Hobi Lembur, Karyawan di Jepang Sampai 'Diusir' Agar Pulang Tepat Waktu

04 October 2018, at 02:07
0
0
Hobi Lembur, Karyawan di Jepang Sampai 'Diusir' Agar Pulang Tepat Waktu

Menunda waktu pulang setelah jam bekerja selesai atau biasa disebut lembur adalah hal yang dihindarai oleh masyarakat Indonesia. Namun di beberapa negara dengan etos kerja tinggi, para pegawainya justru senang untuk lembur.

Padahal budaya lembur ini bisa membuat hasil kerja tidak maksimal dan memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk stres. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa negara maju telah membuat kebijakan guna mencegah karyawan agar tidak lembur. 

Beberapa diantaranya adalah Perancis, Jerman, Belanda, Inggris, Jepang, dan baru-baru ini Korea Selatan. Diantara negara tersebut, perusahaan di Jepang memiliki tradisi paling unik untuk ‘mengusir’ karyawannya yang doyan lembur.

Penasaran gimana caranya? Yuk simak langsung!

1. Memberi Bonus pada Karyawan yang Pulang Cepat

ilustrasi kerja lembur
medium.com

Tak hanya disiplin, kebiasaan masyarakat Jepang terkenal punya hobi lembur. Namun di sisi lain, hobi tersebut menyebabkan tingkat bunuh diri semakin tinggi.

Tak hanya pemerintah, banyaknya kasus bunuh diri membuat perusahaan-perusahaan di Jepang semakin gencar untuk membatasi jam lembur para karyawan. Salah satunya adalah Sunny Side Up Inc.

lustrasi karyawan di jepang pulang kerja
wordpress.com

Perusahaan ini akan memberikan bonus bagi karyawannya yang mau pulang lebih cepat. Diakui oleh kepala humas Sunny Side Up, bonus tersebut diberikan untuk meningkatkan produktivitas pegawainya.

Bagi karyawan yang mau pulang jam 3 sore, akan diberi insentif sebesar 3200 yen, atau setara 420 ribu rupiah setiap harinya. Wah lumayan ya.

Baca juga: Cinta Kebersihan, Warga Jepang Sampai Bereskan Sampah di 3 Negara ini

2. Memberi Bonus Pada Karyawan yang Mau Cuti

ilustrasi karyawan di jepang menerima bonus uang
jpninfo.com

Untuk mengatasi hobi lembur, Orix Corp juga menyiapkan bonus bagi karyawannya. Berbeda dengan Sunny Side Up, bonus ini diberikan pada karyawan yang mau ambil cuti selama lebih dari 5 hari berturut-turut.

Besarnya bonus adalah 30.000 - 50.000 yen atau sekitar 4 - 6,5 juta rupiah. Dan ini akan diberikan kepada semua karyawannya setiap setahun sekali.

ilustrasi karyawan di jepang pulang kerja
azureedge.net

Selain bonus cuti tersebut, perusahaan ini juga memotong jam kerja karyawannya jadi 7 jam saja. Dengan gaji bulanan yang tetap.  

Kebijakan ini telah dijalankan Orix sejak April 2017 lalu. Menyusul kasus bunuh diri karena kerja lembur yang kian hari malah terus naik.

3. Mematikan Lampu

gedung perusahaan dentsu
ft.com

Perusahaan periklanan, Dentsu bisa dibilang yang paling merasakan imbas dari kasus bunuh diri yang marak di Jepang. Sebab, kasus bunuh diri tersebut dialami oleh salah satu karyawannya.

Matsuri Takahashi dilaporkan bunuh diri dari lantai 4 tempat tinggalnya akhir 2016 lalu. Diduga salah satu penyebabnya adalah karena hobi lembur.

ilustrasi perusahaan dentsu mematikan lampu kantor
reutersmedia.net

Sejak saat itu, Dentsu membuat kebijakan untuk mematikan seluruh lampu kantor mulai jam 10 malam hingga 5 pagi. Dengan tujuan tidak ada karyawan yang menunda waktu pulangnya seusai jam kerja selesai.

4. Memainkan Lagu

ilustrasi perusahaan di jepang memainkan lagu saat jam pulang
timeincapp.com

Beberapa perusahaan di Jepang menggunakan cara yang sama untuk mengusir karyawannya secara halus. Yaitu dengan memainkan lagu Gonna Fly Now yang dipopulerkan oleh Bill Conti.

ilustrasi drone yang mengeliligi kantor
amazonaws.com

Salah satu perusahaan bernama Taisei malah menggunakan bantuan drone. Drone ini akan diterbangkan setiap pukul 6 sore ke berbagai sudut kantor sembari memutar lagu dengan volume yang sangat kencang.

Hal ini diharapkan dapat mengganggu karyawan sehingga mereka cepat pulang dan meninggalkan hobi lembur mereka.

5. Menghukum Karyawan yang Memaksa Lembur

karyawan di jepang memakai jubah ungu sebagai hukuman
gettyimages.com

Berbeda dengan perusahaan lainnya, Saint-Work mempunyai cara yang sedikit konyol untuk membatasi jam kerja karyawannya. Siapapun yang ketahuan lembur, maka harus dihukum dengan menggunakan jubah ungu dan menuliskan alasan mereka.

ilustrasi larangan kerja lembur
wordpress.com

Bukan untuk mempermalukan karyawannya, hukuman ini sebenarnya diterapkan oleh Saint-Work agar pegawainya cepat pulang dan memperoleh istirahat yang cukup.

Meski hukuman tersebut terlihat memalukan, perusahaan ini tidak ingin karyawannya mempertaruhkan kesehatan mereka demi lembur. So sweet ya tujuan sebenarnya.

6. Premium Friday

kebijakan premium friday
aboluowang.com

Premium Friday adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang. Kebijakan ini mengharuskan perusahaan di sana untuk membiarkan karyawannya pulang lebih awal setiap jumat terakhir setiap bulannya.

karyawan di jepang yang menikmati premium friday
ft.com

Dengan kebijakan ini para karyawan diharapkan bisa menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Kemudian bisa kembali bekerja pada hari senin nya dengan badan dan pikiran yang lebih segar.

Baca juga: Kenapa Pegawai Kantoran Rentan Terkena Serangan Jantung? Ternyata ini Penyebabnya

Nah itulah beberapa cara unik yang dilakukan perusahaan di Jepang untuk mengusir karyawannya supaya nggak lembur. Duh, segitu susahnya ya masyarakat di sana kalau disuruh pulang cepet. Kalau kamu termasuk yang suka pulang cepet atau lembur nih?

0 Comment