Jangan Asal Tepuk! Begini Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung yang Benar

22 July 2019, at 08:00
0
1
Jangan Asal Tepuk! Begini Pertolongan Pertama pada Penderita Serangan Jantung yang Benar

Serangan jantung merupakan kondisi darurat berhentinya aliran darah yang membawa oksigen ke jantung. Hal tersebut merusak otot jantung karena nggak adanya suplai oksigen dan bisa menyebabkan kematian.

Masalah kesehatan yang seringkali merenggut nyawa ini dapat terjadi pada siapa saja, termasuk anak muda. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana pemberian pertolongan pertama yang tepat bagi orang yang mengalami serangan jantung.

masalah jantung
doripos.com

Beberapa waktu terakhir, beredar video tentang seorang laki-laki yang disebut-sebut mengalami serang jantung di bioskop. Orang-orang disekitarnya memberikan pertolongan dengan cara memukul dan memepuk-nepuk tangannya dengan cukup kencang.

Pertolongan serupa sepertinya banyak dilakukan oleh orang Indonesia. Hal tersebut dituturkan oleh dr. Zaky Fariz M. dalam sebuah utas yang ia ditulis pada akun twitternya @zakifarism, yang mengatakan bahwa ia melihat hal sama dilakukan oleh keluarga pasien saat ia berjaga di IGD.

Baca Juga: Kenapa Pegawai Kantoran Rentan Terkena Serangan Jantung? Ternyata ini Penyebabnya

Namun ternyata, pemberian pertolongan pada pasien serangan jantung nggak bisa sekadar asal tepuk, lho. Berikut ini hal-hal yang harus kamu pahami menurut dr. Zaky Fariz M. agar nggak salah memberikan pertolongan pada orang yang mengalami serangan jantung.

1. Penyebab Serangan Jantung

penyebab serangan jantung
thoughtco.com

Seperti yang telah disebutkan di atas, jantung merupakan bagian penting yang berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Organ ini mendapatkan nutrisi dari kumpulan arteri koroner.

Akan tetapi, seiring dengan bertambahnya usia pembuluh darah arteri koroner mengalami penyempitan akibat deposit plak lemak di dalamnya. Hal tersebut juga dipercepat oleh adanya beberapa penyakit seperti diabetes, kolesterol, obesitas, dan lain sebagainya.

penyumbatan arteri
pinterest.com

Penyumbatan arteri koroner dibagi menjadi dua, yaitu sumbatan sebagian yang dapat membaik dengan istirahat dan sumbatan total yang berbahaya karena membuat sel-sel jantung mati.

Kondisi pengurangan aliran darah ke jantung secara tiba-tiba tersebut biasanya disebut dengan Sindrom Koroner Akut (SKA) atau serangan jantung. Hal tersebut menimbulkan tanda bahaya dari tubuh yang berupa keluhan dari penderita.

2. Sindrom Koroner Akut

serangan jantung
hellosehat.com

Saat seseorang mengalami Sindrom Koroner Akut (SKA) tubuh akan menunjukkan berbagai gejala. Tanda paling umum adalah rasa nyeri di dada seolah-olah sedang terhimpit atau terbakar.

Keluhan tersebut biasanya menjalar hingga leher, lengan kiri, sampai pungung. Tanda-tanda atau gejala lainnya adalah seperti berikut.

  • Sesak napas
  • Berkeringat
  • Detak jantung cepat dan nggak teratur
  • Kelelahan yang parah
  • Otot melemah
  • Merasa ingin jatuh
  • Mual dan muntah

Penderita juga bisa mengalami hilang kesadaran atau pingsan akibat melemahnya fungsi jantung yang membuat otak nggak teraliri oleh darah.

3. Pertolongan Pertama Serangan Jantung

pertolongan pertama serangan jantung
hellosehat.com

Saat melihat orang disekitarmu mengelukan tentang nyeri dada, segera tanyakan apakah ia juga merasakan tanda-tanda di atas. Apabila sesuai dengan gejala SKA, maka segera bawa ke IGD.

Apabila kondisi nggak memungkinkan atau pasien tiba-tiba hilang kesadaran, hal pertama yang harus kamu lakukan untuk pertolongan pertama adalah cek respon dengan cara menepuk pundak dengan kencang, mencubit lengan atau dada sambil memanggilnya.

menghubungi ambulans
deskgram.net

Jika pasien nggak memberikan respon, kamu harus memeriksa nadi kronis yang berada di leher. Rasakan, apabila selama 5 sampai 10 detik nggak ada denyut jantung berarti pasien sedang dalam konsidi henti jantung atau Cardiac Arrest.

Ini merupakan momen kritis sehingga kamu harus melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan meminta orang lain untuk menghubungi medis atau ambulance.

Baca Juga: Anak Muda Juga Bisa Terkena Serangan Jantung, Yuk Konsumsi Asupan Sehat Ini untuk Menghindarinya!

4. Lakukan Bantuan Hidup Dasar

bantuan hidup dasar

Bantuan hidup dasar yang dapat kamu lakukan untuk orang yang mengalami henti jantung adalah pijat jantung. Bagaimana cara melakukannya?

Posisikan atau tumpukan tangan di tengah dada, diantara dua puting, lalu tekan dengan kedalaman 5cm dengan kecepatan 100 sampai 120 kali per menit.

Bagaimana cara menghitung kecepatannya? Sampai kapan harus melakukan hal tersebut? Dua pertanyaan tersebut merupakan yang paling sering ditanyakan.

cpr
health.harvard.edu

Lakukan pijat jantung dengan mengikuti irama dan ketukan lagu "Baby Shark". Mungkin hal ini terdengar konyol, akan tetapi lagu anak-anak tersebut memiliki ketukan 110 bpm (beats per minute).

Pijat jantung tersebut harus terus dilakukan tanpa henti sampai petugas medis yang lebih ahli datang dan mengambil alih pasien dan melakukan penanganan yang profesional.

5. Waktu Sangat Penting

waktu sangat penting
verywellhealth.com

Serangan jantung merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Kondisi tersebut meyerang dengan sangat cepat dengan kemungkinan kematian yang tinggi.

Oleh sebab itu, waktu sangat penting bagi orang yang mengalami serangan jantung. Jangan membuang-buangnya dengan melakukan pertolongan pertama yang salah.

Baca Juga: Kerutan Dahi Bisa Prediksi Penyakit Jantung Sejak Dini, Benar nggak sih?

Apabila orang di dekatmu mengalami hal serupa, langsung hubungi rumah sakit terdekat dan lakukan bantuan hidup dasar yang sesuai. Beberapa menit saja bisa sangat menentukan kelangsungan hidup pasien serangan jantung.

Nah, itu dia Sobat Qupas yang dapat kamu lakukan apabila orang disekitarmu tiba-tiba mengalami serangan jantung. Jangan justru meniru cara yang belum jelas kebenarannya, ya!

1 Comment
Vania Prima
23/07 - 02:32
gajadi serius gara2 pake ketukan baby shark, pas lagi sekarat ada orang nyanyi gitu sebel ngga sih ahahahaha