Intermittent Fasting, Metode Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

30 June 2018, at 03:30
1
0
Intermittent Fasting, Metode Menurunkan Berat Badan Tanpa Olahraga

Sudah pernah dengar tentang intermittent fasting? Belakangan ini, intermittent fasting sedang hits, karena disinyalir mampu menurunkan berat badan sekaligus menambah masa otot tanpa perlu berolahraga. Namun apakah benar begitu? Nah mari kita bahas lebih dalam mengenai jenis pola makan ini.

Intermittent fasting atau puasa interval ternyata adalah sebuah pola makan, bukan metode diet. Intermittent fasting (IF) adalah sebuah cara penjadwalan makanan, yang bertujuan untuk membantu tubuhmu menyerap manfaat dari makanan sebanyak mungkin. Dalam intermittent fasting, yang berubah bukanlah apa yang kamu makan, tetapi kapan kamu makan. Hampir sama seperti puasa religius yang biasa kamu lakukan, seseorang yang menjalani IF akan makan dan minum dalam periode singkat dalam satu hari. Bedanya, dalam IF, kamu masih diperbolehkan untuk minum air putih selama berpuasa.

 

pexels.com

 

Cara melakukan IF pun beragam, yang membedakan adalah waktu makan dan frekuensinya saja. Selebihnya, semua tipe IF memperbolehkan kamu untuk tetap minum air putih dan menyarankan untuk hanya makan whole food saja dan menghindari processed food. Berikut beberapa tipe IF yang bisa kamu coba:

 

Skip a Meal a Day

Dalam metode ini, periode berpuasa adalah selama 8-12 jam sehari, sementara sisanya adalah periode makan. Kamu bisa berpuasa selama 3 sampai 6 kali dalam seminggu. Kamu tetap boleh minum air putih selama berpuasa, dan disarankan untuk tidak mengonsumsi processed food seperti makanan frozen, dalam kemasan kaleng, makanan yang dikeringkan, atau segala jenis makanan yang dipanggang. Kamu bisa memulai dengan skip makan pagi di hari pertama, lalu skip makan siang di hari kedua, dan skip makan malam di hari ketiga. Jika sudah terbiasa, kamu bisa skip makan pagi dan siang sekaligus.

 

3:1 in a Day atau Lean Gains

Berbeda dengan Skip a Meal a Day, metode Lean Gains dijalani selama 16 jam dan 8 jam periode makan. Kamu bisa melakukan metode ini selama 1 sampai 7 kali seminggu. Kamu disarankan untuk mengonsumsi protein lebih bnayak dibandingkan karbohidrat, dan mengurangi processed food. Jika sudah terbiasa mengontrol nafsu makan, kamu bisa menantang dirimu sendiri untuk berpuasa selama 36 atau 48 jam dan mulai makan di atas jam 12 siang. Oh ya, waktu tidurmu juga dihitung sebagai waktu berpuasa ya.

 

1:6 in a Week

Jika kamu berpuasa dengan metode ini, kamu akan menjalani puasa selama 24 jam, dan dilakukan selama satu kali dalam seminggu. Makanan yang dikonsumsi pun sebaiknya makanan tinggi protein, serta jangan lupa untuk tetap mengurangi processed food dan karbohidrat. Tipsnya, ketika kamu merasa lapar saat berpuasa, sebaiknya kamu minum banyak air putih. Saat kamu sudah terbiasa, kamu bisa melanjutkan puasa selama 36 atau 48 jam.

Dalam Intermittent Fasting, kamu tidak perlu terpaku untuk selalu sarapan. Karena, sarapan bukanlah makanan yang paling baik dalam satu hari. Bila kamu terbiasa sarapan, kamu dapat tetap menikmati makanan yang biasa kamu makan saat sarapan di waktu saing saat periode makanmu berlangsung. Selamat mencoba!

0 Comment