Jatuh Cinta Menyebabkan Perubahan Gen, Kok Bisa?

16 January 2019, pada 00:00
0
0
Jatuh Cinta Menyebabkan Perubahan Gen, Kok Bisa?

Jatuh cinta memang memberi efek yang sangat luar biasa, ya? Bahkan seseorang yang sedang mengalaminya bisa menjadi sangat berubah.

Mulai dari hobi, kebiasaan, dan lain sebagainya. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh keinginan untuk diperhatikan pasangan.

Menurut sebuah studi, jatuh cinta bahkan bisa menyebabkan perubahan genetik pada wanita. Perbedaan fisik yang sering dirasakan oleh orang jatuh cinta adalah jantung yang berdebar kencang dan munculnya rasa cemas.

Hal tersebut menjadi dasar kecurigaan peneliti bahwa perasaan jatuh cinta menyebabkan perubahan mendasar pada fisiologis manusia. Begini penjelasannya.

1. Interferon

interferon
pexels.com/@mattycphoto

Jatuh cinta bisa memengaruhi gen manusia, khususnya wanita. Hal ini diungkapkan pada riset yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, Los Angeles. Ketika seseorang jantuh cinta, gen akan memproduksi interferon.

Interferon merupakan protein yang biasanya digunakan untuk melawan virus oleh tubuh. Ketika hubungan sudah tidak menggebu-nggebu seperti dia awal, gen ini juga akan menurun.

Penelitian ini tidak melibatkan laki-laki. Namun, terdapat beberapa hal lain yang terjadi pada tubuh selama jatuh cinta.

2. Kekebalan Tubuh

kekebalan tubuh
pexels.com/@jupen

Kekebalan tubuh akan meningkat ketika sedang jatuh cinta. Namun sepertinya hal ini hanya berpengaruh pada perempuan saja.

Ini disebabkan oleh keterkaitan imun dengan gen interferon. Sebelumnya sudah dikatakan bahwa hanya wanita lah yang mengalami hal tersebut.

Senyawa interferon merupakan bagian dari sistem imun non-spesifik. Sebelum sistem imun spesifik merespon infeksi, maka interferon akan menangkalnya terlebih dahulu.

3. Kemampuan Otak

kemampuan otak
pexels.com/@reead-307631

Menurut sebuah penelitian dari University Of Maryland, jatuh cinta dapat menggangu kemampuan otak untuk fokus terhadap pekerjaan. Hasilnya, semakin jatuh cinta laki-laki maka akan semakin besar gangguan tersebut.

Laki-laki yang sedang mengalami jatuh cinta tidak bisa melakukan pekerjaan yang penuh dengan konsentrasi dengan baik.

4. Tekanan Darah Turun

tekanan darah turun
hellosehat.com

Penelitian dari State University of New York di Oswego menemukan bahwa orang yang jatuh cinta akan mengalami penurunan tekanan darah.

Lamanya hubungan tidak berpengaruh pada penelitian ini. Meskipun kamu baru jatuh cinta, sudah lama berpacaran, atau bagaimana pun semua sama.

Kehadiran orang yang dicintai sudah mempu membuat tenang, bahkan ketika kamu sedang dalam masa-masa terendah.

Baca Juga: Flu dan 4 Efek Patah Hati Lainnya yang Berpengaruh pada Kesehatan Tubuh

5. Pola Pernapasan

pola pernapasan
pexels.com/@andre-furtado-43594

Penelitian juga mengungkapkan bahwa hanya sekadar duduk dengan pasangan mampu membuatmu mengubah pola pernapasan.

Kamu secara tidak sadar akan menyelaraskan pola pernapasanmu dengan orang yang kamu cintai. Berbeda jika kamu duduk dengan orang asing, maka hal tersebut tidak akan terjadi.

6. Kecepatan

kecepatan
pexels.com/@asadphotography

Sama seperti pola pernapasan, berjalan dengan pasangan akan membuatmu secara tidak sara mengubah kecepatan. Hal ini diungkapkan oleh penelitian dari Seattle Pacific University.

Berjalan disampaing pasangan dengan romantis mampu menurunkan kecepatan berjalanmu sebanyak 7 persen. Hal ini karena akan lebih mudah menambah keintiman dan kedekatan dengan pasangan ketika sedang berjalan bersama.

7. Menghadapi Orang Lain

mudah menghadapi orang lain
pexels.com/@nappy

Jatuh cinta akan memicu pelepasan hormon yang disebut dengan vasopressin. Hormon ini membuat kamu menjadi mudah merasa marah kepada orang lain. Hal tersebut karena kamu merasa bahwa orang tersebut ingin mendekati pasanganmu.

Namun kemarahan tersebut tidak pernah ditunjukkan. Hal ini lah yang bisa membuatmu menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi orang lain.

8. Ada Kupu-Kupu di Perut

ada kupu-kupu di perut
pexels.com/@pixabay

Ternyata istilah ada kupu-kupu di perut orang yang sedang jatuh cinta bukan hanya isapan jempol belaka. Orang yang sedang jatuh cinta memang merasakan sesuatu di perutnya.

Menurut sebuah penelitian di Inggris, scan otak orang yang sedang kasmaran mengidentifikasi empat wilayah. Tiga diantaranya terkait dengan perasaan emosional kebahagiaan. Sedangkan wilayah yang keempat berhubungan dengan usus di perut.

Jadi, ternyata jatuh cinta bukan hanya berpengaruh pada suasana hati seseorang saja. Melainkan bisa juga mengubah gen, kebiasaan, kondisi tubuh, dan lain sebagainya.

Itulah mengapa orang yang sedang patah hati juga mengalami masalah kesehatan. Ternyata jatuh cinra juga memengaruhi fisik seseorang.

0 Komentar