kamu mengganti sabunmu dengan pH yang seimbang dengan kondisi kulitmu untuk meminimalisir kemungkinan dermatitis kontak. Selain itu, hindari juga penggunaan produk-produk yang di dalamnya terkandung bahan pewangi dan pemutih.

Jangan menggaruk bagian yang gatal karena akan memperparah iritasi. Lebih baik gunakan salep penghilang gatal.

3. Alergi

alergi
hellosehat.com

Gatal setelah mandi juga dapat disebabkan oleh alergi. Kamu bisa saja mengalaminya dengan salah satu hal yang bersentuhan denganmu saat mandi. Entah itu sabun, sampo atau perlengkapan lainnya.

Agar aman, gantilah perlengkapan mandimu dengan produk yang ramah dengan kulit sensitif, seperti produk yang tidak mengandung alkohol.

iritasi
hellosehat.com

Sebelum semakin parah, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter kulit, ya!

Kamu juga bisa lakukan diagnosa alergi sederhana dengan mencatat apa saja yang kamu gunakan dan mana yang paling berpotensi membuat alergimu kumat.

Baca Juga: Kulit Kesat Setelah Mandi Bukan Pertanda Bersih Loh!

4. Aquagenic Pruritus

aquagenic pruirus
hellosehat.com

Yang satu ini merupakan kondisi dimana terjadi rasa gatal pada kulit setelah adanya kontak dengan air atau udara yang lembab.

Jika semakin di garuk, gatalnya akan semakin menjadi-jadi. Jadi lebih baik di diamkan saja, ya!

aquagenic pruritus
the-coach.mi-comm.com

Namun demikian, kondisi ini jarang terjadi. Jika kamu mengalami aquagenic pruritus, akan muncul tanda-tanda lain seperti kulit menjadi bersisik, adanya benjolan dan bintik, kulit pecah-pecah dan lain sebagainya.

Jika merasa mengalaminya, segera konsultasikan dengan dokter kulit agar dilakukan tes untuk mendiagnosanya.

Nah, itu merupakan 4 kemungkinan yang kamu alami ketika merasakan gatal di kulit setelah mandi. Tapi kalau kamu tidak mengalami salah satu diantaranya, mungkin karena kamu jarang melakukan aktivitas menyegarkan ini!

0 Comment