Jangan Bentak Telemarketer Meski Menyebalkan, Kamu Bisa Menyesal Seumur Hidup

30 January 2019, at 03:36
1
0
Jangan Bentak Telemarketer Meski Menyebalkan, Kamu Bisa Menyesal Seumur Hidup

Tweet berantai atau thread identik dengan cuitan pengguna twitter yang memiliki pesan tertentu. Bisa berupa lelucon, tips dan trik, hingga kisah inspiratif.

Baru-baru ini, ada cuitan warga twitter yang viral karena sebuah kisah inspiratif nan menyentuh yang dibaginya.

Adalah akun @Nanang_Grande yang menulis sebuah tweet berbunyi, "Setelah ini, mungkin Saya tak lagi berani membentak atau bahkan sampai memaki. Karena bisa jadi suara di telfon itu adalah Mas-Mas yang baik hati ini."

telemarketer tunanetra viral di twitter
twitter.com/Nanang_Grande

Tweet tersebut disertai dengan sebuah video di halte bus, yang berisi rekaman pembicaraan sang pemilik akun dengan seorang tunanetra yang ternyata bekerja sebagai telemarketer bank.

Sebelum viral di twitter, kisah inspiratif ini bermula saat pemilik akun @Nanang_Grande sering menjumpai beberapa orang tunanetra yang melaksanankan shalat Jumat bersama. Karena penasaran, ia mengajak salah satu penyandang disabilitas tersebut untuk mengobrol.

Dari pembicaraan itu, pengguna twitter ini mengetahui kalau pekerjaan mereka adalah telemarketer bank. Seseorang yang selama ini mungkin pernah ia bentak bahkan dimaki dengan kata-kata kasar.

telemarketer bank tunanetra viral di twitter
twitter.com/Nanang_Grande

Dalam video tersebut, sosok inspiratif yang diketahui bernama Abdul Karim ini bercerita, makian adalah hal yang biasa ia terima. Bahkan tak jarang ia disumpah dan dituduh sebagai penipu oleh nasabah bank yang dihubunginya.

Baca juga: Inspiratif! Pegawai Ini Tetap Antarkan Pesanan Kacamatanya yang Sempat Tertunda 5 Tahun Karena Kecelakaan dan Gegar Otak

Kisah inspiratif ini kemudian ramai diperbincangkan warga twitter. Banyak yang kemudian berkaca dan menyesali perlakuan yang mereka berikan pada telemarketer bank.

Menarik untuk diketahui, ternyata cukup banyak penyandang tunanetra yang bekerja sebagai telemarketer di sebuah bank. Bahkan di tempat Abdul Karim saja, setidaknya ada 10 orang.

Panggilan telepon dari bank yang ingin menawarkan produk mereka memang seringkali mengganggu. Karena bisa berkali-kali dan gigih, hingga terkesan memaksa.

telemarketer bank viral di twitter
twitter.com/Nanang_Grande

Namun yang perlu diingat, siapapun orang dibalik pekerjaan telemarketing ini, pada dasarnya mereka hanya ingin menjalankan pekerjaannya dengan baik. Mencari rezeki, sama dengan kita.

Bila memang tak berminat dengan produk yang mereka tawarkan, baiknya tetap menolak dengan cara yang sopan dan tak menusuk hati.

Bahkan dalam video berdurasi dua menit itu Abdul Karim juga menyarankan, lebih baik para nasabah meminta kepada telemarketer untuk tak dihubungi lagi. Daripada harus marah-marah, memaki, menuduh penipu, dan melukai perasaan orang lain.

Nah, kisah inspiratif ini tentunya juga bisa menjadi pengingat bagi kita. Untuk selalu bersikap dan berkata sopan kepada siapapun.

0 Comment