Ibu yang Bekerja Rentan Terkena Gangguan Mental, Lakukan Ini untuk Menghindarinya

15 January 2019, at 10:00
0
0
Ibu yang Bekerja Rentan Terkena Gangguan Mental, Lakukan Ini untuk Menghindarinya

Menjadi ibu rumah tangga atau wanita karir merupakan pilihan pribadi setiap perempuan. Keduanya hebat dan ada pengorbanan di dalamnya.

Memilih menjadi ibu rumah tangga, berarti mengorbankan ego dan lain sebagainya demi keluarga. Sedangkan memilih menjadi wanita karir bisa saja dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Misalnya saja faktor internal, yaitu untuk memenuhi hasrat pribadi maupun membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bisa juga ia merupakan orang tua tunggal sehingga terpaksa harus bekerja.

Ibu rumah tangga memang memiliki banyak beban. Begitu pula dengan kebanyakan ibu yang bekerja dituntut untuk melakukan pekerjaannya sekaligus mengurus anak dan suami.

Beban yang berlipat membuat ibu yang bekerja menjadi lebih rentan terkena gangguan mental. Lakukan hal-hal ini untuk menghindarinya.

1. Bertanya Kepada Diri Sendiri

bertanya kepada diri sendiri
pexels.com/@linkedin

Mungkin kamu telah mengorbankan banyak hal untuk pekerjaan. Namun, sebaiknya kamu mengerti bahwa kamu tidak harus menderita karena hal tersebut.

Sebagai ibu yang juga memiliki banyak tangguan di pekerjaan, kamu juga memiliki banyak hal yang harus diselesaikan di rumah. Hal tersebut membutuhkan cukup banyak tenaga.

ibu pekerja bertanya kepada diri sendiri
shutterstock.com

Tidak ada salahnya untuk bertanya kepada diri sendiri, “apakah aku tetap sehat dan bahagia saat bekerja?”

Kemudian, jawab lah dengan jujur dari hati nurani. Hal ini akan membantumu untuk mengurangi beban pikiran yang ditanggung. Selain itu, kamu juga akan lebih bisa mengerti bagaimana sebenarnya perasaanmu.

Kebanyakan ibu pekerja mengabaikan dirinya sendiri. Tidak banyak mempertimbangkan kesehatan dan kebahagiaan dirinya. Hal ini lah yang lama-lama akan menumpuk dan memunculkan gangguan mental.

2. Jam Kerja yang Panjang atau Gila Kerja

kam kerja yang panjang atau gila kerja
famifi.com

Sebagai ibu pekerja, kamu harus tahu apakah jam kerja yang panjang sama dengan gila kerja atau tidak. Kamu juga harus mengerti, sesungguhnya yang selama ini kamu lakukan seperti apa.

Apakah memang terpaksa bekerja dengan waktu yang panjang atau memang senang dengan pekerjaan (workaholic).

Workaholic atau gila kerja merupakan perasaan terobsesi dengan pekerjaan. Hal ini akan membuat seseorang menjadi fokus pada pekerjaan, bahkan saat ia tidak bekerja.

Sedangkan bekerja dalam waktu yang lama tidak membuat seseorang menjadi gila kerja.

jam kerja yang panjang
gettyimages.com

Ketika menjadi ibu pekerja, kamu harus tahu bahwa menjadi workaholic bukanlah sesuatu yang baik. Kamu memiliki tugas lain seperti mengurus rumah, anak, dan suami. Hal-hal tersebut bisa jadi akan terabaikan ketika kamu terobsesi pada kerja.

Selain itu, workaholic juga menimbulkan gangguan kesehatan mental. Cemas, tertekan, gangguan tidur, merupakan dampak buruk dari hal tersebut. Ketika tidak segera ditangani, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan lainnya.

3. Tahu Kapan Harus Berhenti

tahu kapan harus berhenti
pexels.com/@rawpixel

Menjadi seorang ibu pekerja merupakan hal yang hebat. Tuntutan untuk melakukan ini-itu pasti memusingkan. Belum lagi jika ada banyak orang yang mengkritik tentang pilihan tersebut.

