Jam Biologis Manusia, Jadwal Alami Tubuh dalam Beraktivitas

03 July 2018, pada 02:00
1
0
Jam Biologis Manusia, Jadwal Alami Tubuh dalam Beraktivitas

Tak hanya kamu yang punya jadwal padat, tubuhmu juga punya jadwal tersendiri. Jadwal ini lazim disebut dengan jam biologis tubuh atau ritme sirkadian. Memahami jam biologis memang gampang-gampang susah. Contoh paling nyata dari jam biologis tubuh sebenarnya sederhana. Jika kamu melakukan aktivitas di luar rutinitas seperti terlambat tidur atau bangun lebih siang daripada biasanya, konsentrasi dan daya tahan tubuhmu bisa menurun. Hal ini terjadi karena aktivitasmu tidak mengikuti jadwal rutin atau jam biologis tubuhmu. Maka, penting untuk mengenal ritme tubuhmu supaya harimu menjadi lebih produktif.

Jam biologis tubuh merupakan perubahan fisik, mental, dan perilaku tubuh dalam siklus 24 jam yang dipengaruhi oleh kondisi cahaya di lingkungan sekitar, dan diatur oleh “master clock” sebuah kelompok sel saraf yang disebut juga suprachiasmatic nucleus atau SCN. Jam biologis terdiri dari gen dan protein yang memengaruhi kewaspadaan, rasa lapar, metabolisme, kesuburan, dan suasana hati manusia. Terganggunya jam biologis manusia biasanya dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti insomnia, diabetes, depresi serta bipolar disorder.

 

pexels.com

 

Sama seperti jumlah jam dalam sehari, ritme sirkadian pun berulang setiap 24 jam. Berikut siklus jam biologis manusia dalam ritme sirkadian:

02.00: Pada pukul 02.00, manusia berada pada level deep sleep atau tidur nyenyak. Tak hanya nyenyak, dalam rentang waktu ini, manusia mengalami tidur yang paling nyenyak.

04.30: Pada pukul 04.30, tubuh manusia berada pada suhu terendah.

06.45: Di waktu ini, manusia mengalami peningkatan tekanan darah yang paling tajam.

07.30: Pada waktu ini, sekresi hormone melatonin berhenti. Hormon melatonin adalah hormon yang memiliki peran paling penting dalam regulasi fungsi biologis tubuh. Hormon ini hanya dapat diproduksi dalam keadaan gelap dan saat seseorang tidur dengan nyenyak. Istimewanya, hormon ini dapat mengubah status beberapa penyakit menjadi non aktif jika sudah terproduksi.

10.00: Kewaspadaan kita berada pada tingkat paling tinggi.

14.30: Tubuh kita memiliki koordinasi paling baik di waktu ini.

15.30: Di waktu ini, tubuh memiliki reaksi yang paling baik.

17.00: Pada pukul 5 sore, tubuh memiliki efisiensi kardiovaskular dan kekuatan otot yang paling baik.

18.30: Di waktu inilah tubuh kita memiliki temperatur yang paling tinggi.

21.00: Di malam hari pukul sembilan, sekresi melatonin tubuh mulai berproses.

Perubahan jadwal tersebut biasanya dapat terjadi jika kita mengalami perubahan zona waktu yang drastis atau yang lazim disebut dengan jet lag, kerja shift, hingga gaya hidup. Jika jadwal tersebut tak berjalan dengan semestinya, tentunya kesehatan tubuh akan terganggu sebagaimana daya tahan tubuh yang juga menurun. Oleh karena itu, sebaiknya ikuti jadwal alami tubuhmu sebisa mungkin.

0 Komentar