Kakak dan Adik Tidur di Kamar yang Sama, Apa Plus Minusnya?

28 September 2019, at 17:00
0
0
Kakak dan Adik Tidur di Kamar yang Sama, Apa Plus Minusnya?

Berbagi kamar tidur dengan saudara kandung merupakan hal umum dilakukan. Bukan hanya karena nggak cukupnya ruang, hal tersebut juga bisa dilakukan dengan sengaja oleh orang tua karena ingin mendekatkan anak-anaknya.

Tanpa disadari, membuat anak berbagi kamar tidur dengan saudaranya ternyata berpengaruh erat bagi perkembangan psikologisnya lho. Bagaimana ya?

Berikut ini sisi positif dan negatif anak berbagi kamar dengan saudaranya yang bisa menjadi bahan pertimbangan orang tua.

Sisi Positif Kakak Adik Berbagi Kamar

1. Mempererat Ikatan Persaudaraan

ikatan persaudaraan
stock.adobe.com

Berbagi kamar tidur dengan kakak atau adik memang efektif untuk mempererat ikatan persaudaraan. Pasalnya, dengan tidur di kamar yang sama mereka memiliki lebih banyak waktu bersama.

Membiarkan anak tidur sekamar juga dapat membantu mereka untuk lebih memahami satu sama lain, berbagi cerita tentang keseharian, dan lain sebagainya.

2. Menciptakan Rasa Aman

kakak adik
pinterest.com

Selain memperearat hubungan, tidur sekamar dengan saudara juga akan menciptakan rasa aman. Biasanya, kekhawatiran yang dirasakan oleh adik akan menghilang saat ada kakak di dekatnya.

Nggak hanya itu, berbagi kamar tidur dengan adik juga akan membuat kakak belajar lebih bertanggung jawab dan menjadi seorang pelindung.

3. Mengajarkan Anak Berbagi dan Menghargai

anak berbagi
pinterest.com

Membiarkan anak-anak tidur dalam satu kamar juga akan mengajarkan mereka untuk menjadi pribadi yang nggak egois. Kakak dan adik akan belajar berbagi, bersimpati, dan berempati.

Selain itu, tidur sekamar juga akan membantu anak-anak belajar menghargai satu sama lain. Kakak dan adik akan lebih memahami batasan dan peraturan.

Baca Juga: Begini Cara Menghadapi Kecemburuan Anak Pertama pada Adik Barunya

Sisi Negatif Kakak Adik Berbagi Kamar

1. Anak Nggak Memiliki Privasi

anak berbagi kamar dengan saudara
freepik.com

Berbagi kamar dengan kakak atau adik berarti membuat anak kehilangan privasinya. Padahal, buah hati membutuhkan ruang gerak untuk dirinya lho. Ada kalanya si kecil ingin sendirian karena sedang merasa sedih, dan lain sebagainya.

Nggak hanya itu, anak juga nggak memiliki rasa kepemilikan yang utuh sehingga nggak bisa mengeksplorasi kamar tidurnya.

2. Bentrokan Kepribadian

anak bertengkar
raisingchildren.net.au

Selain membuat anak nggak memiliki privasi, membiarkan buah hati saling berbagi kamar juga dapat menyebabkan berbagai pertengkaran karena bentrokan kepribadian.

Apabila anak memiliki kepribadian yang berbeda, maka akan sulit untuk menyatukan keduanya dan bisa jadi membuat anak-anak menjadi nggak nyaman.

Baca juga: Kakak dan Adik Suka Bertengkar? Ternyata Ada Manfaatnya Lho Bunda

3. Kebutuhan yang Berbeda

kakak dan adik
smartandhappychild.ro

Berbagi kamar juga sulit diterapkan bagi anak yang jarak usianya jauh. Pasalnya, usia dan jenis kelamin buah hati yang berbeda menentukan kebutuhan mereka yang berbeda pula.

Anak-anak yang sedang tumbuh dewasa atau remaja membutuhkan privasi dan ruang gerak yang lebih besar. Oleh sebab itu, sebaiknya orang tua bisa menntukan kapan waktunya buah hati memiliki kamar sendiri.

Terlepas dari sisi negatif dan positif di atas, orang tua juga sebaiknya meminta persetujuan dari anak-anak sebelum meminta mereka berbagi kamar.

0 Comment