Semua itu memang pantas untuk diperjuangkan. Namun, kamu harus peka terhadap tanda-tanda workaholic. Tubuhmu bisa menjadi petunjuk bagi setiap penyakit, termasuk jika kamu sudah mendekati batasan-batasan gila kerja.

ibu pekerja tahu kapan harus berhenti
pexels.com/@olly

Kamu bisa jadi akan merasakan gangguan-gangguan kesehatan kecil yang semakin lama akan semakin intens. Selain itu, merasa tidak berharga, suasana hati yang buruk dan emosi yang tidak terkontrol juga bisa jadi muncul dalam dirimu.

Hal ini selain akan menggangu pekerjaan, pasti juga akan mengganggu keharmonisan kehidupan rumah tanggamu.

Semua itu merupakan petunjuk psikis yang dihadirkan ketika kamu secara tidak sadar butuh istirah. Ini menandakan bahwa selama ini kamu terlalu keras bekerja dan kamu harus tahu kapan waktunya untuk berhenti.

Baca Juga: Perhatikan, Tanda ini Muncul Saat Kamu Stres dan Butuh Piknik

4. Lakukan Hal-Hal yang Disuka dan Sehat

lakukan hal-hal yang sehat
pexels.com/@olly

Saat tidak bahagia dengan pekerjaan, kamu bisa melakukan hal-hal yang sehat dan kamu sukai. Sebagian orang yang gila kerja akan menolak untuk mengakui bahwa mereka sudah stres dengan pekerjaan.

Apabila diingatkan oleh orang terdekat, mereka akan berdalih bahwa mereka mencintai  hal tersebut.

Tetapi, kesehatan mental dan fisik tidak pernah setara dengan pekerjaan, sebesar apapun penghasilannya. Kamu sebaiknya menurunkan egomu dan mengakui bahwa hal tersebut membuatmu kewalahan.

lakukan hal-hal yang menyenangkan
pexels.com/@pixabay

Untuk itu, kamu bisa melakukan hal-hal di luar pekerjaan. Kegiatan sehat seperti berolahraga dan meditasi juga bisa kamu lakukan.

Selain itu, hal-hal positif lain seperti menghabiskan waktu bersama keluarga atau sahabat, beribadah, dan lain sebagainya akan membantumu mengurangi rasa tertekan.

Sesekali, lakukan peregangan saat bekerja. Jika perkerjaanmu mengharuskan untuk duduk dalam waktu yang lama, berdirilah setiap setengah jam sekali.

Berjalan lah menuruni tangga, menambil air, dan lain sebagainya. Hal tersebut akan membantumu untuk mengurangi rasa lelah dan jenuh ketika berada di kantor.

5. Bersyukur

bersyukur
pexels.com/@jibarofoto

Jangan lupa bersyukur atas perananmu sebagai ibu yang bekerja. Tidak semua orang mampu menjadi sehebat kamu. Banyak juga orang-orang yang sangat ingin bekerja, namun terhalang oleh keluarga.

Bersyukurlah bahwa kamu bisa menjalankan kedua-duanya. Baik sebagai wanita karir sekaligus ibu rumah tangga.

Menurut riset, banyak orang yang merasa tidak bahagia karena tidak bisa bekerja. Oleh sebab itu, keluar dari pekerjaan bukan pilihan yang tepat.

bersyukur menjadi ibu pekerja
pexels.com/@olly

Kamu akan menjadi lebih bahagia jika menyadari bahwa kamu telah ikut terjun berkonstribusi pada masyarakat. Seain itu, kamu juga mampu mengurus anak dan keluarga.

5 hal tersebut merupakan cara yang bisa kamu gunakan untuk mencegah stres dan depresi pada ibu yang bekerja.

Meskipun kesehatan mental pada ibu yang bekerja sudah menjadi perhatian global, namun nampaknya belum ada perhatian dari pihak pemberi pekerjaan. Hal ini membuat ibu pekerja harus peka terhadap dirinya sendiri.

Di tengah tuntutan pekerjaan dan keluarga, kamu harus tetap menangani keduanya dengan optimal. Oleh karena itu, jangan lupa untuk memperhatikan kebahagiannmu.

0 Comment