Indonesia Kembali Berduka! Kecelakaan Pesawat Kembali Terjadi dan Menewaskan 8 Orang di Papua

14 August 2018, at 07:07
0
0
Indonesia Kembali Berduka! Kecelakaan Pesawat Kembali Terjadi dan Menewaskan 8 Orang di Papua

Seperti yang dilaporkan, pesawat Demonim Air berjenis Pac-HVC telah hilang kontak sejak 11 Agustus 2018. Seharusnya pesawat dengan penumpang berjumlah 9 orang tersebut tiba di Bandara Oksibil pada pukul 14.30 WIT. Namun sayang, saat jarum jam menunjukkan pukul 15.00 WIT tidaklah datang mendarat. Kekhawatiran petugas bandara pun mulai mendera.

Tidak lama setelah kekhawatiran yang datang menghampiri benak para petugas, Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Michael Mumbunan menyampaikan bahwa ada masyarakat Kampung Okatem mendengar adanya ledakan hebat di daerah gunung Menuk. Hingga masyarakat melaporkan adanya sebuah ledakan, titik koordinat belumlah diketahui.

news.okezone.com

Di tempat lain, Kepala Penerangan Kodam 17 Cendrawasih pun membenarkan adanya bunyi gemuruh di Gunung Menuk, Distrik Oksibil. Terdengar suara bergemuruh yang dirasakan oleh masyarakat setempat dan dilaporkanlah suara itu lewat telepon seluler pada pukul 15.40 WIT. Hari esoknya pun, pada minggu pukul 08.45 WIT pencarian pesawat oleh tim SAR gabungan menemukan pesawat sudah dalam keadaan hancur.

Baca juga: Pesawat Citilink Menerima Sinyal Darurat, Benarkah Akan Jatuh?

Adapun juga karena terkendala cuaca yang buruk yang tidak memungkinkan dilakukannya evakuasi jenazah, tertinggal 4 jenazah masih ada di bangkai pesawat. Kemudian saat cuaca mulai membaik, sudah ada 8 jenazah yang berhasil diidentifikasi dan 1 korban selamat. 1 korban selamat ini merupakan anak-anak yang baru berusia 12 tahun. Bocah itu telah mengalami patah tulang tangan sebelah kanan.

tribunnews.com

Pertolongan Tuhan memang begitu nyata dan terjadi kepada anak lelaki bernama Muhammad Jumaidi yang kini telah menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua. Dari semua penumpang yang ada di pesawat, hanya dia seorang lah yang selamat. Setelah dalam kondisi yang dirasa cukup membaik, ia pun bercerita bahwa saat alarm tanda pesawat akan jatuh ada ayahnya yang memeluknya.

Baca juga: 4 Bahaya Mengajak Bayi Naik Pesawat, Akibatnya Bisa Fatal!

Mereka pun melompat dari pesawat bersama-sama, namun setelah siuman ia sempat masuk ke bangkai pesawat untuk tidur dan mencari air putih. Pada saat itu masih ada dua penumpang lainnya yang juga bertahan hidup namun pada akhirnya meregang nyawa subuh dini hari. Kondisinya saat ini pun ditanyakan cukup stabil untuk menerima kenyataan dan kejadian mengerikan yang telah dia alami.

kompas.com

Kecelakaan pesawat yang menabrak bukit di Indonesia bukanlah hal yang baru, sudah ada banyak cerita tentang kejadian itu. Indonesia secara geografis memang memiliki banyak perbukitan yang menjulang tinggi dengan keadaan cuaca yang sering berubah dan sulit diprediksi. Kita sebagai manusia pun hanya bisa mempelajari cuaca secara ilmu dan mempersiapkan transportasi dengan berbagai standar keselamatan yang ada. Semua itu kembali kepada diri kita, tetap meminta perlindungan Tuhan bagaimanapun keadaannya.

Topics:

0 Comment