Jangan Bingung, Begini Etika Membayar Saat Kencan Agar Hubunganmu Tetap Lancar

13 April 2019, at 01:00
0
0
Jangan Bingung, Begini Etika Membayar Saat Kencan Agar Hubunganmu Tetap Lancar

Pernyataan “siapa sih yang seharusnya membayar saat kencan?” pasti pernah muncul di benakmu. Kalau dulu, laki-laki lah yang secara nggak langsung dituntut untuk melakukan hal tersebut. Tapi di zaman modern dan emansipasi ini, semuanya berubah.

Kebanyakan perempuan akan mengalami dilema tentang dua hal; menawarkan diri untuk membayar tapi membuat pasangan tersinggung atau nggak melakukannya lalu dianggap matre.

Nggak jarang juga laki-laki berpikir bahwa ia menjadi korban dari kesepakatan nggak tertulis tentang etika kencan tersebut, tapi takut dianggap pelit kalau meminta pengertian si perempuan.

Baca Juga: Jika Melakukan Hal-Hal Ini, Berarti Pasanganmu Nggak Akan Berpaling

Nah, nggak perlu bingung Sobat Qupas. Begini lho etika membayar saat kencan agar hubunganmu tetap berjalan lancar.

1. Laki-laki yang Harus Membayar pada Kencan Pertama

laki-laki yang harus membayar pada kencan pertama
pexels.com/@conojeghuo

Kencan pertama adalah salah satu momen dalam hubungan yang sangat berkesan dan nggak bisa dilupakan. Itulah mengapa sebaiknya kamu nggak mengacaukan hal tersebut dengan memperdebatkan siapa yang harus membayar.

kencan pertama
pexels.com/@olly

Untuk menunjukkan sikap dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan keseriusan, sebaiknya laki-laki lah yang membayar untuk kencan pertama.

Jangan sampai hanya gara-gara uang, kesempatan untuk menjalin hubungan dengan perempuan idaman menjadi kandas dan hilang.

2. Yang Ulang Tahun yang Membayar

yang ulang tahun yang membayar
pexels.com/@kaboompics

Di Indonesia, mentraktir teman saat ulang tahun sudah menjadi tradisi nggak tertulis yang biasa dilakukan oleh banyak kalangan.

Hal ini ternyata nggak berlaku untuk teman atau sahabat saja, lho. Kamu juga seharusnya melakukan hal tersebut pada kekasih.

Nggak ada salahnya kok membayar biaya kencan saat ulang tahun, toh pacarmu pasti sudah mengeluarkan banyak uang untuk kejutan, membeli kue, dan memberikan hadiah padamu.

3. Bergantian Membayar

bergantian membayar
pexels.com/@rawpixel

Kamu dan pasangan juga bisa bergantian membayar kok. Biasanya sih hal ini dilakukan oleh orang yang sudah memiliki hubungan cukup lama.

Tapi nggak ada salahnya juga kamu mencoba untuk membicarakan masalah tersebut di awal pacaran agar bisa mengetahui masing-masing dan menentukan cara yanga adil.

Baca Juga: Miris, Perempuan Ini Harus Menggembalikan Biaya Kencan Setelah Diputusin Pacar

4. Bayar Masing-Masing

bayar masing-masing
pexels.com/@josh-willink-11499

Selain membayar secara bergantian, kamu dan pasangan juga bisa menerapkan cara bayar masing-masing. Bukannya pelit atau bagaimana, tapi cara ini adalah yang paling adil dan nggak membingungkan.

Selain itu, kamu dan pasangan juga akan merasa lebih nyaman dan nggak saling bergantung satu sama lain. Nggak salah juga kok kalau perempuan mengeluarkan uang saat kencan.

5. Yang Mengajak Pergi yang Harus Membayar

yang mengajak pergi harus bayar
pexels.com/@rawpixel

Sepasang kekasih biasanya memiliki jadwal rutin untuk pergi berkencan, yang pada umumnya dilakukan hari Sabtu atau Minggu.

Kamu dan pasangan bisa menggunakan metode membayar bergantian atau sendiri-sendiri untuk kencan rutin yang dilakukan pada akhir pekan tersebut.

siapa yang membayar saat kencan
pexels.com/@huy-phan-316220

Tapi jika ada salah satu yang mengajak keluar di laur jadwal karena mendapatkan bonus atau ingin memberi kejutan tanpa momen khusus, ialah yang harus membayar.

Masalah uang memang merupakan hal yang sensitif, dalam hubungan percintaan sekalipun. Sayangnya, banyak pasangan yang nggak membicarakannya dengan terbuka sehingga muncul kesalahpahaman.

Baca Juga: Nggak Harus Romantis, Laki-Laki yang Tulus Akan Lakukan Ini Padamu

Apapun cara yang digunakan, sebaiknya sudah disepakati sebelumnya dengan pasangan, ya. Komunikasikan hal tersebut secara terbuka agar bisa mendapatkan kesimpulan yang adil dan nyaman untuk kedua belah pihak.

0 Comment