Kamu Sering Mengonsumsi Paracetamol? Kenali Efeknya Terlebih Dahulu

29 June 2018, at 01:00
1
0
Kamu Sering Mengonsumsi Paracetamol? Kenali Efeknya Terlebih Dahulu

Di musim yang serba tidak menentu ini, badan kita jadi lebih rentan terserang penyakit. Flu dan demam adalah dua penyakit yang umum muncul saat badan kita sedang tidak fit. Biasanya kalau sudah begitu, paracetamol jadi obat andalan kita. Apalagi, paracetamol memang gampang banget ditemukan di toko-toko terdekat. Karena kepraktisan itulah, paracetamol seakan menjadi pilihan utama ketika badan sedang demam. Tetapi, ada juga beberapa di antara kita yang “sedikit-sedikit paracetamol” alias  terbiasa mengonsumsi paracetamol saat badan sedang tidak seenak biasanya atau kepala sedang pening.

Sebenarnya, apa sih paracetamol itu? Paracetamol, atau acetaminophen, adalah obat penurun panas dan penghilang rasa sakit yang biasa digunakan untuk sakit kepala, sakit punggung, sakit gigi, flu, hingga demam. Paracetamol banyak dijual bebas di pasaran sehingga mudah sekali bagi kita mendapatkannya. Meski begitu, kita harus mengerti berapa dosis paracetamol per hari yang boleh dikonsumsi sebelum membelinya. Karena, kelebihan dosis paracetamol dapat menyebabkan kondisi yang serius. Untuk orang dewasa, dosis paracetamol yang dapat dikonsumsi adalah 1000mg per dosis dan maksimal 4000mg per hari. Jika lebih dari itu, paracetamol dapat memicu kerusakan organ hati.

 

pixabay.om

Paracetamol juga biasa dikombinasikan dengan beberapa produk tertentu. Untuk itu, perhatikan kandungan dari obat yang kamu terima dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk menghindari terlalu banyak dosis paracetamol dalam resep obat yang kamu dapatkan. Meskipun tergolong aman untuk ibu hamil dan menyusui, ada baiknya kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi paracetamol. Karena, kandungan acetaminophen dapat diserap oleh janin dalam kandungan serta dapat juga terserap dalam ASI. Jika kamu akan mengobati anak-anak dengan paracetamol, pakai jenis paracetamol yang khusus untuk anak-anak. Karena, pemberian dosis yang tidak tepat dapat berujung pada alergi, lho.

Ciri-ciri alergi terhadap paracetamol antara lain: gatal dan kemerahan, sesak nafas, bengkak pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Segera hubungi dokter jika kamu mengalami keadaan di atas setelah mengonsumsi paracetamol, ya. Jika kondisi ini diperparah dengan adanya demam yang disertai mual dan hilangnya nafsu makan, warna urin yang gelap, serta mata dan kulit berubah menguning, segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter.

Tak hanya alergi, kelebihan dosis paracetamol juga dapat menyebabkan kondisi seperti kehilangan nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, keringat berlebih, serta badan menjadi lemah. Untuk itu, sebelum mengonsumsi obat-obatan apapun, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter, terlebih jika kamu memiliki kondisi tertentu seperti hamil, menyusui, serta mengonsumsi alkohol.

0 Comment